Gracia berlari menuju parkiran dan disana masih terlihat mobil shani masih terparkir yang menandakan shani masih berada di sekolah ini
Ia Memutar menuju toilet , dan kembali tidak menemukan shani
Gracia pun kembali berlari menuju kantor kepsek
Namun juga tak menemukan shani
"Kemana dia?" Lirih gracia sesekali menarik nafas lelahnya
Gracia berjalan kembali menuju parkiran dan mendekati mobil shani
Tak mungkin dia duluan pergi sedangkan mobilnya saja masih disini , fikir gracia sambil duduk di kursi bawah pohon dekat mobil shani
"Lagi duduk , sendiri aja nih mbaknya" sapa seseorang pada gracia
Dan
Itu adalah shani
Yang ternyata sedari tadi berada di dalam mobil
Gracia yang kesal dan kelelahan seketika menatap shani dengan tatapan maut
'Bruk'
Gracia yang emosi menghempas wajah shani dengan tas ransel nya
Lalu membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya
"CEPET JALAN!" Titah dingin gracia setelah mendudukan tubuhnya di kursi samping shani
Shani menatap takut-takut melihat wajah 'Macan' gracia yang mengingatkannya pada masa kecil mereka
Shani sangat sering melihat gracia kecil yang selalu 'Garong' seperti sekarang saat sering memukuli anak-anak yang sering membuli shani sewaktu SD dulu
Mengusap jidatnya yang memerah akibat hempasan ransel gracia
Shani dengan cepat memasang seatbelt lalu memencet tombol star pada mesin mobilnya
"Ke mana?" Tanya shani saat mobil mereka sudah keluar area sekolah
"Terserah!" Ketus gracia
Shani mengerinyit heran, gracia yang mengajak jalan gracia juga yang bilang terserah
"Chek in?" Tanya shani menggigit bibir bawahnya
Seketika mendapatkan tatapan tajam dari gracia
"Kemana dong ge?, " Rengek shani yang bingung mengarahkan mobilnya kemana
Gracia malah menyandarkan kepalanya lalu memejamkan matanya setelah menyamankan posisinya
"Kemana saja , aku pusing" lirih gracia
Tidak bohong
Gracia memang merasakan sakit di kepalanya terlihat dari keringat dingin yang keluar dari pelipisnya
Sekilas shani menatap gracia lalu mengarahkan dengan pasti tujuan mobilnya sekarang
Rumahnya shani-
Shani membawa gracia kerumahnya
Saat, sampai
Gracia sudah tertidur
Dengan cekatan ,shani keluar dan memutar membuka pintu samping gracia
Setelah melepaskan seatbelt , shani menggendong gracia yang terasa sudah hangat dalam keadaan tertidur
Shani membawa gracia kedalam kamrnya dengan tak merasa berat sedikitpun saat menaiki anak tangga menuju lantai 2 kamarnya
Membaringkan tubuh gracia dengan posisi nyaman dan menutupi tubuhnya dengan selimut
"Kenapa sakit ge?, Apa kamu habis kehujanan?" Monolog shani lirih sambil mengusap kepala gracia
Setelah meminumkan obat penurun panas pada gracia sekarang shani
sedang mengompres nya,
shani mengambil hp nya dan menelpon feni
"Fen, lu dah di bandara?" Lu duluan aja ke jepangnya, gue tunda bentar, gracia sakit" ucap shani menelpon feni lalu menutup kembali panggilan teleponnya setelah mendapatkan persetujuan feni
Shani tersentak
Tanggannya yang mengompres di genggam erat gracia yang matanya masih terpejam
"J-jangan Pergi.." racau gracia dalam tidurnya masih menggenggam erat tangan shani
Sedikit shani melihat bulir air mata di sela keringat di wajah gracia
"Ge?" Panggil shani
Gracia hanya diam dan sesekali terdengar dengkuran halus dari nafasnya bertanda gracia memang sedang tertidur
Shani menangkup tangan gracia yang menggenggamnya dengan tangan satunya
"Maaf ge, ini permintaan terakhir bunda, aku gk bisa gk pergi" lirih shani
Dan terlihat air mata gracia mengalir namun dengan nafas yang masih mendengkur halus
"Aku sayang sama kamu ge"
Shani melepaskan jaketnya dan megganti pakaiannya dengan pakaian santai di rumah
Celana pendek dan kaos oversize
Ia naik pelan di atas kasurnya dan berbaring di samping gracia yang tubuhnya masih terasa sangat panas
Memeluk erat tubuh gracia tak lama
Ia pun tertidur
Jujur saja , shani memang sangat mengantuk, semalaman dia tidak bisa tidur nyenyak
Sangat banyak yang ia fikirkan ahir ahir ini
Dan ketakutan terbesarnya adalah
Gracia tidak lagi mau menerimanya dan pergi bersama Chiko, si cowok tengil yang selalu mendekati gracia .
Sorenya sepulang dari kantor, frans datang dengan wajah hawatir kerumah shani setelah mendapat kabar jika adeknya sakit
'Tok tok' "Shan.. " panggil frans sambil mengetuk pintu kamar shani
"Masuk frans, gk di kunci" balas shani dari dalam kamarnya
Frans masuk dan melihat shani dengan telaten mengganti kompres
"Dia kenapa?" Tanya frans pelan agar tak membangunkan gracia
Sesaat shani menoleh dengan mata yang sembab
"Anjir, jelek bet lu." Celetuk frans melihat wajah jelek shani
"Bacot lu" ketus shani sesekali menarik ingusnya
"Lu kenapa dah shan?" Tanya frans agak melembut
"Males gw ngomong sma lu" cuek shani
Frans mendekat, dan merangkul tubuh shani
"Dah sini, kalo mw nangis, nangis aja shan, dari dulu sampe sekarang bahu gue selalu ada buat lo" Lirih frans tulus
"Gue lagi jelek aja lu baik, hiks.. " balas shani menerima pelukan frans, mereka duduk di lantai bawah bersandar di kasur shani yang gracia tiduri
Shani melepaskan tangisannya di bahu lelaki yang di ketahui gracia adalah calon tunangannya
"Lo kuat shani, apa pun masalah nya lo pasti bisa laluin semuanya, lo udah banyak berubah , dan gue bangga sama lo" lirih frans mengusap pundak shani yang bergetar
Semakin menjadi tangisan shani setelah mendengar ucapan frans
'Srrekkkkk'
Shani melepehkan ingusnya di baju frans
"Anjir shan, ya jgn di lap pke baju gue juga" kesal frans
Shani mengangkat kepalanya menatap tajam frans dengan ingusnya yang masih meluber
"Jorok lu" ketus frans menunduk mengelap wajah shani dengan ujung bajunya yang ia singkap
Frans mengelap telaten wajah shani dengan rasa dongkol melihat shani yang tampak seperti mengejeknya walau sesekali masih terisak dalam tangisannya
Jika dilihat angle dari belakang, mereka tampak seperti sepasang kekasih yang sedang 'Mesum'
"Kalian"
Suara datar mengambil atensi mereka menatap gracia yang sudah bangun dan duduk di atas kasur shani
Next.
KAMU SEDANG MEMBACA
CHEATER (GreShan)
Fanfiction"Seseorang bisa tak mengakui dirinya, tapi sifat asli seseorang terlihat ketika dia sedang menikmati makanannya" Celetuk datar gracia tanpa menoleh siapapun Gue kira Cool ternyata Jamet _Gracia
