"Awshh... Shann.. "
"Ahh.. jangan bikin merah sayang ahh"
Shani terus menjilati leher nya dengan penuh nafsu
Sesekali gadis di bawahnya menggeliat geli dan mendesahkan nama shani di sela sentuhan lidah sensual shani di lehernnya
Perlahan shani menurunkan kepalanya di gundukan kembar gadis yang terus mendesis di bawahnya
Shani mengangkan sedikit tubuh gadis tersebut agar lebih mudah melepas pengait branya
Meremas lembut dengan tangan halusnya pada gundukan yang sudah terlepas penutupnya
"Shann.. jangn terlalu lama bermain "
Shani mendongak menatap gadisnya yang sudah menggigit bibir bawahnya menahan hasrat yang sangat ingin di sentuh di bagian bawahnya yang mulai berdenyut
"Sudah basah bebs?" Tanya shani tersenyum menggoda
Gadis tersebut mengangguk pasrah
Sedikin bangkit, shani melepaskan celana dan juga celana dalam gadis tersebut
Tanpa berlama-lama
Baru saja celana dalam gadisnya lepas, shani langsung membenamkan mulutnya melumat bagian sensitive gadis tersebut
"Ahh.. shann i-ini terlalu cepat" erang gadis tersebut yang sedikit tersentak kaget dengan tindakan shani
Shani hanya acuh dan terus melumat bagian bawah gadis tersebut
Jari jemari shani meraba dan melebarkan kedua belah bibir va*ina sehingga daging merah kecil terpampang menonjol dengan sempurna
Gigi-gigi rata shani sesekali menggigit gemas pelan pada tonjolan daging tersebut
Gadis tersebut menggeliat tak beraturan
Sesekali tangannya menjambak dan menarik rambut panjang shani di bawahnya
"Aahhhhh shannn perihh" desahnya saat shani memasukan dua jarinya ke dalam lubang va*ina nya
Shani terus meneroboskan jari panjang nya ke dalam nya sesekali mendiamkannya dan sesekali juga menggerakan nakal di dalam jepitan va*gina gadis tersebut
"Shann, kuku mu panjang ahh.. s-sepertinya luka.. perihh hiks.. hiks.." ringis gadis tersebut namun enggan menjauhkan tubuhnya dari kukungan shani
Shani hanya tersenyum dengan bibir bawah yang ia gigit, menikmati suara ringisan kesakitan gadis itu
Semakin cepat shani terus menggerakan jarinya di dalam va*gina gadis yang sudah mengganti desah sakit menjadi desahan nikmat di bagian bawahnya
Darah bercampur lendir orgasme pertama membanjiri jari-jari shani
Gadis tersebut masih mengatur nafasnya menikmati denyutan kenikamtan bagian bawahnya
Shani bangkit dan membuka bajunya sendiri
Tersisa kaus dalamnya , kembali shani menindih gadis tersebut dan menciumi liar seluruh leher , dada.. dan kembali pada va*ina nya
Sore itu ruangan kerja shani berubah menjadi ruangan olah raga sesaat
Dari sejak jam istirahan kantor hingga hampir jam pulang, tak ada tanda tanda bos muda dan sekertarisnya keluar dari dalamnya
Tak juga ada satu karyawanpun yang berani masuk ke dalamnya
Hingga
Ketukan pintu ruangan menggema membangunkan 2 sosok yang sudah terlelap di dalam
KAMU SEDANG MEMBACA
CHEATER (GreShan)
Fanfic"Seseorang bisa tak mengakui dirinya, tapi sifat asli seseorang terlihat ketika dia sedang menikmati makanannya" Celetuk datar gracia tanpa menoleh siapapun Gue kira Cool ternyata Jamet _Gracia
