Kembali memakai seragam SD shani mulai beraktivitas seperti biasa
merentangkan kedua tangannya shani yang baru saja turun dari mobil antar jemput yayasan itu berhenti sejenak di ambang gerbang sekolah SD nya
"Wellcome back Shani Indira Natio" ucap shani agak keras
di belakangnya, Azizi si anak baru di panti merengek minta satu sekolah dengan shani dan terus mengintili pantat shani kemanapun shani menuju
"kenapa berheni mah?" tanya Azizi
"mama pemanasan dulu ya nak" ucap shani kecil tersenyum manis
berjalan sedikit loncat loncat Azizi girang berpegangan tangan dengan shani
"Hey bocah halu!, hahahaaa " celetuk seorang siswi ke arah shani
seketika shani mematung menatap bocil yang memakai pita kuncir dua di rambutnya
'Anin'
kembali flashback tentang mimpinya
shani menatap kosong dengan wajah yang menyeringai sedikit menganga mengingat permainan panas di ranjang dalam mimpinya
bocil sekecil itu sudah berhalusinasi mesum tingkat dewa
mengelap pelan air liurnya yang menetes, shani acuh berjalan masuk kekelasnya dengan tatapan kosong dengan wajah yang masih menyeringai
Azizi menatap heran, namun kemudian acuh dan berlari mengejar shani
sepanjang perjalanan si bocil shani menatap tangannya sendiri menelisik jemari tangannya dengan tatapan menggelap
"Gue dah ngerasain 'anu' lo pas dewasa, boleh kali yak kapan kapan cicipin 'anu' lo waktu bocah , ehe hee hee"
lirih shani dengan seringaian dan tatapan masih menggelap seakan siap menerkam mangsanya kapan saja
'BRUKK!'
Keasikan menghayal mesum, shani berjalan sedikit oleng tak sengaja menabrak seorang bocah lainnya
"aduh duh.." ringis bocah kecil yang tersungkur karna tertabrak badan shani
shani menatap bocil yang memakai tas unicron hijau agak kebesaran dengan botol ungunya yang terguling jatuh
shani mengambilkan botol minumannya lalu menghampiri dan membantu bocil pendek itu berdiri
'Deg'
shani tercekat saat mendapati seseorang bocil yang ia tabrak adalah 'Isterinya' dalam mimpinya saat koma
"G-Gracia?" lirih shani sedikit mematung
bocil itu menatap balik dengan bingung
"Aku Gege ih.. gk suka di panggil gracia" sahutnya cemberut sambil membersihkan kotoran di lututnya
tak lama suara bocil lainnya melengking kearah mereka
"GEGE..." Panggil bocah lelaki dengan hawatir mendekati gracia melewati shani yang masih mematung
"Gege gk apa-apa?" tanya nya
"gk kok, ayo kekelas" sahut gracia menggandeng tangan bocah laki-laki itu
sekilas bocah lelaki itu tampak tersenyum
'Deg'
tampak jelas gummysmile dari secuman bocil tadi
"CHIKO?" panggil shani
"apa sih pangil panggil" sahut bocil lelaki yang menggandeng tangan gracia menoleh ke belakang menatap kesal pada shani
"Hah? bener dong!" celetuk shani sendiri
bocil tadi acuh dan terus melanjutkan langkahnya sambil menggandeng gracia
"HEYY TUNGGU!!" teriak shani berlari sambil menarik tangan Azizi yang berada di sampingnya
"Ini anak kalian, kok gak kenal?" celetuk shani menunjuk Azizi yang bingung, sama bingungnya dengan gracia dan chiko
"hah?" celetuk chiko bingung
"Apa lu hah hoh hah hoh" ketus shani menatap kesal ke arah chiko
'BRUK!'
shani mendorong chiko hingga tersungkur ketanah membuat pegangan tangannya dengan gracia terlepas
"JANGAN PEGANG-PEGANG BINI GUA LO BOCAH"
END.
KAMU SEDANG MEMBACA
CHEATER (GreShan)
Fanfiction"Seseorang bisa tak mengakui dirinya, tapi sifat asli seseorang terlihat ketika dia sedang menikmati makanannya" Celetuk datar gracia tanpa menoleh siapapun Gue kira Cool ternyata Jamet _Gracia
