Bismillahirrohmairrohim
Jangan tinggal sholat jamaah dan tilawah Qur'an...
Asmaul husna dan burda juga dibaca ya teman...
Vote bintang pojok dan comment yang membangun ditunggu
¤¤¤¤
Dahaga Ilmu
"Ilmu itu cahaya. Barangsiapa yang ingin hidupnya bercahaya , maka carilah ilmu kepada mahaguru.
Ilmu dan mahaguru adalah sebaik-baik penolong yang membawamu mendekat kepada Allah, Rasululloh dan Al-Qur'an yang mulia."
Hari ini tanggal sepuluh bulan Agustus, dimana semua santri harus ditarik pembayaran bulanan. Kecuali untuk beberapa santri yang mendapat kompensasi dengan alasan tertentu. Aku sebagai bendahara pondok sudah membuka kantor untuk melayani urusan administrasi ini dari jam tujuh pagi sampai jam sembilan. Kantor memang dibuka pada jam tertentu mengingat pembagian jadwal pengurus jaga dan mengaji.
Aku juga harus mengaji disaat santri lain mulai masuk sekolah umum. Seperti hari senin ini jadwalku dan teman pengurus lainnya mengaji bersama Ustadz Zayyan mata pelajaran Ushul Fiqih. Sekitar lima menit kami menyiapkan aula tempat mengaji. Menata meja dan kursi Ustadz, membersihkan papan tulis.
Kemudian berdoa ketika Ustadz Zayyan datang. Beliau mengucap salam sembari duduk di kursi guru. Diawali mengirim hadoroh mualif kitab dan guru-guru, beliau mulai membaca kitab.
Setelah memaknai kitab Mabadi Awaliyah beliau langsung menjelaskan,"Materi hari ini tentang Al-Amr (perintah) yaitu tuntutan untuk mengerjakan dari atasan kepada bawahannya. Dalam pembahasan ini terdapat beberapa kaidah:
Perintah amr pada dasarnya menunjukkan wujub (wajib), kecuali ada dalil yang menunjukkan selainnya. Contohnya perintah sholat dan zakat dalam Q.S. AL-Baqoroh ayat 43
Perintah amr pada dasarnya tidak memiliki konsekuensi pengulangan , kecuali ada dalil yang menunjukkan selainnya. Contoh perintah untuk haji dan umroh dalam Q.S. Al-Baqoroh ayat 196
Perintah amr pada dasarnya tidak memiliki konsekuensi untuk segera dikerjakan. Tujuan amr adalah terwujudnya suatu pekerjaan tanpa adanya pengkhususan dengan waktu awal. Contohnya perintah sodaqoh boleh dilakukan kapanpun atau tidak memiliki waktu khusus.
Perintah amr terhadap sesuatu berarti perintah kepada hal-hal yang menjadi wailah (medium) timbulnya sesuatu tersebut. Contohnya perintah sholat berarti perintah bersuci.
Perintah terhadap sesuatu berarti larangan (nahi) terhadap hal-hal yang berlawanan dengan sesuatu tersebut. Contohnya berkata yang baik dalam Q.S. Al-Baqoroh ayat 83.
Baiklah sampai disini ada yang ingin ditanyakan?" tanya Ustadz Zayyan sambil meletakkan kacamatanya di meja. Seperti biasa aku sedikit melirik beliau yang masih menundukkan kepalanya.
Beberapa temanku ada yang serius mendengarkan sambil mencatat poin-poin kajian hari ini. Ada juga yang sekadar memaknani kitab dan mencoret pinggiran kitab kuning dengan sedikit penjelasan dari Ustadz. Aku sendiri lebih serius langsung menulis ayat yang disebutkan tadi sambil membuka Al-Qur'an yang aku bawa. Aku sudah mulai paham bahwa Ustadz Zayyan sering memberikan contoh ayat-ayat Al-Qur'an.
Sementara ruangan ini hening. Aku menengok kebelakang ada santri khuffadz yang tertidur. Aku maklum , Mba khuffadz yang sedang memejamkan mata itu semalam lembur tadarus di musola. MasyaAllah, sungguh banyak sekali teman santri disini yang semangat mengajinya tak kenal waktu dan lelah. Meskipun mengantuk tetap mengusahakan ikut mengaji kitab. Aku kembali melihat kitabku yang masih baru. Aku juga menuliskan nama guru yang mengajar kitab ini dihalaman kedua kitab Mabadi Awaliyah. Ustadz Zayyan.
Baiklah aku akan menceritakan salah satu Ustadz yang disegani di pondok ini walaupun usianya masih tergolong muda. Beliau ini bernama lengkap Ustadz Zayyan Zainul Muttaqin. Hampir semua santri mungkin mengenalnya. Namun, aku sendiri baru lima kali ini bertemu dengannya karena memang baru mengaji dengan beliau. Sebelumnya saat aku masih sekolah dulu hanya sering mendengar banyak santri membicarakan bahwa Ustadz ini selain ganteng dan tentunya alim beliau juga sabar dengan santri yang diajarnya. Bahkan beliau masih menganggap santai bila ada yang menggodanya. Ustadz ini selalu merunduk dan memandang santri putri seperlunya. Hal ini juga yang membuatku semakin menunduk bila berhadapan dengan guru.
Salah satu hal yang berusaha aku istiqomahkan adalah berangkat mengaji pertama dan duduk di barisan pertama depan guru agar mendapatkan ilmu yang diajarkan lebih banyak daripada temanku yang duduk paling terakhir. Tuk ...bunyi pulpen jatuh dari meja Ustadz berada tepat didepanku. Aku hanya diam melihat pulpen tinta berwarna hitam bermerek hi-tech itu. Hafidhoh adalah teman ngaji dari kamar khuffad yang selalu duduk didepan bersamaku menyikut tanganku.
"Mba Niya, itu pulpennya Ustadz diambilkan," pintanya sambil berbisik padaku.
"Aku ga berani Mba, malu," tolakku sambil mengenggam erat kitabku yang mulai basah karena tanganku berkeringat.
"Sudah cepat ga enak diliatin aja," paksanya lagi sambil merebut kitabku.
Kuberanikan diri mengambil pulpen itu dan beringsut maju kedepan sedikit mendongakkan kepala untuk meletakkan pulpen tadi di atas meja semula. Dari ujung mataku menangkap Ustadz melihatku sekilas kemudian langsung melihat kitabnya lagi. Kejadian ini berlaku sekitar lima detik karena kemudian aku langsung kembali ke tempat duduk semula.
Setelah insiden jatuhnya pulpen Ustadz Zayyan jadilah aku tidak konsen dengan beberapa pertanyaan dari para pengurus yang lain dan jawaban-jawaban dari Ustadz. Sampai bel berbunyi tanda jam mengaji selesai dan doa dilantunkan aku baru tenang.
Jangan lupa tinggalkan jejak vote ya teman -teman
KAMU SEDANG MEMBACA
Sampean Gus?
SpiritualSemenjak membantu temanku mengkhitbah calonnya yaitu santri pamanku, aku sedikit memperhatikan gadis bercelak yang mengantarkan unjuan di ruang tamu ndalem itu. Zayyan Zainul Muttaqin Tahun keduaku mengabdi di ndalem ini sedikit berbeda karena sahab...
