Apa Kabar?
Sejak kejadian pertengkaran yang terjadi antara Chaeyoung dan Daddy nya, keadaan Chaeyoung saat ini sangatlah kacau, dia mengurungkan dirinya di dalam kamar. Ia menangis sambil memeluk kakinya sendiri, menenggelamkan wajahnya pada tumpuan tangannya.
Lisa, ya gadis itu saat kini yang sedang memenuhi pikiran Chaeyoung. Perasaannya kini tak menentu, dia bingung, takut, sedih nantinya apa yang harus ia katakan kepada Lisa. Apakah nanti dia akan mampu berpisah dengan Lisa?
Memikirkannya saja ia sudah sangat tidak sanggup, bagaimana nanti jika itu benar-benar terjadi?
Flashback..
"hikkkss.....hiksss...."
"A-aaraseo....hikkksss" Perhatian Daddy Park teralihkan, ia menatap putri bungsunya.
"hiiiikkkkkks.......g-geundae hiikk"
"hikkk....biarkan aku lulus disini..hikkss"
Chaeyoung menjeda perkataanya hal ini membuat Daddy Park terus menunggu dan menatap putri bungsunya.
"Dan setelah lulus aku akan ikut pindah ke Aussie...hikssss" Jelasnya secara final.
Setelah mendengar jawaban putri bungsunya, tanpa berucap lagi Daddy Park langsung pergi begitusaja meninggalkan anak dan istrinya di ruang makan.
Chaeyoung terduduk dilantai memeluk lututnya dan menenggelamkan wajahnya diantara kedua kakinya. Mommy Park yang mendengar tangisan pilu anaknya menatap sedih pada anaknya.
Dia memang tidak membenarkan hubungan anaknya, namun setelah melihat betapa hancur anaknya ketika harus berpisah dengan seorang yang dicintainya. Dia lebih baik melihat putrinya bahagia daripada hancur seperti dulu dan sekarang ini.
Mommy Park berjalan untuk memeluk putri kecilnya yang sedang menangis, sungguh hatinya terasa sangat sakit mendengar tangisan anaknya. Ia membawa tubuh Chaeyoung kedalam dekapannya.
"Sudah ya? Mommy tau ini sulit untuk mu. Mommy memang tidak menyetujui hubungan kalian, tapi mommy tau kau dan Lisa memang saling mencintai. Jika dia memang untuk mu, sejauh mana kau pergi pasti kau dan dia akan bertemu dan bersatu kembali jika memang kalian benar-benar ditakdirkan untuk bersama"
"Sekarang serahkan saja semuanya pada Tuhan dan takdir. Untuk saat ini, gunakanlah waktumu dengannya sebaik mungkin. Mommy tau waktumu dan dia tidak akan lama karena beberapa bulan lagi kalian akan lulus."
"Bicaralah dengannya baik-baik, Mommy rasa dia akan mengerti."
Flashback END
.
.
Pikirannya terus memikirkan Chaeyoung, sejujurnya dia juga merasa khawatir dengan apa yang dikhawatirkan oleh kekasihnya. Kekhawaatirannya bahkan sudah ada sejak ia memulai hubungannya dengan Chaeyoung. Namun bagaimanapun sejak awal dia sudah bertekat ingin memperjuangkan hubungannya walaupun kedepannya akan sulit diterima oleh keluarga, orang terdekat bahkan dunia.
Sesaat kemudian ia teringat akan ucapan Lisa yang akan mengabarinya, ia melirik jam dan kini sudah waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 malam. Buru-buru ia mencari ponselnya untuk mengabari kekasihnya, Lisa pasti sangat khawatir karena ia belum mengabarinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
More Than Friends | Chaelisa [END]
Fanfiction"Kumohon, maafkanlah cinta kita ini yang tak terkabul" Chaeyoung. "Jikalau dahulu aku tidak terlahir seperti ini, kita tak akan pernah berpisah dan kita berdua kan terikat" Lisa. Rank #2 - Rosé Rank #3 - Chaelisa Rank #2 - Chaennie
![More Than Friends | Chaelisa [END]](https://img.wattpad.com/cover/320798222-64-k453913.jpg)