Bab 25 : Balas Dendam yang Tertunda

440 69 8
                                        

"Dasar Andra brengsek!!!" umpat Kaluna "Awas aja lo, gue samperin!!" berang gadis yang saat ini sedang menggosok-gosok lantai kamar mandi perempuan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Dasar Andra brengsek!!!" umpat Kaluna "Awas aja lo, gue samperin!!" berang gadis yang saat ini sedang menggosok-gosok lantai kamar mandi perempuan.

Kamar mandi?

Iya, hukuman buat Kaluna akibat memberikan tugas kosong kepada Pak Sobri adalah membersihkan kamar mandi perempuan yang sudah lama tidak terpakai dan akan difungsikan kembali.

Kaluna memang salah, karena sedikit percaya denga napa yang terjadi kemarin. Gadis itu padahal sudah setengah selesai mengerjakan rangkuma tugas Pak Sobri. Namun, karena Sandi bilang kalau buku dia sudah dikumpulkan jadi ya dia pikir Andra sudah menebus kesalahan dengan mencatat ulang rangkuman tersebut di buku baru, lalu menaruhnya di meja Kaluna dan sampailah pada saat Sandi mengambil untuk di kumpulkan.

Kaluna pikir, akan ada scene ala-ala novel romansa yang sering dia baca. Ketika tokoh cowok yang meminta maaf kepada tokoh cewek dengan melakukan sesuatu.

Halah, ternyata malah sebaliknya! Emang ya, jangan pernah berharap pada manusia. Apalagi manusianya yang modelan kayak Andra, musyrik!

Pak Sobri tadi melemparkan buku yang katanya milik dia, dan menampakkan halaman kosong layaknya buku baru. Tanpa ada tugas yang tertulis satu hurufpun. Jelas saja Pak Sobri marah dan menghukumnya, beliau kira Kaluna sengaja dan mengejeknya dengan tidak mengerjakan apa yang beliau perintahkan.

Bisa-bisanya dia dikerain sama Andra dua kali sekaligus! Bodoh!

"Akh! Ya Allah, pinggang gue," rengek Kaluna ketika mengambil posisi berdiri setelah sekian lama jongkok untuk menggosok lantai yang tak kunjung bersih.

Gadis itu berdiri masih dengan memegang pinggangnya, berhadapan dengan deretan wastafel dan kaca kamar mandi perempuan. Kaluna menatap pantulan yang ada di cermin depan, pantulan dirinya dengan latar belakang jejeran pintu toilet yang sudah lumayan using. Bahkan pinggiran cermin terlihat sudah mulai karatan.

Uumm ... setan kalau siang enggak nongol kan ya?

***

BRAK!!

Kaluna membuka pintu kelas dengan kencang, hukuman dari Pak Sobri selesai dia laksanakan ketika bel sekolah telah berbunyi untuk ISHOMA. Gadi itu berlari kencang untuk menuju kelas, tepatnya menuju bangku Ozzi.

Beberapa teman lain terkejut mendengarnya, tidak terkecuali Dhara.

"LUNAA!!!" pekik Dhara dengan riang gembira "YA ALLAH! ALHAMDULILLAH SAHABAT SAYA MASIH HIDUP!!" gadis itu menengadahkan kedua tangannya keatas seperti orang yang sedang berdoa.

Kaluna abaikan panggilan Dhara dan mantab berjalan menuju bangku paling pojok.

"OZZI!!" teriaknya lagi.

Saat sudah sampai, Kaluna terlihat kecewa karena manusia yang sedang ia cari tidak ada di tempat. Biasanya Ozzi akan rebahan di bangku, namun saat ini bangku tersebut kosong.

KALUNATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang