Zayyan Zainul Muttaqin (17)

4.1K 373 7
                                        

Bismillahirrohmanir rohim

Istiqomah saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran

Pokoknya jangan tinggal solat jamaah 5 waktu...dan tilawah Qur'an setiap hari..
Baca Sholawat apapun niat lillahi ta'ala semoga kita diakui umat Nabi akhirzaman..aamiin

Double up nih ...boleh bagi vote bintang pojok dan coment readers....

Happy reading

¤¤¤¤

Sejak semalam aku berada di masjid pondok, Aku merasa lebih baik atau sedikit melupakan hal tentang abah umi dan tentu masalh hati. Bahkan aku sengaja adzan subuh ini. Setelah adzan , aku melanjutkan dengan solat qobliyah subuh yang mana pahalanya sama dengan dunia seisinya.

Selesai solat subuh pengajian Kitab Manna'ul Qothon (Kitab yang menjelaskan tentang Al-Qur'an) jadwalnya Abah Afnan yang mengisi , berhubung beliau dan bibi alias Bu Nyai akan pergi ke Surabaya jadi aku disuruh badali (menggantikan).
Dalam kitab ini di jelaskan tentang banyak hal diantaranya ayat makkiyah (yang diturunkan di Makkah) atau ayat Madaniyah (ayat yang diturunkan di kota Madinah). Penjelasan tentang lahn (kesalahan) dalam membaca Al-Qur'an, lahn ini juga masih dibagi menjadi 2 baik itu jahr atau jelas contohnya seperti salahnya pengucapan makhroj huruf sehingga membuat huruf itu berubah ..itu juga dapat merubah makna. Dan lahn sirri atau samar contohnya ketika seorang membaca ghunnahnya kurang atau mad (bacaan panjang) yanh asalnya 3 alif / harokat kurang tepat. Ada juga penjelasan tentang mana pahala yang lebih baik membaca Al-Qur'an dengan melihat (bin nadzri) mushaf atau membaca Al-Qur-an dengan hafalan (bil ghoib). Bahkan dibahas juga tentang upah seorang pengajar Al-Qur'an.

Pengajian ini berlangsung sekitar 45 menit. Ketika jam sudah menunjukkan 6.30 aku menyudahi dengan doa bersama. Aku tidsk langsung kembali ke kamar, mengingat pahalanya orang yang berdzikir dari waktu subuh hingga waktu duha pahalanya sama dengan haji. Dzikir ini maknanya luas tidak harus dengan wirid, pengajian tadi juga disebut dzikir.

Aku keluar dari masjid jam 10, sambil berjalan santai melihat sekeliling bangunan pondok ini tak sengaja aku melihat ada 2 mba pondok yang masuk gerbang mungkin mau ke ruang tamu putri. Aku melanjutkan jalan kembali ke kamar pengurus.

¤¤¤

Kamar pengurus

"Ustadz...ada orang tua sampean (kamu) di ndalem abah Afnan", kata ahmad pengurus kebersihan pondok.
"iya tah kang...dari kapan?".kataku kaget mungkin ini jawaban perasaanku tidsk enak dari semalam.

"kurang paham Ustadz, sepertinya sebelum abah Afnan tindak (pergi)".kata ahmad sambil meninggalkanku di kamar sendirian.
Aku langsung bergegas mandi kemudian menuju ndalem abah Afnan.

¤¤¤

Ndalem Abah Afnan

Aku mengucapkan salam kemudian masuk langsung mencium tangan abah dan umi. Aku tidak melihat ada keluarga atau santri lain di ruang tamu ndalem. Suara bapak-bapak menyadarkanku.

"Niki guse geh bah, sami mondok mriki?.kata bapak itu (ini gusnya ya bah, mondok disini juga?

"enggih pak, iki cung wali santri bapak'e mba Uminyah. Abah Afnan niki wonten tamu tebih malah tindak, pas dilalah abah kangen awakmu cung."kata abah sambil memukul pundakku. (iya pak, ini lo nak bapaknya wali dantri namanya mba Umniyah, abah Afnan ini ada tamu jauh malah pergi, untung saja abah ada disini lagi kangen kamu)

"enggih bah", kataku malu dan meminta undur diri ke belakang ndalem.

¤¤¤

Dapur ndalem

Dari jauh aku melihat gorden pintu dapur ndalem bergerak terkena semilir angin. Dibalik itu ada seorang mba santri sedang menata cangkir di atas nampan.
"mba ndalem geh, tolong dibuat unjuk,an (jamuan) untuk tamu didepan".kataku dibalik korden.

Sampean Gus?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang