Cokelat panas yang masih mangepulkan uap terasa cocok untuk minuman di waktu seperti ini.
Semenjak kejadian kemarin, Niall selalu mengolokku dan berhasil membuat semburat merah dipipiku dan belum lagi pagi ini Zayn,Liam dan Louis datang.
Aku senang karena mereka datang menjadikan suasana di rumah ini ramai namun Niall membeberkan kejadian kemarin.
Aku masih saja merutuki kebodohanku yang mengutarakan aku merindukan Harry ke arah Niall.
Ruang keluarga yang di hiasi dengan 4 lelaki menyebalkan membuatku menggerutu kesal ketika mereka semua saling berbisik dan terlihat senyum licik dan mengejek di raut wajah mereka. Tetapi mau bagaimana lagi, aku merasa kesepian di kamarku dan mau tidak mau harus bergabung dengan mereka.
Musim dingin kali ini aku tidak akan bersama ibuku dan jujur aku merindukannya. Aku selalu berharap ia baik-baik saja karena kabar terakhir berkata bahwa ibuku dalam keadaan baik. Dan satu lagi sepertinya aku tidak akan menghabiskan waktu liburan musim dinginku dengan Harry.
Tunggu, mengapa pikiranku tidak bisa hilang dari namanya. Mengapa aku seperti mengharapkannya disini menemaniku dan menghabisan waktu liburan denganku. Aku terlalu berharap.
"Maddy, buatkan kami makanan dan minuman hangat" baru saja merebahkan diriku di sofa panjang Louis dan Niall menyuarakan suara mereka yang menyebalkan.
"Buat saja sendiri" dengan kesal aku menyalakan televisi dan menghiraukan mereka semua.
"Akan ku beritau Harry, kalau kau merindukannya" ancam Niall dan aku hanya memutar kedua bola mataku.
"Tidak ada bukti, jadi silahkan saja" aku menjawab dengan acuh dan kembali terfokus dengan acara televisi dihadapanku.
Tidak lama aku mendengar suara yang tidak asing di pendengaranku.
Semakin ku perjelas pendengaranku dan langsung saja aku bangkit dari sofa dan menghampiri Zayn.
"Dari mana kau mendapatkan rekaman itu?" Ujarku kesal dan berusaha merebut ponsel milik zayn.
"Maksudmu rekaman ini?" Tanyanya dengan nada mengejek dan memutar ulang rekaman suaraku.
Dia tidak peka dengan maksudku. Apa dia tidak mengerti aku merindukannya?, dan jawabannya ia malah akan pulang bulan depan
Tidak lama pipiku semakin memanas dan menggerutu kesal sambil berusaha mengambil ponsel milik Zayn itu.
Bagaimana bisa rekaman itu terekam!
Namun usahaku tentu gagal, aku yang memiliki postur tubuh lebih pendek dari Zayn hanya membuatku kelelahan untuk meloncat dan menggapai ponsel itu.
"Kalau begitu, Maddy kau harus mengikuti kemauan kami tanpa terkecuali atau rekaman suaramu yang manis ini akan terkirim secara langsung ke Harry" ujar Liam licik dan di sambut gelak tawa yang lain. Semakin lama aku akan di buat gila.
***
"Maddy tolong ambilkan ponselku"
"Maddy buatkan aku secangkir teh hangat"
"Maddy pijat kakiku yang kanan"
"Maddy ganti saluran televisinya"
"Maddy cepatlah membuat makanannya"
"Maddy"
"Maddy"
"SHUT UP !" Teriakku kesal karena mereka menyuruhku layaknya aku memiliki 10 tangan.
Apa mereka tidak melihat tanganku hanya dua dan mereka memanggilku secara bersamaan.
Ku letakan semua makanan dan minuman di atas meja dan mengerjakan apa yang mereka suruh satu persatu.
Mulai dari permintaan Niall, Louis, Liam dan Zayn.
Mereka ingin membunuhku secara perlahan kalau begini.
2 jam berlalu dan ku hempaskan diriku di kursi sofa panjang dan segera memijat-mijat lenganku. Mengurus mereka ber-empat seperti mengurus 4 bayi baru lahir yang membuat repot.
Baru saja mataku akan terpejam, suara bel rumah ini menggema dan membuat istirahat anggunku terganggu.
"Kau dengar bel itu?" Liam menghampiriku dengan kue di tangannya yang kalau ku akui kue buatanku itu tidak buruk.
"Lalu?" Tanyaku malas dan menenggelamkan kepalaku ke bantal yang berada di sofa ini.
"Bukalah, atau tamu itu akan membeku" "tidak ada penolakan, ingat?" Ia melenggang pergi dan aku bangkit dari sofa sambil menggerutu kesal dan berjalan ke arah pintu.
Sebenarnya bisa saja pelayan disini membuka pintu itu, namun mereka ber-empat siapa lagi kalau bukan Niall,Louis,Zayn dan Liam menyuruh semua pelayan tidak mengerjakan tugas mereka dan aku yang menggantikannya.
Bel rumah ini berbunyi lagi dan aku dibuatnya semakin kesal dan menghentakan kakiku kencang dan berlari ke arah pintu itu lalu membukanya.
Desiran angin musim dingin memasuki ruangan ini karena pintu yang masih terbuka lebar. Ku rasa aku harus mengambil selimut sekarang.
"Tolong sabar, aku sangat lelah" ujarku sambil memejamkan mataku sejenak karena terlalu lelah. Namun mencium aroma parfume yang kukenal membuatku mendongak keatas.
"Memangnya kau habis kerja rodi?" Lelaki keriting menyebalkan itu maksudku Harry bertanya dengan wajahnya yang datar dan menyebalkan itu namun aku tidak bisa ku pungkiri aku terkejut sekaligus senang.
"Ya!, itu semua karena ke-empat sahabatmu yang menyebalkan itu" aku berbalik dan mengkerucutkan bibirku serta melipat kedua tanganku didada dan pergi meninggalkan Harry di ambang pintu.
"Memangnya apa yang mereka lakukan?" Harry menarik pundakku dan membalikan tubuhku. Ia menangkup kedua pipiku dengan tangan besarnya dan membuat wajahku dekat dengan wajahnya.
Aku tercengang dan sulit mengatur nafas jika seperti ini. Wajah kami benar-benar dekat sekarang. Oh!
Mata hijaunya yang indah menatap mata cokelatku dan membuatku mati kutu.
"Katakan, apa yang mereka lakukan padamu, huh?" Harry kembali bertanya dan aku? Tentu saja tetap dengan posisiku yang tegang dan terdiam.
Entahlah, setauku Harry adalah orang yang pintar atau ku akui sangat pintar!, namun mengapa ia sangat bodoh saat ini, bagaimana bisa aku menjawab pertanyaannya jika ia menutup jarak diantara kami.
"Demi semua makanan di muka bumi ini, jika kalian ingin melakukannya lebih baik masuk ke kamar!" Aku dan Harry memalingkan wajah kami ke asal suara itu. Terdapatlah Niall yang tengah membawa sepiring kue yang tadi kubuat dengn teriakannya yang menggema namun di ikuti senyum licik yang menghiasi.
***
600 votes omg tysm 😂😂😂, gue seneng please 😂.
Cerita yang terinspirasi dari mimpi serta kegabutan gue waktu masih try out yang membuatku nangis :") .
Soooo sekali lagi makasih , jangan lupa vomments ya wohooo 💁🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
Photograph [H.S]
Fiksi PenggemarBagaimana kalau ternyata mempunyai sihir itu tidak seindah yang kau kira?
![Photograph [H.S]](https://img.wattpad.com/cover/36996379-64-k15320.jpg)