Zayyan Zainul Muttaqin (42)

2.6K 215 21
                                        


Assalamualaikum Warohmatulloh Wabarokatuh

Bismillah Alhamdulillah
Semoga pembaca istiqomah jamaah sholat 5 waktu
Semoga pembaca istiqomah membaca AlQura'an dan solawat nabi

Happy Reading
###

Kidung Cinta

"Nyanyian cinta hanya bisa terucapkan dalam hati. Saling bergurau menyenangkan pasangan adalah ibadah bagi suami istri."

"Gus,  jenengan ngersaake bubur kacang hijau,  nopo kacang tanah?" suara  istriku mengintrupsi. (Gus,  mau bubur kacang hijau  atau  kacang tanah?)

"Kacang Hijau, Dek," jawabku gugup. Ia  aku baru  saja  melamun. Entah kenapa melihat pemandangan anak - anak  tpq yang berlalu lalang  di luar jendela membuatku teringat masa  kecil.

"Mi, kenapa aku harus belajar di tpq? Apa tidak cukup aku belajar dengan umi?" tanyaku saat pertama kali diantar Umi dengan berjalan kaki.
Umi mengelus pundakku sambil berkata, "Nak,  Dalam kitab Adabul Ta'lim Wal Muta'alim, temannya kitab alala. (Umi saat aku kecil suka sekali berkata seperti itu. Misal Nak, hari ini kita makan ikan nila, temannya ikan lele. Lalu aku mengangguk seolah paham).

Ujung dari sebuah ilmu adalah pengamalan, karena pengamalan itu adalah buah dari ilmu itu sendiri, fungsi dari pada umur dan bekal untuk akhirat nanti. Jadi belajarlah kepada banyak guru. Jangan pernah merasa cukup. Jangan hanya belajar dengan Umi.

Esok saat kau sudah besar,  engkau juga harus merantau untuk belajar kepada guru-guru yang lebih alim lagi seperti Imam Syafi'i nak, beliau walaupun rumahya di Irak demi ilmu merantau sampai ke Makkah.

Beliau. belajar dari banyak guru. Saat ini kita mengikuti madzhab Imam Syafi'i.  Besok kalau sudah lulus Sd mau ke pesantren di Jawa kan?"
"Iya, Umi, biar bisa kaya Imam Syafi'i." kataku polos. Lucunya pertama kali mondok di Jawa, Umi menangis, aku jadi ikutan menangis. Padahal laki-laki biasanya pantang menangis.

Itulah awal mula niat mencari ilmu ke beberapa guru, tidak hanya ilmu yang dicari, tetapi barokah guru juga penting.

"Bismillah ya Nak, niatkan belajar di  tpq ini untuk menegakkan agama Allah." kata Umi selalu.

Diumurku yang masih belia sebenarnya tidak paham konsep menegakkan agama Allah. Namun aku tetap patuh membaca niat yang diperintahkan umi sampai dewasa ini.

"Iya Umi, Assalamualaikum." itu awal dan terakhir kali Umi mengantarkanku ke tpq. Setelah itu Umi disibukkan oleh merawat Simbah yang sudah sakit. Aku dengan mandiri berangkat ke tpq naik sepeda pembelian Abah.

Kata Abah sore itu, "Nak, gunakan sepeda ini untuk menuntut ilmu . Maka , kelak di akhirat nanti, ia akan jadi saksi bahwa , Zayyan ini dulu rajin menuntut ilmu, dengan sepedanya menemani setiap langkah Zayyan demi menuntut ilmu, belajar dengan guru di sekolah."

Aku dengan bangga setiap hari sekolah formal maupun tpq bersepeda. Apa kabar sepedaku itu, sudah kuwariskan kepada sepupuku yang masih kecil dan kuberi ia nasihat seperti Abah tadi.

###

Ini  adalah pertemuan pertama setelah masuk pesantren.  Aku tentu  izin dengan  Abah  dan  Ibu Yai atau  paman  bibiku.  Beliau berdua  malah  meminjamkan kami  mobil. Katanya  istrinya diajak mengaji di  luar pondok berhubung ini  hari jumat.

"Dek,  ini  hari jum'at." kataku  menggantung.

"Enggih,  Gus," jawabnya sambil  membawa dua  mangkuk bubur kacang hijau.

Sampean Gus?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang