17

5.1K 306 1
                                        


Gracia berlari menuju parkiran dan disana masih terlihat mobil shani masih terparkir  yang menandakan shani masih berada di sekolah ini

Ia Memutar menuju toilet , dan kembali tidak menemukan shani

Gracia pun kembali berlari menuju kantor kepsek
Namun juga tak menemukan shani

"Kemana dia?" Lirih gracia sesekali menarik nafas lelahnya

Gracia berjalan kembali menuju parkiran dan mendekati mobil shani

Tak mungkin dia duluan pergi sedangkan mobilnya saja masih disini , fikir gracia sambil duduk di kursi bawah pohon dekat mobil shani

"Lagi duduk , sendiri aja nih mbaknya" sapa seseorang pada gracia

Dan

Itu adalah shani

Yang ternyata sedari tadi berada di dalam mobil

Gracia yang kesal dan kelelahan seketika menatap shani dengan tatapan maut

'Bruk'

Gracia yang emosi menghempas wajah shani dengan tas ransel nya

Lalu membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya

"CEPET JALAN!" Titah dingin gracia setelah mendudukan tubuhnya di kursi samping shani

Shani menatap takut-takut melihat wajah 'Macan' gracia yang mengingatkannya pada masa kecil mereka

Shani sangat sering melihat gracia kecil yang selalu 'Garong' seperti sekarang saat sering memukuli anak-anak yang sering membuli shani sewaktu SD dulu

Mengusap jidatnya yang memerah akibat hempasan ransel gracia

Shani dengan cepat memasang seatbelt lalu memencet tombol star pada mesin mobilnya

"Ke mana?" Tanya shani saat mobil mereka sudah keluar area sekolah

"Terserah!" Ketus gracia

Shani mengerinyit heran, gracia yang mengajak jalan gracia juga yang bilang terserah

"Chek in?" Tanya shani menggigit bibir bawahnya

Seketika mendapatkan tatapan tajam dari gracia

"Kemana dong ge?, " Rengek shani yang bingung mengarahkan mobilnya kemana

Gracia malah menyandarkan kepalanya lalu memejamkan matanya setelah menyamankan posisinya

"Kemana saja , aku pusing" lirih gracia

Tidak bohong

Gracia memang merasakan sakit di kepalanya  terlihat dari keringat dingin yang keluar dari pelipisnya

Sekilas shani menatap gracia lalu mengarahkan dengan pasti tujuan mobilnya sekarang

Rumahnya shani-

Shani membawa gracia kerumahnya
Saat, sampai

Gracia sudah tertidur

Dengan cekatan ,shani keluar dan memutar membuka pintu samping gracia

Setelah melepaskan seatbelt , shani menggendong gracia yang terasa sudah hangat dalam keadaan tertidur

Shani membawa gracia kedalam kamrnya dengan tak merasa berat sedikitpun saat menaiki anak tangga menuju lantai 2 kamarnya

Membaringkan tubuh gracia dengan posisi nyaman dan menutupi tubuhnya dengan selimut

"Kenapa sakit ge?, Apa kamu habis kehujanan?" Monolog shani lirih sambil mengusap kepala gracia











Setelah meminumkan obat penurun panas pada gracia sekarang shani
sedang mengompres nya,

shani mengambil hp nya dan menelpon feni

"Fen, lu dah di bandara?" Lu duluan aja ke jepangnya, gue tunda bentar, gracia sakit" ucap shani menelpon feni lalu menutup kembali panggilan teleponnya setelah mendapatkan persetujuan feni

Shani tersentak

Tanggannya yang mengompres di genggam erat gracia yang matanya masih terpejam

"J-jangan Pergi.." racau gracia dalam tidurnya masih menggenggam erat tangan shani

Sedikit shani melihat bulir air mata di sela keringat di wajah gracia

"Ge?" Panggil shani

Gracia hanya diam dan sesekali terdengar dengkuran halus dari nafasnya bertanda gracia memang sedang tertidur

Shani menangkup tangan gracia yang menggenggamnya dengan tangan satunya

"Maaf ge, ini permintaan terakhir bunda, aku gk bisa gk pergi" lirih shani

Dan terlihat air mata gracia mengalir namun dengan nafas yang masih mendengkur halus

"Aku sayang sama kamu ge"

Shani melepaskan jaketnya dan megganti pakaiannya dengan pakaian santai di rumah

Celana pendek dan kaos oversize

Ia naik pelan di atas kasurnya dan berbaring di samping gracia yang tubuhnya masih terasa sangat panas

Memeluk erat tubuh gracia tak lama
Ia pun tertidur

Jujur saja , shani memang sangat mengantuk, semalaman dia tidak bisa tidur nyenyak

Sangat banyak yang ia fikirkan ahir ahir ini

Dan ketakutan terbesarnya adalah

Gracia tidak lagi mau menerimanya dan pergi bersama Chiko, si cowok tengil yang selalu mendekati gracia .















Sorenya sepulang dari kantor,  frans datang dengan wajah hawatir kerumah shani setelah mendapat kabar jika adeknya sakit

'Tok tok' "Shan.. " panggil frans sambil mengetuk pintu kamar shani

"Masuk frans, gk di kunci" balas shani dari dalam kamarnya

Frans masuk dan melihat shani dengan telaten mengganti kompres

"Dia kenapa?" Tanya frans pelan agar tak membangunkan gracia

Sesaat shani menoleh dengan mata yang sembab

"Anjir, jelek bet lu." Celetuk frans melihat wajah jelek shani

"Bacot lu" ketus shani sesekali menarik ingusnya

"Lu kenapa dah shan?" Tanya frans agak melembut

"Males gw ngomong sma lu" cuek shani

Frans mendekat, dan merangkul tubuh shani

"Dah sini, kalo mw nangis, nangis aja shan, dari dulu sampe sekarang bahu gue selalu ada buat lo" Lirih frans tulus

"Gue lagi jelek aja lu baik, hiks.. " balas shani menerima pelukan frans, mereka duduk di lantai bawah bersandar di kasur shani yang gracia tiduri

Shani melepaskan tangisannya di bahu lelaki yang di ketahui gracia adalah calon tunangannya

"Lo kuat shani, apa pun masalah nya lo pasti bisa laluin semuanya, lo udah banyak berubah , dan gue bangga sama lo" lirih frans mengusap pundak shani yang bergetar

Semakin menjadi tangisan shani setelah mendengar ucapan frans

'Srrekkkkk'

Shani melepehkan ingusnya di baju frans

"Anjir shan, ya jgn di lap pke baju gue juga" kesal frans

Shani mengangkat kepalanya menatap tajam frans dengan ingusnya yang masih meluber

"Jorok lu" ketus frans menunduk mengelap wajah shani dengan ujung bajunya yang ia singkap

Frans mengelap telaten wajah shani dengan rasa dongkol melihat shani yang tampak seperti mengejeknya walau sesekali masih terisak dalam tangisannya

Jika dilihat angle dari belakang, mereka tampak seperti sepasang kekasih yang sedang 'Mesum'





"Kalian"

Suara datar mengambil atensi mereka menatap gracia yang sudah bangun dan duduk di atas kasur shani















Next.

CHEATER (GreShan)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang