- Maddy Smith -
Semenjak kejadian yang menimpaku dan Niall di taman. Aku merasa enggan untuk pergi keluar kembali dan tentu saja aku merasa bersalah terhadap Niall. Kalau saja aku mendengarkan ucapan Harry, mungkin Niall tidak akan kesulitan bernafas seperti itu.
Namun kali ini perasaan kesal melanda diriku. Pasalnya hari ini semua orang mengabaikanku, dan Harry meninggalkanku di rumah selama dua hari dan ia mengatakan akan pulang lusa.
Di rumah ini hanya ada aku dan Louis. Niall?, oh ia sedang berkencan dengan seorang sahabatku, siapa lagi kalau bukan Kim. Belum lagi Liam yang sedang pergi bersama gadis bernama Solia. Tunggu kurasa bukan Solia tetapi Sophia.
Walaupun Louis masih menemaniku di rumah. Ia tetap saja sibuk dengan laptopnya yang menampilkan video Aimee sedang berbincang dengan dirinya.
Hampir 3 film berdurasi kurang lebih 2 jam sudah kulahap habis namun tetap saja aku merasa bosan dan terabaikan.
Aku mencoba memanggil Louis namun tetap saja ia hanya menjawab singkat dan melanjutkan kegiatannya dengan Aimee. Lalu aku mencoba menghubungi Niall untuk membelikanku makanan ringan, tetapi sebelum aku mengucapkan kata 'Hallo', ia mengatakan "Hei Maddy, aku sedang sibuk sampai jumpa.". Dan setelah itu ia mematikan sambungan telephone.
Menghubungi Liam?, oh aku sangat sial saat menghubungi Liam. Kenapa? Karena yang mengangkat ponsel Liam adalah seorang gadis bernama Solia, maksudku Sophia. Gadis itu mengatakan jangan menghubungi Liam karena Liam telah memiliki seorang kekasih dan setelah itu sambungan pun terputus. Gadis itu benar-benar menyebalkan. Dia pikir aku perusqk hubungan orang sampai ingin mengambil Liam dari dirinya?!
Dan yang terakhir adalah Harry. Menghubungi Harry lebih menyakitkan dari menghubungi Liam, karena saat aku menghubungi Harry, sambungan telephone langsung masuk ke Voicemail.
Tidak biasanya Harry mematikan ponselnya. Aku semakin curiga jika ia sedang bersama gadis lain. Tidak!, jangan katakan aku cemburu. Hanya saja aku merasa kesal saja.
***
Pagi hari yang kulewati begitu sunyi senyap seperti pemakaman. Saat ini jarum jam menunjukan pukul enam sore dan aku baru saja selesai mandi. Oh dan aku masih mengenakan baju handuk berwarna putih yang membalut tubuhku.
Knock knock knock
Terdengar suara ketukan pintu dari balik pintu kamarku. Berjalan dengan malas, kubuka pintu nya dan terlihatlah gadis bernama Sophia. Well , aku tahu itu dia karena aku pernah bertemu dengannya sekali.
"Cepat pakai ini dan tepat pukul 7 malam, kau harus sudah siap!"
Setelah ia menyodorkan dua totebag berwarna hitam kearahku, dengan segera aku menutup pintunya kembali karena gadis aneh itu pergi setelah ia menyodorkan totebag ini.
Kulihat isi dari totebag itu dan terlihatlah dress ungu dan platform hitam yang terlihat cantik. Aku menyukai kedua benda ini dan langsung saja aku memakainya.
Melihat pantulan diriku dengan balutan dress ungu ini membuatku tersenyum puas. Aku hanya merias wajahku dengan riasan tipis dan untuk rambutku hanya di biarkan terurai.
Setelah mengenakan sepatu dan mengambil tasku, dengan langkah cepat aku keluar dari kamar menuju kebawah.
Saat aku menuruni tangga, salah seorang pelayan Harry berbicara denganku."Nona sudah si tunggu di depan." Ujarnya lembut dan sopan, aku yang mendengarnya hanya mengangguk dan melangkahkan kaki menuju keluar rumah.
Di depan pintu rumah Harry, terlihat mobil sport berwarna putih yang di kendarai oleh Niall. Mengerti isyarat mata Niall, aku segera memasuki mobilnya dan mendudukan diriku di kursi sampingnya.
Di dalam mobil ini hanya ada suara keheningan. Tidak biasanya Niall menjadi pendiam seperti ini. Bermimpi apa ia semalam?
Kurang lebih 30 menit akhirnya kami sampai di sebuah restaurant yang mewah. Niall menyuruhku untuk keluar dan mengikutinya.
Sebenarnya ada apa ini?, mengapa ini semua terlihat aneh bagiku. Saat memasuki restaurant ini, Niall tidak berhenti di kursi manapun. Ia terus berjalan menuju bagian luar restaurant ini.
Namun tiba-tiba Niall berbalik menghadapku dan spontan aku terlonjak kaget akibat perbuatannya. "Aku ingin ke toilet, jalan saja kearah sana." Begitu ia menjelaskan sambil menunjuk menggunakan telunjuknya.
"Tapi Niall itu ge--"
Ucapanku terputus karena melihat Niall yang sudah hilang dari hadapanku. Aku melangkahkan kakiku selangkah demi selangkah menuju danau yang tidak terlalu kelihatan karena pencahayaannya yang kurang.
Memeluk diriku sendiri, aku mendengar suara langkah kaki yang berjalan mendekatiku dengan suara bisikan yang yang membuatku bergidik ngeri.
***
Qotd : lagu baper aku?
Clue : - ada 3 lagu.
- lagu pertama itu lagunya 1D di album four
- lagu ke dua lagu ed sheraan di album X
- lagu ke tiga lagu Taylor swift di album speak now
Yang bisa jawab paling banyak betulnya dan paling cepet aku kasih solo dm Louis/Ashton.
Buat dua orang aku pilih acak, aku kasih Maddi Jane. Tapi kalo ngk ada yg bisa jawab betul 3, aku bakal ulang di part selanjutnya :3
Aku ngadain ini krn photograph udh nyampe 3K seneng banget. Apalagi sama comment2nya 😘.
Maaf part ini ngebosenin banget :")
Tapi teto vomment ya...
KAMU SEDANG MEMBACA
Photograph [H.S]
FanfictionBagaimana kalau ternyata mempunyai sihir itu tidak seindah yang kau kira?
![Photograph [H.S]](https://img.wattpad.com/cover/36996379-64-k15320.jpg)