"Seseorang bisa tak mengakui dirinya, tapi sifat asli seseorang terlihat ketika dia sedang menikmati makanannya"
Celetuk datar gracia tanpa menoleh siapapun
Gue kira Cool ternyata Jamet _Gracia
"Ck, apa sih , sana -sana lo sis!" Usir gracia sedikit cemburu
"Kocag lu, bercanda doang gre!" Ketus siska kembali menjauhi gracia
Shani hanya tertawa melihat wajah merah marah gracia di layar hp
"Ketawa puas-puas lu shan!" Ketus gracia
"Apa sih sayang, kok marah sih, kan bener aja dia mantan aku" celetuk shani menggoda gracia
"Aku mati'in nih!' ancam gracia
"Gk lah gre, jangan di matiin , aku kangen" bujuk shani
"Tauk ah malas!" 'Tuut'
Gracia meletakan hpnya di atas meja setelah mematikan vc nya dengan shani
Siska menatap takut-takut ke arah gracia
"Jahat bener lo ma lakik lo" sindir siska
"Dia istri gue, !" Ketus gracia
"Iya iya istri istri" malas siska mengalihkan pandangannya
Tak lama hp gracia kembali berdering
Namun kali ini gracia me rijec vc dari shani
"Ck angkat pank, durhaka lo sama istri!" Celetuk siska
"Kok keknya lo yang ngebet gue angkat telpon si shani, apa lo yang sebenarnya kangen dia!" Tuduh gracia
"Hah?, Kok lo emosian gini sih gre?" Ketus siska
"Ck ah, gue cabut!" Ucap gracia beranjak meninggalkan kantin menuju arah parkiran
"GREE WOYYY!, ABIS INI KITA ADA KELAS WOYY BALIK LO!" Teriak siska mengingatkan gracia
Namun gracia hanya acuh terus melangkahkan kakinya menuju parkiran mobilnya
Gracia menyandarkan pundaknya di sandaran kursi mobilnya
Entah sudah berapa puluh kali hp nya berdering menandakan panggilan masuk dari shani namun di abaikan gracia
Sesekali tampak gracia menghapus kasar airmata nya yang mengalir di pipinya
"Maafin aku shan, hiks.. aku bingung jelasin sama kamu shan hiks.." monolog gracia lirih dalam isakan tangisnya
Gracia pulang lebih awal hari ini dan langsung naik dan masuk menuju kamarnya
Setelah mandi , gracia merebahkan badannya di atas kasurnya
Perut yang mual membuatnya harus bolak balik kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya
"Hiks... Sakit shan... Hiks.. " lirih gracia menahan sakit di kepala dan mual yang ia rasa
'Tok tok tok !'
"Gree makan dulu " panggil mamanya
Namun tak ada jawaban dari gracia
"GREE GEGE, KAMU DI DALAM?" kembali mamanya memanggil namun tak ada jawaban dari gracia
"PAHH ,.. FRANN... GEGE TIDUR APA GIMANA GK NYAUT NYAUT!" Teriak mamanya memanggil orang rumah
Langkah kaki berlari menghampiri mamanya
"Kenapa gege mah?" Tanya papanya dan frans
"Gk tau pah, gk nyahut" hawatir mamanya
"GEGE?" panggil frans
Masih tak ada jawaban
"BRAKKKK'
Frans mendobrak pintu kamar, dan tampak lah gracia yang sudah pucat dibatas tempat tidur
"GREEEE!!" panggil mereka serempak
Rumah sakit
Gracia terbaring di ruang rawat inap sedang tertidur
Di dalamnya terdapat mama, papa, dan frans sedang memasang wajah tegang dan kalut
Tak ada sepatah kata pun keluar dari mulut mereka
Deringan phonsel silih berganti dari hp mereka
Tak ada satupun dari mereka yang berani mengangkat panggilan telephone tersebut
Hanya saling melirik satu sama lain dan kembali membiarkan phonsel mereka berdering
Tak lama
Frans menarik dalam nafas lalu menghembuskannya
Saat frans akan mengangkat telpon yang itu adalah dari shani
Mama dan papanya menatap tegang ke arah frans
"Mah pah?" Panggil gracia mengalihkan perhatian mereka
Gracia menatap sayu arah mamanya yang terlihat kecewa menatapnya
Gracia kembali menangis sesegukan
"Hiks.. mah.. maafin gre hiks..." Lirih gracia dalam isak nya
Mama dan papanya menundukan wajah mereka menahan emosi dan kecewa mereka
Gracia beralih menatap frans dengan tatapan memohon
"Fran, hiks.. jangan beri tahu dia frans hiks.." pinta gracia
Frans menghentikan niatannya untuk mengangkat telepon shani lalu mendekat ke arah gracia
" Kami gk tau apa yang terjadi sama kamu gre, tapi aku yakin kamu tidak sejahat itu terhadap shani." Lirih frans memeluk adik yang sangat ia sayangi itu