Bismillahirrohmanir rohim
Istiqomah jamaah , tilawah Qur'an dan jqngan putus solawat kepada kanjeng Nabi Muhammad shollalohu 'alaihi wasalam
Alhamdulillah lanjut ini cerita ...
Teruntuk pembaca yang baik hati budayakan bote bintang pojok dan saran yang mendukung....
¤¤¤¤¤
Suara Adzan subuh terdengar dengan merdunya. Tidak seperti biasanya aku terbangun tepat waktu subuh. Biasanya aku bisa bangun jam 3 malam untuk solat. Entahlah ini karena semalam setelah membaca doa-doa bahkan sampai mataku terpejam dan sengaja aku murojaah agar tertidur malah mata tetep on. Aku sudah murojaah 1 juz dalam hati belum bisa tidur, sampai terdengar suara salam dan mba lail masuk kamar.
Sesama pengurus tentunya aku dan mba lail sekamar. Dari balik selimut aku melihat Mba lail menata kasur lipatnya dan langsung tertidur. Sungguh nikmat Allah yang mana yang kau dustakan? Bisa tidur dengan cepat itu nikmat. Aku memang sering insomnia seperti ini. Dan hal ini diperparah karena aku sudah membaca puisi di telpon dengan seorang laki-laki entah siapa..astaghfirulloh. Sudahlah lupakan. Ingat besok jadwal simaan mba khuffadz.
Setelah bangun , wudhu memakai mukena , aku langsung menuju musola. Disana sudah banyak mba-mba dan saat aku menggelar sajadah Bu Nyai rawuh(datang). Jamaah pun berlangsung, diimami langsung oleh Bu Nyai, tetapi pagi ini Beliau tidak memipin wirid karena akan tindak.an(berpegian) dengan Abah ke Surabaya Pengajian Manaqiban guru besar beliau. Jadilah wiridan ini dipimpin mba pengurus yang bertugas.
Berkah semalam begadang jadilah subuh waktu wiridan bersama aku sangat mengantuk . Catat ya ini mengantuk bukan tidur. Posisiku duduk silo di barisan kedua shaf solat dengan mata terpejam. Aku masih bisa mendengar suara mba-mba yang membaca wirid. Mengapa aku menegaskan kalau ini hanya mengantuk?karena aku masih bisa mendengar suara-suara walau mata terpejam. Sedangakan pengertian tidur itu mata terpejam dan telinga tidak mendengar apapun. Aku juga bisa jelaskan kenapa mengambil posisi duduk silo ini? Agar tidak batal wudhunya. Jadi salah satu perkara yang merusak wudhu itu bila seseorang tertidur dan duduknya tidak menetapkan pantatnya pada bumi. Buat jaga-jaga kalau aku dari asalnya ngantuk jadi bablas tidur makanya duduknya dijaga. Ini semua aku ketahii setelah mengaji Kitab Fathul Qorib.
Aku baru membuka mata saat musafahah dengan semua pengurus dan santri. Kemudian aku sengaja mengambil wudhu lagi dan mengambil mushaf kembali ke mushola. Jadwal simaan mba khuffadz ini memang dimulai dari subuh.
Pengajian diawali dengan doa membaca Qur'an dan pembagian juz. Aku mendapat bagian juz 15 , alhamdulillah bertepatan dengan surat al isro dan al kahfi. Jangan tanya apa surat favoritku? Nanti kalau aku jawab surat fatihah (artinya pembukaan) kalian tidak percaya? Sebenarnya semua surat aku suka, namun bila disuruh memilih, aku hanya akan memilih surat itu. Nama lain surat al -fatihah diantaranya ummul kitab (induk kitab) , sab'ul mastsani (7 yang diulang-ulang). Aku jadi teringat syiir "Afdholul Qur'an surotul fatihah,Afdholul fatihah, awalu bismillah) artinya keutaman Qur'an surat fatihah, keutamaan fatihah yaotu diawali lafadz basmalah. Abah Afnan pernah ngendikan (berkata) saat awal-awal aku menjadi santri bahwa tulisan basmalah ada 19 huruf, barangsiapa menulis bismillah maka akan dimintakan ampunan oleh tiap-tiap huruf yang telah ditulis. Dalam lafadz basamalah juga ada 4 bolongan. Yaitu terdapat pada huruf 2 mim dan 2 ha. Besok di haqi qiyamat akan 4 huruf itu menjadi penolong, mim yang pertama mengeluarkan air, ha yang pertama akan mengeluarkan madu, mim yang kedua akan mengeluarkan susu dan ha yang kedua akan mengeluarkan khomer atau arak. Aku pernah mengaji di Kitab Bulughul Marom juga dijelaskan bahwa "Larangan seorang muslim meminum arak, sesungguhnya khomr atau arak diperuntukkan orang kafir di dunia dan orang muslim di akhirat."
Dan ingat ya teman, jumlah surat dalam Al-Qur'an itu ada 114 surat. Aku sering berfikir bila kita membaca surat itu pilih-pilih alias hanya itu-itu saja, atau tidak mau belajat membaca keseluruhan surat di Al-Qur'an, nanti surat yang tidak terbaca cemburu. Jadi untuk menghindari itu aku berusaha mengamalkan ngendikan(perkataan ) Bu Nyai untuk istiqomah deresan. Nah disini Bu Nyai mengajarkan membagi deresan menjadi 3. Yaitu deresan khatam, deresan murojaah , dan deresan ziyadah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sampean Gus?
SpiritualeSemenjak membantu temanku mengkhitbah calonnya yaitu santri pamanku, aku sedikit memperhatikan gadis bercelak yang mengantarkan unjuan di ruang tamu ndalem itu. Zayyan Zainul Muttaqin Tahun keduaku mengabdi di ndalem ini sedikit berbeda karena sahab...
