Lanjut? Iyalah masa digantung.
Happy Reading
________________________
Adira menatap datar Gisel. Ia melihat mata Gisel memancarkan amarah kearah dirinya.
Ia mengusap sedikit sisa darah disisi bibirnya.
"Atas dasar apa Lo tampar gue?" Tanya Adira dingin dengan wajah datar.
Gisel mengepalkan tangannya." GARA GARA LO HIDUP GUE JADI BERANTAKAN" Teriak Gisel dengan penuh amarah dan benci kearah Adira.
Adira terkekeh sinis." Bukannya hidup Lo emang udah berantakan ya?" Jawab Adira enteng dan santai.
Gisel membeku ditempat. Ini adalah dirinya yang asli ia harus menjadi boneka ketika dirumah.
Disuruh belajar dan harus mempunyai peringkat terus menerus oleh Pratama. Sedangkan Ratna ia melarang Gisel untuk memakan makanan banyak.
Makan harus terarut sekali cukup dalam satu hari. Ia menyuruh Gisel harus tetap terlihat cantik didepan kamera.
Gisel muak dengan suruhan kedua orang tuanya. Gisel ingin hidup seperti orang lain.
Gisel ingin hidup bebas. Hingga dirinya masuk kedalam dunia malam.
Itu juga sembunyi sembunyi. Maka dari itu waktu orang tua Gisel meninggal. Gisel menangis sedikit lalu tertawa jahat didalam kamar.
Karena tidak ada lagi yang akan memerintahkan seenaknya kepada dirinya.
"Jangan asal bicara Lo" sentak Gisel membuat Adira menatap remeh Gisel.
"Why? Gue berbicara dengan yang sebenarnya" ucap Adira tenang.
Keluarga Prixion yang melihat disebrang sana tersenyum ketika melihat Adira melawan Gisel dengan kata kata tajamnya.
"Cucuku hebat" ucap Annita dengan mata berair karena terharu.
"Anak aku mah" ujar Brandon. Annita mendelik kesal kearah Brandon.
Mereka tertawa ketika melihat anak dan ibu yang sedang melayangkan bendera pertengkaran.
Sedangkan disana. Adera dkk menatap takjub kearah adira yang berucap santai.
"Adek Lo der" ucap Dion Adera hanya mengangguk bangga.
Griodan menatap kesal kearah Adera. Tangannya harus saja mencekal pergelangan Natasya agar tidak kabur.
Natasya geram sendiri harus ditahan oleh mereka.
Sementara Adira dan Gisel. Mereka masih sama sama diam dan akhirnya Adira membuka suara.
"Jadi dasarnya gini, Lo nuduh gue?" Tanya Adira kepada Gisel.
"Siapa lagi kalau bukan Lo anjing" murka Gisel menggebu-gebu
Adira tertawa miris. Hatinya Adira sangat senang sekali melihat Gisel yang tak berdaya dihadapan semua orang.
Adira masih berfikir. Bahwa Gisel dan natasya akan dibawa ketempat ruang bawah tanah milik Prixion.
Adira sudah tidak sabar." Kalau itu ulah gue kenapa?" Sarkas Adira membuat Gisel berteriak marah.
Gisel melihat ada garpu dimeja tersebut. Lalu ia berlari kearah Adira dan akan menancapkan garpu tersebut dipindah Adira.
Namun Adira dapat menghindari. Mereka yang melihat itu menjerit ketakutan termasuk Annita dan alisya adira tidak ingin terluka oleh tangan busuk Gisel.
Annita menatap marah Gisel dengan raut benci.
Gisel yang melihat Adira menghindar semakin menjadi jadi kerasukan setan.
Gisel membuang garpu tersebut lalu ia menatap pisau yang dimeja tersebut, Gisel akan menancapkan diperut Adira namun.
Brakk
Seseorang melemparkan kursi besi kearah kepala Gisel. Gisel mengusap kepala nya yang berlumuran darah dan tiba tiba pandangannya berubah menjadi gelap.
Tubuh Gisel ambruk ditempat tidak ada yang menolong Gisel Natasya ingin menolong gisel namun ditahan oleh Griodan.
Adira menatap pria yang melempar kursi kearah Adira. Lalu Adira berjalan menghampiri pria tersebut.
"Kenapa Lo lempar kursi sih?" Ujar Adira kesal.
Pria tersebut memandang adira datar, lalu membenarkan lagi jas yang ia pakai tadi.
"Kalau gak dilempar udah pasti pisau itu nembus diperut Lo" ucap pria tadi lalu melangkah meninggalkan Adira.
Adira akan menyusul pria itu namun ia menghampiri Adera terdahulu." Bang urusin semua, Gisel sama natasya bawa ke mansion." Titah Adira membuat mereka mengangguk dan tersenyum mengerikan.
Adira berlari mengejar pria tadi. Dan Adira lihat pria tersebut sedang berjalan kearah keluar gedung.
"Tunggu" teriak Adira membuat pria tersebut berhenti lalu menoleh kearah belakang.
"Why?" Tanya pria tersebut dengan pandangan datar.
"Makasih" ujar adira lalu menghampiri laki laki tersebut.
"Atas dasar apa?"
"Lo udah nolongin gue"
"Oh, itu gue balas Budi. Karena waktu itu Lo udah bawa gue kerumah sakit dan sekarang bagian gue yang tolongin lo" ujar pria tersebut panjang lebar dengan nada santai.
Adira mengaga ditempat." Oke lupain, nama Lo siapa?" Tanya Adira membuat pria itu tersenyum smirk.
Pria tersebut mendekati Adira lalu berbisik." Zian Abraham" setelah membisikan itu pria itu berjalan lagi kearah mobil miliknya.
Sebelum masuk kedalam mobil mewah tersebut. Zian sempat melirik Adira lalu mengedipkan matanya sebelah. Adira mengaga lebar. Ia jadi geli sendiri.
Bagaimana bisa Zian tidak dendam kepada dirinya. Bahkan Adira tidak sengaja melihat aset berharga Zian.
-
-
-
Lanjut ya?
Okeee dagoan yaaa.
Byeeeee
KAMU SEDANG MEMBACA
CRUEL GIRL [End]
Teen Fictiongadis misterius dengan mata tajam dan aura dingin membuat semua orang melihatnya takut, dia dijuluki dengan sebutan "CRUEL GIRL" dalam sekolahnya namun dia tetap biasa saja. mengapa dia seperti itu. Mending kita cari alasannya. Gadis itu setelah sel...
![CRUEL GIRL [End]](https://img.wattpad.com/cover/331034115-64-k831378.jpg)