Happy reading!
Lisa POV
"AKU MEMBANTU NYA BERJALAN KARENA DIA SEMALAM HABIS KECELAKAN SIALAN, KAKINYA CIDERA DAN KAU TAU? PERUTNYA TERTUSUK DAN LUKANYA CUKUP DALAM." Jennie berteriak kepada ku.
Setelah mendengar penjelasan dari Jennie kini aku memikirkan keadaan Chaeyoung, ya aku khawatir dengannya tapi aku bingung harus bersikap bagaimana. Aku juga merasa sangat buruk saat mengatai Chaeyoung dengan sebutan jalang.
Sungguh aku pun juga terkejut, entah mengapa kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut ku. Aku sadar itu pasti sangat menyakiti perasaanya, namun sama halnya dengan aku. Aku juga sakit ketika melihatnya dengan Jennie. Bagaimana pun aku masih belum menerima kejadian waktu itu.
Lantas sekarang aku harus bagaimana? Haruskah aku menemuinya? Haruskah aku berbicara dengannya?
Ah ku pikir tidak usah, untuk sekarang biarkan saja berjalan seperti ini.
Tapi siapa? Siapa yang berani menabraknya? Aku harus mencari tahu orang yang menabrak Chaeng. Ya aku memang kecewa padanya tapi aku tidak bisa diam ketika ada yang melukainya dan ini tidak bisa dibiarkan.
tuuutt....tuuuuttt
"Nde?"
"Aku mau unnie mengurus sesuatu"
"mwo?"
"Cari tahu siapa yang menabrak Chaeyoung"
"oke"
"Cari tahu secepatnya dan kabari aku jika sudah ketemu."
"ndee"
tut
Haah sekarang aku tak tau tarus kemana, pagi-pagi mood ku sudah rusak dan ahhh sial tamparan Jennie sangat sakit, berengsek sekali rubah kecil itu berani menyentuh ku dengan tangan sialannya.
Sekarang haruskah aku kembali ke kelas atau bolos saja ke UKS? Ck, sepertinya harus kembali ke kelas mengingat aku sudah bolos untuk beberapa hari.
Dengan malas aku berjalan kembali ke kelas, para siswi sudah masuk kedalam kelasnya masing-masing. Ya jelas, jam pertama sudah dimulai sejak 20 menit yang lalu. Aku bergegas lari untuk menuju ke kelas.
Saat sampai di lorong kelas aku melewati kelasnya, ku lihat sudah ada guru didalamnya. Aku berjalan dengan pelan kemudian melihat punggungnya dari belakang setelah itu aku langsung menuju ke kelasku.
"oh sh*t aku lupa ini jam dari nenek lampir" guman ku setelah melihat kearah kelas.
tok....tok....tok
"LALISA! KENAPA KAU BARU DATANG?!" Aku menutup telinga ku karena teriakan nenek lampir itu sangat nyaring, sampai-sampai membuat gendang telinga ku sakit.
"Jeosong habnida Ssaem, saya sudah ada di sekolah sejak pagi dan tas saya juga sudah ada di tempat saya. Tadi saya sakit perut dan berujung lama di toilet" Jelas ku.
"Alasan, untuk kali ini ku maafkan. Cepat kembali ke tempat mu" Ujarnya.
"Nee, gamsahamnida"
Aku sedikit berlari untuk duduk di bangku ku yang berada di paling belakang. Ku lihat Seulgi sedikit terkekeh melihat ku yang dimarahi, sialan beruang itu lihat saja nanti.
Lisa POV END.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
More Than Friends | Chaelisa [END]
Fanfiction"Kumohon, maafkanlah cinta kita ini yang tak terkabul" Chaeyoung. "Jikalau dahulu aku tidak terlahir seperti ini, kita tak akan pernah berpisah dan kita berdua kan terikat" Lisa. Rank #2 - Rosé Rank #3 - Chaelisa Rank #2 - Chaennie
![More Than Friends | Chaelisa [END]](https://img.wattpad.com/cover/320798222-64-k453913.jpg)