PART 45

578 66 27
                                        

Happy reading!




Saat ini Jisoo sedang menghabiskan weekendnya bersama dengan Jennie tepatnya di mansion milik Jennie. Sepulang sekolah kemarin Jennie merengek pada Jisoo agar ia menginap di mansionnya. Jennie mengalami demam yang membuat Jisoo tak tega untuk menolak kekasihnya ini, ditambah lagi Jennie hanya sendiri di mansion.

Jisoo bangun lebih awal dari Jennie, ia melihat kekasihnya yang masih tidur didalam dekapannya dan masih mengulum nipple nya??. Ia sedikit mengusap pipi mandu milik Jennie dan pandangannya kini beralih pada bibir ranum milik Jennie. Pipinya bersemu merah ketika ia mengingat malam panas yang telah mereka lalui.



Flashback


Sesampainnya mereka di mansion Jennie langsung menarik Jisoo ke lantai atas menuju kamar miliknya. Langkahnya sedikit gontai karna ia merasa pusing pada kepalanya. Jisoo merasa khawatir pada Jennie karena tubuhnya terasa sangat hangat.

Tiba di kamar Jennie langsung ambruk ke ranjang miliknya dengan masih menggunakan seragam yang lengkap dan sepatu yang masih digunakan. Jisoo tersenyum melihat kekasihnya yang sepertinya sudah sangat merindukan ranjangnya.

Ia berjalan ke kamar mandi untuk mengganti pakaian dan mencuci muka, setelaah selesai Jisoo kembali dan melihat kekasihnya yang sudah tertidur sambil meringkuk dengan selimutnya dan kepala yang tertutup dengan bantal.


"Je, ganti baju dulu" Ujar Jisoo


Tidak ada respon dari Jennie, kemudian ia meraih bantal yang menutupi wajah Jennie, Jisoo mengkerutkan dahinya ketika melihat wajah Jennie sangat memerah.


"Shhh dinginn" racau Jennie

"dingin?" guman Jisoo


Tangannya beralih menyentuh kening Jennie dan betapa terkejutnya dia karena suhu tubuh Jennie semakin memanas.


"Astaga, kau demam Jennie. Sebentar aku ambil air dingin dan handuk kecil untuk mengompresmu" Ujar Jisoo dengan panik. Saat Jisoo hendak berbalik tangannya ditahan oleh Jennie.

"Sebentar ya, aku ambil kompresan dulu" Kata Jisoo saat melihat Jennie yang menatapnya dengan sayu.


Bukannya menjawab Jennie malah menarik Jisoo dengan kuat hingga mengakibatkan Jisoo jatuh keatas tubuhnya.


"Jisooya"

"Nee?"

"Jangan tinggalkan aku" Guman Jennie dengan lirih

"T-tapi kau harus dikompres Je" Jawab Jisoo

"Aku hanya butuh kau Sooya" Ujar Jennie sambil mengerutkan pelukannya pada Jisoo dan menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher milik Jisoo.


Jisoo merasa merinding ketika merasakan nafas hangat Jennie di lehernya, kemudian ia dikejutkan dengan Jennie yang tiba-tiba saja melumat leher jenjangnya.


"eemmh Je, a-apa yang kau lakukhan" Kata Jisoo dengan terbata.

"Aku butuh obat ku" Ucap Jennie dengan suara seraknya.

More Than Friends | Chaelisa [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang