Bab 17 : Terjebak Permainan?

626 79 22
                                        

Andra sedang duduk dengan posisi wajah menghadap keatas, kepalanya santai tertumpu pada sandaran sofa abu-abu yang berbentuk setengah lingkaran itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Andra sedang duduk dengan posisi wajah menghadap keatas, kepalanya santai tertumpu pada sandaran sofa abu-abu yang berbentuk setengah lingkaran itu. Tangannya memeluk bantal panjang berwarna navy dengan pattern putih. Sementara matanya terpejam.

Sore ini, semua personil AGNOR kompak berkumpul di basecamp

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sore ini, semua personil AGNOR kompak berkumpul di basecamp. Tempat dimana dia dan semua sahabatnya itu bermuara ketika sedang bosan, sedang cabut sekolah, sedang bahagia, sedang merencanakan 'ritual' ketika mau ribut dengan geng lain, atau yaa .. hanya sekedar tempat berkumpul biasa.

Yaa intinya tempat ngumpul deh, mau ngapain kek yang penting ngumpul. Kalau ada pepatah mengatakan, makan enggak makan asal kumpul. Nah kalau mereka mah, penting enggak penting asal kumpul.

Basecamp ini terletak disebelah café yang dimiliki oleh keluarga Ranu. Keluarganya memang memiliki beberapa tempat usaha, salah satunya café Copy Home ini. Sebenarnya café ini adalah murni ide usaha yang Ranu sampaikan kepada kedua orang tuanya yang selanjutnya di realisasikan oleh mereka.

Seperti namanya, Copy Home atau bisa diartikan sebagai fotokopi rumah. Karena Ranu ingin, orang-orang yang datang kesini merasa nyaman. Senyaman mereka berada dirumahnya. Dan disebelah café tersebut juga didirikan basecamp untuk dirinya dan sahabat laknatnya itu.

Andra merasakan getaran pada ponselnya yang ia simpan pada saku depan celana. Membuka kedua matanya untuk mengeluarkan ponsel tersebut. Sebuah pesan baru saja masuk ke ponselnya. Dengan sekali sentuhan jari, ia membuka kunci ponsel dan menampakkan sebuah chat yang berasal dari seseorang.

Sang Dewi

Sayang, jgn lupa ya sore ini.

Andra memejamkan kembali matanya setelah membaca pesan dari sang Bunda, merasakan pusing di kepala tiba-tiba saat dia tahu ada tugas baru untuk dirinya. Sejenak dia berniat untuk tidak membalas pesan dari Bunda. Namun dirinya paham sekali bagaimana sifat dari seseorang yang rela mempertaruhkan nyawanya itu untuk membawa dirinya ke dunia ini.

"Haahhh ... " terdengar helaan nafas dari Andra.

Kini tangan Andra kembali meraih ponsel dan mengetikkan jawaban.

KALUNATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang