Hari ini mood yang sedang aku miliki tidak baik. Ke-dua sahabatku, Aimee dan Kim tidak bisa menemaniku di rumah saat ini. Dan yang lebih membuatku kesal, Kim tidak bisa menemaniku karena sedang pergi dengan Niall ke suatu tempat.
Bukan, bukan aku cemburu atau bagaimana dengan Niall dan Kim yang sedang dalam masa pendekatan, namun aku iri karena mereka dapat pergi berjalan-jalan, sedangkan aku hanya boleh berjalan-jalan di rumah ini sampai batas gerbang.
Saat aku menghubungi Aimee melalui Face Time ia bertanya 'Mengapa kau tidak keluar rumah?' Dan tentu saja jawabannya karena Harry melarangku untuk berjalan satu langkah dari depan gerbang.
Kalau lelaki itu sudah berpesan aku tidak bisa membantahnya karena kalau aku membantah tetap saja aku yang akan diam dan bungkam.
Memang semenjak kejadian seminggu yang lalu, aku seperti spesies langka yang selalu di jaga.
Walau hanya di perkarangan rumah, aku terus di ikuti oleh orang suruhan Harry. HAH!
Pernah aku mencoba untuk kabur dari pengawasan orang suruhan Harry namun tetap saja aku gagal.
Saat aku mencoba melarikan diri dari pengawasan, aku selalu melihat sekelebat bayangan hitam yang terlihat seperti mengikutiku, tetapi itu semua tidak kuambil pusing.
Saat ini hanya ada aku dan Harry di rumah ini.
Biasanya Harry sedang mengurus sesuatu untuk perusahaan yang keluarga Styles miliki.
"Harry aku bosan." Mendudukan diriku di sampingnya yang sedang menonton televisi membuatnya menoleh kearahku.
"Lalu?" Tatapan mataku membulat dan membuatku menghembuskan nafas cepat mendengar jawabannya.
"Aku ingin pergi!" Saat ini aku seperti seorang anak balita yang sedang merengek ke ayahnya.
"Kau bisa pergi ke kamar, taman, dapur, kamar mandi, ruang keluarga dan balkon." Masih dengan menatap ke layar televisi, ia menjawabnya dengan santai dan aku di buatnya semakin kesal.
"Apa ?" "Aku kesal, sangat kesal, aku kesal denganmu Harry. Aku sebal, aku.. aku-- intinya aku kesal padamu Harry!" Ujarku dengan suara yang cukup keras dan beranjak pergi ke dapur meninggalkan Harry yang tidak menggubrisku untuk mengambil minum karena aku merasa haus.
Setelah minum kembali aku berjalan mondar-mandir. Mulai dari lantai bawah sampai atas begitu terus namun aku tetap merasa kesal.
Aku ingin pergi ke suatu tempat. Kemana saja.
Ini liburan dan aku hanya menghabiskan liburan di rumah ini? Yang benar saja!
Memang perasaanku sedang tidak karuan karena perempuan memiliki tamu bukan setiap bulannya? Dan tentu saja itu membuat perasaan berubah-ubah dan kali ini aku merasa seperti anak kecil.
Aku kembali ke ruangan tempat Harry berada. Ia masih setia dengan tontonannya dan aku mendudukan diriku di sampingnya lalu melipat kedua kakiku.
Sofa yang tengah aku dan Harry duduki adalah sofa panjang yang seperti kasur jadi cukup lega untuk kita berdua.
"Harry..." Aku merengek kearahnya dan berharap aku di perbolehkan untuk pergi keluar dari rumah ini.
"Apa setiap bulan kau seperti ini?" Ujarnya cepat dan membuatku terkejut serta semu merah menjalar di pipiku.
"Iya dan kau harus memperbolehkanku pergi!" Kali ini aku melipat kedua tanganku di dada dan menghadap ke arah Harry.
Suasana sangat hening hanya terdengar suara dari televisi. Harry tidak menjawab pernyataanku dan ide tidak jelasku meluncur begitu saja.
Mulai dari menarik rambutnya, mencubitnya dengan gemas dan mengganti saluran televisinya sesukaku dan terkadang aku membuka saluran televisi yang tidak mendapat sinyal namun tetap saja Harry mengabaikan permintaanku.
Akhirnya aku menyerah. Aku hanya bisa melihat orang-orang yang tengah check-in di mana-mana.
Ku senderkan kepalaku ke pundak Harry. Katakan aku seperti anak kecil, namun aku memang ingin bersandar di pundak seseorang.
Biasanya aku bersandar pada pundak ibuku jika aku sedang kesal.
Berbicara tentang ibuku. Ada kabar bahwa ibuku masih baik-baik saja namun ia tetap harus menjawab semua pertanyaan yang ada di dirinya. Entah mereka membutuhkan jawaban apa dari ibuku.
Cukup lama aku bersandar di pundak Harry dan aku mengganti saluran televisi menjadi film kartun.
Memandang televisi dengan malas, namun aku hanya terdiam dan berharap dapat menikmati saluran yang ku lihat.
Secara tidak sadar Harry mengusap rambut panjangku dan menyenderkan kepalaku di dadanya membuatnya lebih mudah mengusap rambutku.
"Amerika atau Prancis?" Masih dengan mood yang buruk, Harry mempertanyakan hal yang aku pikir tidak penting. Ia bertanya seperti itu membuatku kesal mengingat kali ini adalah liburan dan aku hanya berdiam diri dan terkungkung di dalam rumah.
"Amerika, dan aku ingin mengunjungi Disneyland." Aku menjawab sesuai dengan keinginanku dari dulu yang ingin sekali mengunjungi negara itu. Namun aku bukanlah anak dari keluarga yang berkelimpahan harta dan aku harus mengurungkan niatku untuk mengunjungi negara itu dan tempat rekreasi terkenal itu.
Mendengar pernyataanku membuat Harry diam dan terus mengetik sesuatu di ponselnya.
Sudah kuduga ia hanya ingin bertanya agar di sini tidak terlalu sunyi.
"Kalau begitu besok kita akan terbang ke Amerika dan mengunjungi Disneyland" Ujarnya datar dan masih berkutat dengan ponselnya.
Mendengar ucapannya membuatku terdiam dan berusaha mencerna kata-katanya.
"Pergi kesana dengan apa?, Jet pribadi yang kau miliki?, kau sedang bergurau bukan?" Tanyaku asal dan aku masih belum percaya dengan omongannya.
"Ya kita akan menggunakan itu dan kau tidak percaya dengan omonganku?, lihat ini" Harry menyodorkan ponselnya kearahku dan terpampang jelas di ponselnya bahwa Harry mendapat email yang berisikan ia berhasil memesan kamar hotel di Amerika.
Aku yang melihatnya langsung menegakan tubuhku dan menghadap ke arah Harry sambil tersenyum.
Namun dengan cepat aku memeluknya dengan erat.
"Terimakasih." Ujarku dan melepaskan pelukanku darinya.
"Terimakasih kembali?" Ujarnya seperti pertanyaan dan tersenyum ke arahku dan menunjukan lesung pipinya.
Aku membalasnya dengan senyuman dan Harry mengacak-acak rambutku pelan.
***
Maafkan Chapter ini yang absurd wkwk.
Lagi engga enak badan tapi tetep gereget pengen lanjut :")
Makasih yang udah baca :*
KAMU SEDANG MEMBACA
Photograph [H.S]
Fiksi PenggemarBagaimana kalau ternyata mempunyai sihir itu tidak seindah yang kau kira?
![Photograph [H.S]](https://img.wattpad.com/cover/36996379-64-k15320.jpg)