Budayakan vote sebelum membaca cerita ^^
Happy reading!
***
Botol tersebut berhenti ke arah......
"hahahhaahhahahahaha" tawa Jisoo dengan puas sambil berlari mengelilingi seseorang.
"Yaaak kau memutarnya pasti tidak benar, ulangi aku tidak terima!" Jennie tak terima, pasalnya botol tersebut berhenti tepat kearah dirinya lagi.
"Sudah lah terima saja J" kata Lisa kepada Jennie yang langsung dihadiahi lirikan sinis oneh Jennie.
"terima kenyataan saja Jendeukie, tidak usah mengelak" Ujar Jisoo sambil menaik turunkan alisnya.
"Rosie, help me huaaaaaa" adu Jennie ke Chaeyoung. Chaeng hanya memeluk Jennie dari samping sambil mengelus punggung Jennie.
"tadi kau sudah milih dare, sekarang adalah truth" kata Jisoo. Jujur Jennie sedikit gelisah, karna dirinya takut Jisoo membongkar rahasianya.
"aku ingin bertanya duluan" kata Chaeyoung, seketika hati Jennie berdetk dengan kencang.
"apakah kau pernah membohongiku?" tanya Chaeyoung, mendengar itu Jennie menghembuskan nafasnya dengan pelan.
"anni, aku tidak pernah membohongimuu hubby" Jennie menjawabnya sambil menyengir dan itu memperlihatkan gummy smile nya. Melihat itu Chaeng terkekeh karna tingkah lucu Jennie.
"Kekeke, Oke wifey" Chaeng mengatakan itu sambil merentangkan tangannya agar Jennie memeluknya. Melihat itu Jennie tidak keberatan dan langsung menyambar Chaeyoung dan tidak melepaskan pelukannya. Jisoo dan Lisa yang melihat pemandangan itu hanya melirik malas pasalnya mereka terlalu mendrama.
"kalau gitu aku mau tanya" sela Lisa agar mereka melepaskan pelukannya, namun mereka tetap tidak melepaskannya.
"tanya saja" cicit Jennie karna dirinya masih sibuk memeluk Chaeyoung.
"apa kau pernah berpacaran dengan seorang wanita?" kata Lisa.
"anni, tidak pernah" sahut Jennie yang menanggapi pertanyaan dari Lisa.
"apa kau menyukai salah satu dari kami?" selak seseorang .
deg
Pertanyaan itu dilontarkan oleh Jisoo. Jennie yang tadinya tengah sibuk berpelukan dengan Chaeyoung seketika terdiam didalam pelukan Chaeng, debaran jantungnya pun terasa oleh Chaeng.
***
Jennie POV
Kim Jisoo astaga aku benar-benar ingin menyakarnya, apa dia sengaja bertanya seperti itu agar aku mengungkapkannya. Sial hati ku berdebar tidak karuan, aku rasa Chaeyoung dapat merasakannya. Bagaimana ini, aku harus jawab apa??
Karena aku bingung harus menjawab apa, jadi ku putuskan untuk memeluknya dengan erat. Ya sangat erat, aku ingin dengan pelukan ini aku bisa menyampaikan perasaan ku padanya. Setelah lama memeluknya, aku pun melepaskan pelukannya dan tak lupa mengecup pipi gembulnya itu. Ku lihat sebentar reaksinya, dan dia terlihat biasa saja saat aku mengecup pipinya.
"Jika iya itupun bukan dirimu Kim" Jawab ku dengan dingin menanggapi pertanyaan dari Jisoo. Suasana cukup hening, aku sedikit melihat ke arah dirinya dan pandangan kami bertemu. Hey tunggu, kenapa aku melihat seperti ada kesedihan yang mendalam dari dalam matanya? apa dia tidak terima atas ucapan ku? ah aku tidak peduli.
"Eheey ayo kita main lagi" kata Lisa memecahkan keheningan yang sempat terjadi, aku pun beralih mengambil botol itu.
"sekarang aku igin memutarnya" kata ku dan mereka hanya menyaksikan diriku memutar botol minuman ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
More Than Friends | Chaelisa [END]
Fiksi Penggemar"Kumohon, maafkanlah cinta kita ini yang tak terkabul" Chaeyoung. "Jikalau dahulu aku tidak terlahir seperti ini, kita tak akan pernah berpisah dan kita berdua kan terikat" Lisa. Rank #2 - Rosé Rank #3 - Chaelisa Rank #2 - Chaennie
![More Than Friends | Chaelisa [END]](https://img.wattpad.com/cover/320798222-64-k453913.jpg)