Dikepala Maddy saat ini hanyalah Harry,Harry dan Harry. Tentu saja kepalanya berputar dan terus berfikir bagaimana jika Harry terluka atau hal yang lebih buruk terjadi.
Kalau orang yang tidak mengerti apa-apa, melihat Harry dan Luke saat ini pasti berfikir bahwa mereka hanya bertatap-tatapan.
Sebelumnya, Maddy pun berfikir seperti itu, namun sinyal dalam dirinya mengatakan bahwa mereka berdua benar-benar sedang bertarung.
BRRAAKKK
Kedua lelaki itu terlempar dan terhempas kebelakang membentur pohon hingga rubuh. Sudut bibir Harry terlihat cairan berwarna merah yang kental.
Seperti kecepatan suara, tiba-tiba saja tombak hitam yang berujung runcing mengarah kearah Harry. Namun, tombak itu tidak sampai menusuk Harry karena lelaki itu telah menyadari benda yang datang kearahnya itu.
Harry mengepal kedua tangannya dan membuat Luke yang sebelumnya berdiri tegak, menjadi berlutut.
Terlihat jelas jika Harry menggunakan banyak tenaga untuk kekuatannya yang satu ini. Itu mungkin saja karena, Harry memiliki dendam tersendiri pada Luke.
Namun disisi lain, Maddy merasakan hal aneh ketika melihat pertarungan Harry dan Luke saat ini. Tiba-tiba saja, tubuh Harry menjadi transparan dihadapan wajah Maddy.
Gadis itu melihat jelas bahwa energi yang keluar dari tubuh Harry seperti diserap dan seperti sia-sia.
Ketika itulah, Maddy tersadar dari pikirannya seperti tertimpa kamus. Ia sadar bahwa ada seseorang yang mengambil energi dan kekuatan Harry.
Lalu tatapan matanya melihat tajam kearah Luke. Ia terus memperhatikan lelaki itu dengan fokus dan saat itulah, tanpa sadar sihir milik Maddy bekerja dengan sendirinya.
Maddy menghampiri Luke yang terjatuh dan berlutut ditanah. Saat itulah Kekuatan Harry seperti terhenti dengan sendirinya.
Ditariknya kerah baju Luke oleh Maddy yang membuatnya terangkat dan bertatapan dengan tatapan tajam milik gadis yang terkenal dengan tatapan lembutnya.
"Kau pintar, sangat pintar!" ujar Maddy sembari terkekeh hambar.
Harry yang memperhatikan kekasihnya itu hanya terdiam karena ia tahu, jika sihir Maddy benar-benar kembali dengan perlahan.
"Aku tau jika ini hanya ilusi, maka enyahlah!"
Saat itu juga, tubuh lelaki bernama Luke itu berubah menjadi kabut yang berangsur mengurai dan menghilang.
"Berhati-hatilah dengan emosimu Harry, karena mereka telah mengambil beberap persen dari kekuatanmu." tutur Maddy masih dengan membelakangi Harry.
Dengan langkah cepat, Harry menghampiri Maddy dan menatap ke arah mata yang memancarkan tatapan tajam membunuh.
Disentuhnya kedua pipi Maddy dengan kedua tangan Harry yang dua kali lipat lebih besar dari kedua pipi Maddy.
"Tadi aku berbicara apa?" tanya Maddy dengan wajahnya yang polos.
Ditekannya kedua pipi Maddy oleh Harry, yang membuat bibir gadis itu mengerucut. "Sungguh jelek wajahmu jika seperti ini." ujar Harry sambil terkekeh kecil, dan masih membuat wajah jelek di wajah Maddy.
"Kalau begitu lepaskan tanganmu, bodoh." seru Maddy dengan nada kesal juga dengan suaranya yang tidak jelas karena mulutnya yang mengerucut.
"Gadis luguku sudah berani berkata seperti itu?," Harry bertanya dengan salah satu alisnya yang naik keatas. "Akan aku berikan sanksi untuk itu." lanjut Harry lagi dengan kedipan sebelah matanya.
Merasa kesal, Maddy melepaskan kedua tangan Harry dari kedua pipinya. "Sanksi seperti apa?, mengurungku dikamar hingga seminggu?" seru Maddy cukup kencang, yang membuat Harry terkekeh pelan.
Harry memeluk pinggang Maddy dengan satu tangannya dan tangannya yang satu mendorong pelan kepala belakang Maddy mendekat ke wajah Harry.
"Bukan, tetapi seperti ini."
Saat kedua wajah mereka tidak ada jarak, Harry menggigit bibir bawah Maddy dan menariknya cepat.
"Dasar kau mesum!" teriak Maddy tepat di hadapan wajah Harry.
Harry hanya tertawa melihat Maddy yang masih mengomel karena tindakannya. Gadis itu mengigit bibir bawahnya kedalam karena perih. Tentu saja itu perih.
Tidak memperdulikan Maddy yang masih mengomel, Harry memeluk tubuh gadis itu dan mencium puncak kepalanya.
"Kau tau, aku bisa saja membuat kedua bibirmu itu berdarah," "Mungkin nanti." ucap Harry lagi dengan tatapan jailnya.
***
Mampus gue nulis apaan :"), itu sebenernya adegan yang tidak seharusnya ditulis tapi gue tulis (?)
Masih ada yang nunggu cerita ini gak sih?, soalnya kayanya kurang peminat wkwk.
Yaudah ah bhayy
KAMU SEDANG MEMBACA
Photograph [H.S]
FanficBagaimana kalau ternyata mempunyai sihir itu tidak seindah yang kau kira?
![Photograph [H.S]](https://img.wattpad.com/cover/36996379-64-k15320.jpg)