dreeet....dreeeett
Chaeyoung terbangun saat mendengar ponselnya berbunyi, dengan malas dia berjalan tanpa mengenakan sehelai baju untuk mengambil ponselnya yang berada didalam tasnya. Dengan masih memejamkan matanya ia tanpa melihat siapa yang menelpon langsung saja menjawab panggilan tersebut.
"Nee?" Hanya itu yang keluar dari mulutnya.
"Sayang, kamu dimana nak?" Chaeyoung menjauhkan ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya.
"Ah n-nee d-daddy, miane aku tertidur di apartemen Lisa" Jawabnya dengan gelagapan.
"Pulang nak sudah jam 10, besok kalian masih sekolah" Ucap Daddy nya.
"T-tapi"
"Kau membuat orang rumah pada khawatir, tidak ada penolakan Daddy sudah menyuruh supir untuk menjemputmu pulang" Ujar sang daddy dengan tegas
"Baiklah" jawab Chaeyoung dengan pasrah.
tut
Panggilan dimatikan dan Chaeyoung dengan terburu-buru memakai seragamnya kembali dan bersiap untuk pulang. Namun sebelum pulang dia melihat ke arah Lisa yang masih terlelap karena kelelahan. Dia sedikit mengusap rambut Lisa dan mengecup kening Lisa dengan singkat.
Sebelum pergi, Chaeyoung sedikit membuat note pada secarik kertas dan menaruhnya di atas nakas agar Lisa membacanya. Setelah selesai Chaeyoung kembali menatap Lisa dan membenarkan selimut yang dikenakan oleh Lisa.
"Mianhae"
***
Pagi hari
Beep - beep - beep
Alarm Lisa berbunyi namun sang empunya masih betah tertidur hingga ia mulai terusik dengan bunyi alarm yang berasal dari ponselnya itu.
"Sayang, tolong matikan alarm ku" Ucap Lisa dengan suara khas bangun tidurnya.
Merasa tak ada jawaban dan tak kunjung mati alarm nya, Lisa mulai meraba-raba kasur disebelahnya.
"kosong?" pikir Lisa.
"Ah mungkin di kamar mandi" pikirnya lagi
Lisa segera membuka matanya dan meraih ponselnya dengan posisi masih berbaring. Saat ia telah berhasil mendapatkan ponselnya, Lisa tak langsung mematikan ponselnya melainkan ia mendapatkan secarik note yang menempel pada ponselnya. Sedikit mengerutkan keningnya, sebelum membaca note itu ia mematikan terlebih dulu alarm nya dan kemudian membaca isi note itu.
"Honey, mianhae malam ini aku pulang ke rumah. Tiba-tiba saja Daddy menelpon ku dan menyuruh ku untuk pulang. Itu salah ku karna aku tidak izin sebelumnya, jadi membuat orang rumah pada khawatir. Sekali lagi maaf ya sayang. Love you" - PCY
Hufffttt
Lisa menghembuskan nafasnya setelah membaca isi note itu kemudian ia ingin menuju ke kamar mandi, namun saat dirinya ingin duduk ia merasakan nyeri pada daerah sensitif nya.
"shhhh appo"
Ia terduduk lama di atas kasurnya sambil mengetik pesan untuk seseorang. Ya, dia memutuskan untuk tidak hadir hari ini ke sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
More Than Friends | Chaelisa [END]
Fanfiction"Kumohon, maafkanlah cinta kita ini yang tak terkabul" Chaeyoung. "Jikalau dahulu aku tidak terlahir seperti ini, kita tak akan pernah berpisah dan kita berdua kan terikat" Lisa. Rank #2 - Rosé Rank #3 - Chaelisa Rank #2 - Chaennie
![More Than Friends | Chaelisa [END]](https://img.wattpad.com/cover/320798222-64-k453913.jpg)