S2 - 1 🔞

12.7K 300 30
                                        






"Awshh... Shann.. "

"Ahh.. jangan bikin merah sayang ahh"

Shani terus menjilati leher nya dengan penuh nafsu

Sesekali gadis di bawahnya menggeliat geli dan mendesahkan nama shani di sela sentuhan lidah sensual shani di lehernnya

Perlahan shani menurunkan kepalanya di gundukan kembar gadis yang terus mendesis di bawahnya

Shani mengangkan sedikit tubuh gadis tersebut agar lebih mudah melepas pengait branya

Meremas lembut dengan tangan halusnya pada gundukan yang sudah terlepas penutupnya

"Shann.. jangn terlalu lama bermain "

Shani mendongak menatap gadisnya yang sudah menggigit bibir bawahnya menahan hasrat yang sangat ingin di sentuh di bagian bawahnya yang mulai berdenyut

"Sudah basah bebs?" Tanya shani tersenyum menggoda

Gadis tersebut mengangguk pasrah

Sedikin bangkit, shani melepaskan celana dan juga celana dalam gadis tersebut

Tanpa berlama-lama

Baru saja celana dalam gadisnya lepas, shani langsung membenamkan mulutnya melumat bagian  sensitive gadis tersebut

"Ahh.. shann i-ini terlalu cepat" erang gadis tersebut yang sedikit tersentak kaget dengan tindakan shani

Shani hanya acuh dan terus melumat bagian bawah gadis tersebut

Jari jemari shani meraba dan melebarkan kedua belah bibir va*ina sehingga daging merah kecil terpampang menonjol dengan sempurna

Gigi-gigi rata shani sesekali menggigit gemas pelan pada tonjolan daging tersebut

Gadis tersebut menggeliat tak beraturan

Sesekali tangannya menjambak dan menarik rambut panjang shani di bawahnya

"Aahhhhh shannn perihh" desahnya saat shani memasukan dua jarinya ke dalam lubang va*ina nya

Shani terus meneroboskan jari panjang nya ke dalam nya sesekali mendiamkannya dan sesekali juga menggerakan nakal di dalam jepitan va*gina gadis tersebut

"Shann, kuku mu panjang ahh.. s-sepertinya luka.. perihh hiks.. hiks.." ringis gadis tersebut namun enggan menjauhkan tubuhnya dari kukungan shani

Shani hanya tersenyum dengan bibir bawah yang ia gigit, menikmati suara ringisan kesakitan gadis itu

Semakin cepat shani terus menggerakan jarinya di dalam va*gina gadis yang sudah mengganti desah sakit menjadi desahan nikmat di bagian bawahnya

Darah bercampur lendir orgasme pertama membanjiri jari-jari shani

Gadis tersebut masih mengatur nafasnya menikmati denyutan kenikamtan bagian bawahnya

Shani bangkit dan membuka bajunya sendiri

Tersisa kaus dalamnya , kembali shani menindih gadis tersebut dan menciumi liar seluruh leher , dada.. dan kembali pada va*ina nya







Sore itu ruangan kerja shani berubah menjadi ruangan olah raga sesaat

Dari sejak jam istirahan kantor hingga hampir jam pulang, tak ada tanda tanda bos muda dan sekertarisnya keluar dari dalamnya

Tak juga ada satu karyawanpun yang berani masuk ke dalamnya

Hingga

Ketukan pintu ruangan menggema membangunkan 2 sosok yang sudah terlelap di dalam

CHEATER (GreShan)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang