TAKUT BANGET LOH DI TEROR NETIJEN 😭
IYA NIH IYA UPDATE NIH
Happy Reading!
Happy reading!!
Di perjalanan pulang~Chaeyoung terus memikirkan permintaan teman-temannya yang memintanya untuk tampil di Pentas Seni sekolah. Jika hanya dirinya yang tampil mungkin pikirannya tidak akan serumit ini, masalahnya adalah dia harus membujuk Lisa untuk bisa tampil dengannya di acara tersebut.
Mengingat hubungannya yang sudah tidak seperti dulu tentu membuatnya sangat khawatir, ditambah lagi dengan Daddy nya yang sangat melarang keras dirinya berhubungan dengan Lisa. Bagaimana dia menghadapi ini? Bagaimana reaksi kedua orang tuanya saat tau dirinya akan berkolaborasi dengan Lisa?
"Arrrrrrrgghhh Jinjja!!" erang Chaeyoung yang mengagetkan sang Sopir.
.
.
Dilain sisi~
Kini Lisa tengah duduk dihadapan meja kantornya dengan tumpukan dokumen akibat dirinya tinggal selama beberapa waktu. Ya, ingat. Lisa pulang terlebih dulu dari sekolah setelah ujian selesai, jadi memungkinkan sekali jika dirinya sudah bertengger di kantornya tersebut.
Tanpa makan siang dan asupan yang ia makan sejak pagi, Lisa terus fokus membaca dan menandatangani dokumen yang ada di mejanya. Sesekali dirinya memijit keningnya yang terasa pusing dan sakit. Tidak ada ekspresi di wajahnya, hanya datar seperti mayat hidup.
Kristall yang berada di satu ruangan dengan Lisa tentu memperhatikan adiknya, ya dia sudah menganggapnya seperti adiknya. Dia merasa khawatir, namun ia tahu watak Lisa yang sangat keras kepala. Jika tidak maka tidak.
Hari sudah menunjukkan pukul 21.00 malam, namun Lisa sama sekali enggan untuk mengangkat bokongnya dari sana. Kristall sudah bolak balik untuk membuatkannya kopi tanpa makanan sedikitpun.
"Sebaiknya kita pulang, besok kau masih ada jadwal ujian," kata Kristall dengan tiba-tiba dan membat aktivitasnya terhenti.
Lisa melihat jamnya yang bertengger di tangan kirinya, dan ya dia melihat sudah malam kemudian ia menandatangani dengan asal dokumen yang tersisa.
"Tunggu saja aku di mobil unnie, aku akan segera turun," tutur Lisa tanpa melihat Kristall.
Kristall yang sudah mendengar suaranya pun segera menuruti perintah Lisa untuk menunggunya di mobil. Sementara itu Lisa sibuk membereskan berkasnya dan mematikan laptopnya.
Setelah dirasa beres, Lisa tak langsung turun ke bawah ia malahan membuka ponsel barunya yang sepi dan kosong. Ya karena itu ponsel baru dia hanya menyimpan nomor Daddy, Mommy, dan Kristall. Ia juga mengecek email untuk melihat-lihat.
Drrrrtt drrrrrtt telpon masuk
"Ya aku akan turun," katanya dan kemudian mematikan panggilan.
KAMU SEDANG MEMBACA
More Than Friends | Chaelisa [END]
Fanfiction"Kumohon, maafkanlah cinta kita ini yang tak terkabul" Chaeyoung. "Jikalau dahulu aku tidak terlahir seperti ini, kita tak akan pernah berpisah dan kita berdua kan terikat" Lisa. Rank #2 - Rosé Rank #3 - Chaelisa Rank #2 - Chaennie
![More Than Friends | Chaelisa [END]](https://img.wattpad.com/cover/320798222-64-k453913.jpg)