Happy reading!
"LISA!!" Teriak Jisoo
Chaeyoung yang tepat berada di samping Lisa segera menangkap tubuh Lisa agar tidak jatuh ke lantai. Jisoo dan Jennie dengan cepat menghampiri pasangan Chaelisa untuk membantu menolongnya. Jennie mengeluarkan tissue dari salam sakunya, dan dengan segera langsung menyumbat darah yang mengalir.
"Lisa, waee geurae Lisaya. Hey sayang, bangunlah hiksss Lisaya bangun hiksss kau membuatku panik " Ujar Chaeyoung sambil menepuk-nepuk pipi Lisa dengan pelan.
"Shhhhtt Rosie jangan menangis" Jennie menenangkan Chaeyoung.
"Sebaiknya kita bawa Lisa ke UKS palli palli" Ujar Jisoo
Ketiganya kini membopong tubuh Lisa dengan susah payah. Chaeyoung terus menangis lantaran khawatir pada Lisa yang tak kunjung bangun dan darah segar terus mengalir di hidungnya. Mereka bertiga sudah sangat berkeringat, namun dengan tetap memikirkan kesehatan Lisa mereka terus berjalan hingga menuju UKS.
"Seseorang tolong kami!!" Teriak Jisoo ketika sampai di pintu UKS.
Dokter yang berjaga di UKS segera membukakan pintu untuk mereka dan mengarahkan ketiganya untuk menaruh Lisa di atas bangsal.
"Apa yang terjadi?" Tanya sang dokter.
"Ku mohon tolong dia" Ujar Chaeyoung.
"Dia jatuh pingsan dan tiba-tiba saja mimisan seperti itu" Sahut Jisoo
"Baiklah sebaiknya kalian duduk di kursi tunggu, saya akan memeriksanya" Ujar Dokter
Jisoo dan Jennie segera mundur namun Chaeyoung masih berada disisi Lisa. Ia menggenggam tangan Lisa dengan erat, tangan lainnya digunakan untuk merapihkan rambut Lisa.
"Rosie, sebaiknya kita duduk dulu biarkan dokter memeriksanya" Kata Jennie dengan lembut yang sudah berada di belakangnya sambil memegang kedua bahu Chaeyoung.
"hikksss....hikssss nde"
Setelah mereka bangun dan meminggir, Dokter langsung menutup tirai dan segera memeriksanya.
Chaeyoung POV
"Hikksss aku benar-benar pacar yang buruk"
"Hey jangan berkata seperti itu" Sahut Jennie pada ku.
"Aku memang buruk. Aku mencampakkannya, Aku......aku memang sangat buruk hikkss"
"Tenanglah Chaeng" Ujar Jisoo
Lisa seperti ini pasti karena ku, ya pasti. Aku kekasih yang buruk bukan?
Aku memperhatikannya setiap hari, membaca pesan-pesannya, memikirkannya tanpa henti. Aku tahu aku dan dia sama-sama sangat kacau, tapi aku tidak punya pilihan. Aku harus seperti ini agar Daddy tidak memisahkan kita.
Aku sangat menyayanginya juga mencintainya. Aku tidak siap jika dalam waktu dekat kami berpisah, sungguh aku sangat tidak siap. Tapi jika terus begini bukankah aku sangat egois? yang terus mengabaikkannya juga menghindarinya dengan dalih sibuk belajar untuk ujian. Sungguh itu alasan yang sangat-sangan classic.
KAMU SEDANG MEMBACA
More Than Friends | Chaelisa [END]
Fanfiction"Kumohon, maafkanlah cinta kita ini yang tak terkabul" Chaeyoung. "Jikalau dahulu aku tidak terlahir seperti ini, kita tak akan pernah berpisah dan kita berdua kan terikat" Lisa. Rank #2 - Rosé Rank #3 - Chaelisa Rank #2 - Chaennie
![More Than Friends | Chaelisa [END]](https://img.wattpad.com/cover/320798222-64-k453913.jpg)