Bismillah
Semoga jamaah 5 waktu istiqomah
Tilawah Al Qur'an
Sholawat Nabi Istiqomah
Happy Reading
¤¤¤¤
Ilmu dan Adab
"Orang yang berilmu itu baik. Namun, lebih mulia orang yang berilmu dan beradab."
Aku ini manusia biasa, walaupun keturunan priyai. Derajat kemuliaan disisi Allah menurut kitab Alfiyah ibnu Malik karangan Jamaludin Muhammad bin Abdulloh Bin Malik. Salah satu bait kitab Alfiyah ini yaitu bil jarri , wa tanwini, wa nida wa al, wal musnadi lil ismi tamyizu hasol. Ini bila diartikan secara harfiyah makna baitnya adalah ori-ciri suatu isim yang menunjukkan benda , nama orang, nama jenis dan bilangan. Namun, secara tafsir i'rob jer itu taat dan tunduk kepada Allah, tanwin yaitu kesungguhan mencari ridho Allah, nida berdikir kepada Allah, hurul al berfikir, musnad ilaih beramal nyata. Itu ilmu yang saya pelajari saat mondok di salah satu pondok terkenal di Jepara, Jawa Tengah.
Abah maupun umi sejak aku kecil tak pernah mengajariku bersikap layaknya raja. Namun, tentu saja akan berbeda antara manusia berilmu dan beradab, berilmu saja, atau beradab saja. Mungkin kalian bingung atas pembagian manusia yang aku sebutkan? Jadi begini, saya akan sedikit mengulas penjelasan Abah dan Umi saat aku mulai remaja.
"Bah, kenapa sih, orang-orang seperti terlalu hormat kepada Abah?" tanyaku polos. Umurku masih dua belas tahun.
"Hormat seperti apa?" Abah malah bertanya balik.
"Iya itu kenapa kang dan mba santri saat ada Abah dan umi menunduk terus, saat Abah naik motor mereka semua berhenti berjalan sambil
menunduk, saat Abah berbicara mereka semua mendengarkan sambil menunduk, saat Abah duduk santai seperti ini mereka berjalan menggunakan lutut sambil mundur hingga keluar rumah. Kenapa?" tanyaku panjang lebar.
"Itu namanya adab seorang murid kepada gurunya, Gus," jawab Umi dari belakang membawa secangkir kopi untuk Abah.
"Apa itu adab , Umi?" tanyaku lagi. Diumurku yang masih dibilang kecil, , tentu aku masih buta ilmu.
" Dalam bahasa arab adab itu bentuk kata benda (masdar) yang berasal dari kata kerja (fiil madhi) adaba artinya sopan santun, tata krama , budi pekerti, atau nilai yang baik dilihat oleh masyarakat." kata Umi sambil mengelus pundakku.
"Adab adalah cara kita bersikap, bagaimana cara kita menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda dan menghargai sesama, tetapi adab menghormati ini bisa juga berlaku bagi orang yang berilmu walaupun usianya lebih muda dari kita." terang Abah sambil menyesap kopi.
"Iya, Gus, ilmu itu membuat seorang yang memilikinya menjadi mulia. Ingat kitab alala yang sering umi bacakan padamu?" tanya Umi.
"Iya , Umi," jawabku sambil berpikir.
"Belajarlah karena ilmu menghiasi ahlinya. Kelebihan dan tanda sifat-sifat mulia." Umi bersenandung dan aku mengikutinya. Kitab Alala itu adalah syair yang ada dalam kitab Ta'limul Muta'alim.
"Adab itu ada macamnya misal adab terhadap diri sendiri, adab terhadap gurunya,adab terhadap ilmunya, bahkan adab terhadap alat atau media belajar pun ada." Abah membuka kitab yang diambil di salah satu lemari kitab.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sampean Gus?
SpiritualSemenjak membantu temanku mengkhitbah calonnya yaitu santri pamanku, aku sedikit memperhatikan gadis bercelak yang mengantarkan unjuan di ruang tamu ndalem itu. Zayyan Zainul Muttaqin Tahun keduaku mengabdi di ndalem ini sedikit berbeda karena sahab...
