Chapter 39

978 18 0
                                        

Masih konflik Fani sama Satya yaaa.

Happy Reading
____________________

Fani tidak ingin mendengar penuturan Satya yang membuat hatinya sakit seperti dicabik cabik belati. Sepertinya lebih dari itu.

"Kenapa kamu ngga jujur waktu itu?" Isak Fani lirih membuat Satya berdecih sinis.

"Ini semua salah Lo, andai keluarga Lo gak maksa gue jadi suami Lo, mungkin sekarang gue udah hidup bahagia sama Renata. Gue mau jelasin keluarga Lo sama keluarga gue udah usir duluan Renata.

Gue cinta dia walaupun dia orang yang gak berada, dia baik dia gak seperti Lo, dengan dia tidak punya apa apa keluarga Lo udah semena mena sama dia" bentak satya karena emosi mengingat kejadian itu.

Renata harus dihina dan dicaci maki oleh keluarganya dan keluarga Fani. Satya mau tidak mau membaa Renata keluar rumah.

"Sayang, dengerin aku. Aku bakal nikahin dia tapi aku gak bakal nyentuh dia sampai kapan pun, aku akan selalu ada disisi kamu dan anakku" janji Satya pada Renata.

Renata menatap Satya dengan sendu." Jangan, kamu cintai dia seperti kamu mencintai aku. Jangan sakitin dia" jawab Renata.

Satya memeluk Renata karena tidak mau harus kehilangan wanita seperti Renata." Sayang aku janji aku akan menikahi kamu setelah aku nikah sama dia, aku bakal ngehidupin keluarga kecil kita." Ujar satya dengan perasaan tidak rela.

Renata hanya menatap Satya lalu berlari dari mansion tersebut.

Fani mengusap air matanya lalu ia pergi dari hadapan Satya. Ia akan pulang kerumah orang tuanya, tetapi tidak akan memberi tahu masalah ini.

Cukup dia yang tahu, orang tua nya tidak perlu tahu menahu.

Setelah beberapa bulan Satya tidak menyentuh lagi Fani, selama itu Satya terang terangan membawa Renata kedalam rumahnya dan membawa anak kecil berusia 2 tahun.

Fani dan Renata berinteraksi dengan damai, tidak ada pertengkaran diantara mereka berdua. Bahkan Fani bermain dengan anak Renata yang merupakan anak dari suaminya.

Mukanya terlihat duplikatan Satya, namun ini versi kecil. Walaupun Fani kadang terlihat sakit hati ketika satya memperlakukan Renata dengan lembut.

Renata selalu menolak perlakuan itu karena ia tidak enak kepada Fani, namun Fani hanya tersenyum memaklumi.

"Ren, anak kamu namanya siapa?" Tanya Fani dengan lembut sambil menatap bocah laki laki tersebut yang sedang anteng bermain sendiri.

"Zian Abraham." Ujar Renata Lalu menatap Zian dengan senyum.

Fani hanya tersenyum lalu dirinya tiba tiba mual dan pusing. Fani berlari kearah dapur dan memuntahkan isi perutnya semua.

Hanya cairan bening yang keluar itu, membuat Fani terlihat lemas. Karena banyak mengeluarkan tenaga.

Renata membantu Fani memberikan air minum hangat, lalu Fani berterimakasih kepada Renata.

Renata tersenyum hangat kepada Fani." Udah mendingan fan?" Tanya Renata lembut dengan tangan yang mengusap usap tengkuk kepala Fani.

Fani hanya mengangguk dan berjalan dituntun Renata kearah ruang tamu.

Renata terlihat mengeluarkan sesuatu dan memberikan benda itu kepada Fani." Fani mungkin kamu hamil, cobain dulu sana nanti hasilnya kasih tau aku" ujar Renata dengan memberikan testpack kepada Fani.

Fani menerima taspack itu dengan ragu ragu." Maafin aku Renata" lirih Fani kearah Renata, Renata hanya tersenyum mengangguk lalu menyuruh Fani agar melakukan tes itu.

-
-
-

Hasil nya apa?
Kepo?
Ig@sptynmei_
Tt@queenshalrnd_

CRUEL GIRL [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang