Assalamualaikum Warohmatulloh Wabarokatuh
Bismillah Alhamdulillah
Semoga pembaca istiqomah jamaah sholat 5 waktu
Semoga pembaca istiqomah membaca AlQura'an dan solawat nabi
Happy Reading
###
Kidung Cinta
"Nyanyian cinta hanya bisa terucapkan dalam hati. Saling bergurau menyenangkan pasangan adalah ibadah bagi suami istri."
"Gus, jenengan ngersaake bubur kacang hijau, nopo kacang tanah?" suara istriku mengintrupsi. (Gus, mau bubur kacang hijau atau kacang tanah?)
"Kacang Hijau, Dek," jawabku gugup. Ia aku baru saja melamun. Entah kenapa melihat pemandangan anak - anak tpq yang berlalu lalang di luar jendela membuatku teringat masa kecil.
"Mi, kenapa aku harus belajar di tpq? Apa tidak cukup aku belajar dengan umi?" tanyaku saat pertama kali diantar Umi dengan berjalan kaki.
Umi mengelus pundakku sambil berkata, "Nak, Dalam kitab Adabul Ta'lim Wal Muta'alim, temannya kitab alala. (Umi saat aku kecil suka sekali berkata seperti itu. Misal Nak, hari ini kita makan ikan nila, temannya ikan lele. Lalu aku mengangguk seolah paham).
Ujung dari sebuah ilmu adalah pengamalan, karena pengamalan itu adalah buah dari ilmu itu sendiri, fungsi dari pada umur dan bekal untuk akhirat nanti. Jadi belajarlah kepada banyak guru. Jangan pernah merasa cukup. Jangan hanya belajar dengan Umi.
Esok saat kau sudah besar, engkau juga harus merantau untuk belajar kepada guru-guru yang lebih alim lagi seperti Imam Syafi'i nak, beliau walaupun rumahya di Irak demi ilmu merantau sampai ke Makkah.
Beliau. belajar dari banyak guru. Saat ini kita mengikuti madzhab Imam Syafi'i. Besok kalau sudah lulus Sd mau ke pesantren di Jawa kan?"
"Iya, Umi, biar bisa kaya Imam Syafi'i." kataku polos. Lucunya pertama kali mondok di Jawa, Umi menangis, aku jadi ikutan menangis. Padahal laki-laki biasanya pantang menangis.
Itulah awal mula niat mencari ilmu ke beberapa guru, tidak hanya ilmu yang dicari, tetapi barokah guru juga penting.
"Bismillah ya Nak, niatkan belajar di tpq ini untuk menegakkan agama Allah." kata Umi selalu.
Diumurku yang masih belia sebenarnya tidak paham konsep menegakkan agama Allah. Namun aku tetap patuh membaca niat yang diperintahkan umi sampai dewasa ini.
"Iya Umi, Assalamualaikum." itu awal dan terakhir kali Umi mengantarkanku ke tpq. Setelah itu Umi disibukkan oleh merawat Simbah yang sudah sakit. Aku dengan mandiri berangkat ke tpq naik sepeda pembelian Abah.
Kata Abah sore itu, "Nak, gunakan sepeda ini untuk menuntut ilmu . Maka , kelak di akhirat nanti, ia akan jadi saksi bahwa , Zayyan ini dulu rajin menuntut ilmu, dengan sepedanya menemani setiap langkah Zayyan demi menuntut ilmu, belajar dengan guru di sekolah."
Aku dengan bangga setiap hari sekolah formal maupun tpq bersepeda. Apa kabar sepedaku itu, sudah kuwariskan kepada sepupuku yang masih kecil dan kuberi ia nasihat seperti Abah tadi.
###
Ini adalah pertemuan pertama setelah masuk pesantren. Aku tentu izin dengan Abah dan Ibu Yai atau paman bibiku. Beliau berdua malah meminjamkan kami mobil. Katanya istrinya diajak mengaji di luar pondok berhubung ini hari jumat.
"Dek, ini hari jum'at." kataku menggantung.
"Enggih, Gus," jawabnya sambil membawa dua mangkuk bubur kacang hijau.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sampean Gus?
SpiritualSemenjak membantu temanku mengkhitbah calonnya yaitu santri pamanku, aku sedikit memperhatikan gadis bercelak yang mengantarkan unjuan di ruang tamu ndalem itu. Zayyan Zainul Muttaqin Tahun keduaku mengabdi di ndalem ini sedikit berbeda karena sahab...
