(Kembali sebelum flashback)
'TOK TOK TOK'
suara ketukan pintu kamar frans mengagetkan shani yang masih melamun di atas ranjang setelah lamunannya tentang kejadian setengah sadar nya semalam
'deg deg deg'
detak jantung shani memompa lebih cepat
"jangan bilang itu gracia' monolog shani dalam hatinya
secepatnya shani kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan menyelimutkan tubuhnya dengan selimut
'ceklek'
suara pintu terbuka
shani memejamkan matanya berpura-pura tidur
entah kenapa ia selalu melakukan hal bodoh seperti ini jika berkaitan dengan gracia
'Sreek'
suara tirai jendela di buka seseorang dan cahaya matahari masuk leluasa menyilaukan matanya walau dalam keadaan terpejam
"jangan ppura-pura tidur shani"
suara datar gracia terdengar di indra pendengarannya
"ayo bangun, sudah cukup diam-diamnya, kita harus bicara"
kembali gracia bersuara dengan tangan yang sudah ia silangkan di dadanya
shani menyerah
perlahan ia menurunkan selimut yang menutupi wajahnya
"ngomong aja" ucap shani setelah membuka matanya
"bangun dulu" titah gracia
"gk, mager!"
gracia menatap jengah
"Shan, aku mohon" pinta lirih gracia
"iya gre iya, apa?" shani bangkit dan mendudukan tubuhnya
"aku minta maaf"
"kan aku sudah maafin"
gracia menatap menelisik raut wajah shani
"Kamu inget obrolan kita semalam?" tanya gracia memastikan
"hmm" shani berdehem . namun wajahnya memerah menahan malu
"kita balikan shani?"
shani memalingkan wajahnya salting, salting pada istrinya sendiri
"hmm"
gracia tersenyum simpul
"aku masih bisa menunggu shani jika kamu belum bisa pastikan" lirih gracia
"a-aku harus ke kantor gre" ucap shani sedikit tergagap beranjak bangkit dari kasur
berhenti di ambang pintu, shani menoleh kebelakang menatap gracia yang masih diam di tempat
"Aku butuh waktu gre, permisi" ucap shani sebelum keluar dan meninggalkan rumah
gracia menekuk lututnya dan menelungkupkan wajahnya di atas lipatan tangannya
menangis
gracia menangisi hal yang sama, menangisi hal yang tidak pernah berubah dari beberapa tahun belekangan ini
'Penyesalan'
sore hari
Shani sedang merenungi hubungannya dengan gracia
hatinya sangat ingin kembali, namun sifat naif yang ia pegang teguh selalu mengurungkan niatannya dan menutup kembali hatinya
"Drrtt Drrrtt'
dering telepon shani berbunyi tanda pesan masuk
membaca sebuah pesan singkat, membuatnya menarik senyuman di bibirnya
"Ok, tunggu di sana nin" balas shani pada chat yang ternyata dari anin
Keluar dari balik mobil mewahnya, membuat anin salah fokus dan mengerutkan kening
shani berjalan dengan pakaian mewah bermerknya mendekat ke arah anin di sebuah cafe
"Shan?" panggil anin
"kenapa nin?, sudah lama ya?" balas shani setelah mendudukan dirinya di kursi
"lo sebenarnya kerja apa , aku gk percaya lo pengangguran"
shani sedikit terkikik menanggapi ucapan anin
"ada lah, gk usah bahas kerjaan deh nin,"
anin hanya mengangguk angguk menatap shani
dari atas kebawah penampilan shani sangat mengagumkan, baju mahal tersebut sangat cocok untuknya
"jangan natap begitu nin, malu ini gue" celetuk shani
anin hanya tersenyum menimpali
"shan, semalem gracia kan yang jemput lu?"ucap anin langsung ke inti
shani mengangguk ragu
"kayaknya sih iya nin, gue rada lupa' balas shani
"sepertinya dia suka sama lo deh shan, gue dah bisa tebak sih dari kalian kecil dia selalu melindungi lo" lirih anin
shani tampak menatap anin bingung
"memang kenapa nin?' tanya shani
"kalo dia juga suka sama lo, kayaknya gue mundur teratur shan, gue nyerah duluan buat milikin lo"
"alasannya?" tanya singkat shani
"ya , dari segi waktu aja dia lebih lama menyukai lo, dari penampilan juga kayak nya gue kalah shan" balas anin simpul
"sudah lah nin gk usah di bahas" acuh shani meminum minuman yang sudah di pesankan anin untuknya
"ia sih" balas anin tersenyum
"shaniehhh?" panggil anin pelan sedikit di bubuhi desahan
shani seketika merinding menatap anin yang sudah mengigit bibir bawahnya sambil memainkan sedotan dalam gelas nya
Siapa yang bisa menolak godaan wanita sexi yang sudah terbukti oleh shani betapa liarnya dia di atas ranjang
"yang semalem belum kelar loh" balas anin agak manja
shani sedikit blank sesaat ketika anin sengaja memajukan dadanya
tatapan shani seakan sudah siap menerkam, tampak dari mulutnya yang menganga dengan air liur yang hampir saja menetes
tanpa banyak kata
shani mengambil dompetnya dan menaruh beberapa lembar uang berwarna merah di atas meja
'Srekk'
Shani menarik tangan anin sedikit tergesa mengajaknya menuju mobilnya yang terparkir di depan
Tanpa banyak kata, shani langsung menginjak pedal gas mobil nya menuju ke rumahnya
"Jangan ngebut shan" ucap anin rada takut
"G-Gue G-k tahan nin ahh... "
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Next.
KAMU SEDANG MEMBACA
CHEATER (GreShan)
Fiksi Penggemar"Seseorang bisa tak mengakui dirinya, tapi sifat asli seseorang terlihat ketika dia sedang menikmati makanannya" Celetuk datar gracia tanpa menoleh siapapun Gue kira Cool ternyata Jamet _Gracia
