- Author -
"Jangan tinggalkan aku, kumohon."
"Harry."
"Jangan pergi!"
"Harry!"
Pemilik mata berwarna hijau emerald itu terlonjak kaget mendengar suara bentakan seorang gadis dengan nada tegas yang menhiasi indra pendengarannya.
"Madds?"
Yang di panggil pun terdiam dan tampak heran dengan kelakuan kekasihnya saat ini. Gadis itu mendudukkan dirinya di samping lelaki bernama Harry yang menampilkan raut muka khawatir.
Setelah itu Harry membawa Maddy kedalam dekapannya dan semakin memeluknya lebih erat seperti tidak mau kehilangan.
Mendapat perlakuan seperti itu, Maddy hanya membalas pelukan Harry dengan lebih erat dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Harry.
"Hazz" Maddy memanggil Harry dengan nada yang lembut dan masih menempelkan pipi sebelah kirinya pada dada bidang Harry.
Lelaki itu hanya menjawab dengan gumaman kecil dan menenggelamkan setengah wajahnya pada pucuk kepala Maddy. Aroma vanilla yang berasal dari rambut Maddy menghiasi indra penciuman milik Harry.
Aroma yang di hasilkan dari rambut Maddy, membuat perasaan tenang mengguyur seluruh tubuh Harry. Sebelum benar-benar melepaskan pelukan, Harry menghirup dengan kuat aroma vanilla yang membuatnya merasa tenang.
"Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Maddy merasa khwatir melihat kekasihnya yang terlihat tidak seperti biasanya.
"Aku baik." Jawab Harry cepat.
"Kau tidak mau mencicipi kue buatanku?, Selesai mandi pagi tadi, kau langsung tertidur."
Harry hanya menggeleng sebagai jawaban. Ia kembali menatap wajah gadis di depannya itu dengan senyum tulus yang bersirat kebahagiaan.
Kali ini Maddy benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan kekasihnya itu. Ia berharap bahwa semua baik-baik saja walau alarm dalam tubuhnya mengatakan tidak.
"Mau bercerita?" Tawar Maddy pada Harry yang masih menatapnya dengan senyum yang melekat kuat.
"Hanya mimpi, dan aku tidak mau kau meninggalkanku." Begitulah jawaban yang di terima oleh Maddy.
Maddy mengangguk mengerti mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Harry. Namun karena merasa tidak enak terus di pandang dengan senyuman oleh Harry, Maddy mengacak-acak rambut keriting Harry dengan gemas.
"Kau merusak rambut indahku sayang." Tutur Harry sambil terkekeh kecil.
Setelah itu, tangan Maddy yang masih berada di rambut keriting Harry, berbindah ke pipi, dituntun oleh kedua tangan milik Harry yang menggenggam tangan kecil milik Maddy.
"Kau cantik."
Semburat merah merekah ruah di kedua pipi Maddy karena ucapan Harry yang menggodanya. Apalagi saat ini kedua wajah mereka sangatlah berdekatan.
Disaat itu juga, wajah Maddy semakin mendekat kearah wajah Harry . Sampai akhirnya kedua bibir mereka hampir saja bertemu. "Boleh aku menciummu?".
Bodoh. Ya begitulah yang tidak terucap oleh Harry. Ia hanya tersenyum dan dengan cepat menyentuh lembut bibir Maddy.
***
PENDEK KANN ??, IYALAH GUE LAGI PENGEN PENDEK HAHAHAHAHA.
UDAH AKU KABULIN TUH YANG MAU MARRY(MADDY HARRY) MOMENTS
OH IYA ADA YANG MAU NGK MASUK GROUP LINE?, KALO SEKITAR 10 ORANG MAU, AKU MAU BIKIN. MAU NAMBAH TEMEN AJA BIAR PUNYA TEMEN ANAK WP CIELAHH. APALAGI DIRECT/5SOSFAM.
TAPI YANG LAIN JUGA BOLEH.
JANGAN TAKUT AKU NGK GIGIT SUER.
JANGAN KACANG NANTI GUE MALU GILSS. LANGSUNG AJA YA TULIS ID LINENYA DI COMMENT ATAU NGK MESSAGE AKU AJA.
PS : BAKAL DI LANJUT SECEPATNYA.
KAMU SEDANG MEMBACA
Photograph [H.S]
Hayran KurguBagaimana kalau ternyata mempunyai sihir itu tidak seindah yang kau kira?
![Photograph [H.S]](https://img.wattpad.com/cover/36996379-64-k15320.jpg)