8. Be-lie-ve

1.6K 140 7
                                        

Kini Harsa tengah berada di kantor polisi, ia berniat mengambil barang-barang milik Skylar yang mungkin tertinggal di TKP. Ia juga berniat mencari tahu penyebab kecelakaan Skylar.

"Terima kasih pak, karena sudah menyimpankan barang-barang milik adek saya. Kalau boleh tau, penyebab dari kecelakaan itu apa ya pak? Karena saat ini adek saya masih belum sadar, jadi saya tidak bisa menanyakan padanya", tanya Harsa, setelah salah satu anggota polisi disana menyerahkan barang-barang milik Skylar.

"Sama-sama, karena TKP merupakan tempat yang cukup sepi, dan tidak terjangkau CCTV, untuk sementara kami menyimpulkan bahwa itu adalah kecelakaan tunggal, karena kami tidak menemukan bukti yang menunjukkan bahwa kecelakaan ini melibatkan orang lain. Kami masih melakukan penyelidikan, tapi dugaan sementara karena minimnya penerangan, kondisi jalanan yang licin, serta saudara anda yang mengendarai sepeda motor, dibawah pengaruh alkohol", jelas polisi yang membuat Harsa kaget.

Pernyataan terakhir polisi membuatnya geram, mana mungkin Skylar mengonsumsi hal seperti itu.

"Maaf pak, untuk pernyataan terakhir apakah sudah terbukti bahwa adik saya mengonsumsi alkohol?", tanyanya kembali pada polisi.

"Ya, sudah. Pihak rumah sakit telah mengonfirmasi bahwa memang ditemukan kandungan alkohol ditubuh saudara anda",jelas polisi itu lagi pada Harsa.

Setelah itu Harsa mengucapkan terimakasih dan pamit untuk meninggalkan kantor polisi. Ia lantas pergi dengan buru-buru, ia merasa kecewa saat ini. Ia tak menyangka jika Skylar bertindak sejauh itu. Ia lantas melajukan motornya ke arah rumah sakit dengan kecepatan tinggi.

-------------------

Sementara itu di rumah sakit, kini telah ada Jenan, Jean, Nata, Joviar dan Jeviar yang kini menemani Skylar. Jenan duduk disamping Skylar, sedangkan yang lain bermain bersama Jean di sofa.

"Lo harusnya kalo tau Jean ga ada yang jagain gausah kesini gapapa, gue yang kasian kalo lo bawa Jenan ke rumah sakit. Rumah sakit kan banyak penyakit", protes Skylar pada Jenan.

"Jean maksa buat ikut, toh dia juga gue pakein masker, kemana-mana juga gue bawain handsanitizer, amann", ucap Jenan menenangkan Skylar.

"Lo kok bisa kecelakaan gimana bang? Ngantuk? Apa gimana?", tanya Jenan pada Skylar.

"Gatau, gue ga inget sama sekali. Tau-tau gue udah disini aja", jelas Skylar pada Jenan.

"Hmm.. aneh lo. Btw, orang tua lo udah di kabarin bang?"

"Belum, ntar deh gampang. Eh Nata, yang jadi wali gue siapa? Ga mungkin kan operasi tanpa persetujuan pihak wali atau keluarga korban", tanyanya mencoba mengalihkan topik.

"Oh itu bang Harsa, dia yang nyetujuin buat tindakan kemaren", jelas Nata pada Skylar.

"Oh gitu, yaudah nanti gue ngomong deh sama bang Harsa", setelah itu keadaan cukup hening. Hingga suara pintu yang terbuka mengejutkan mereka.

"Ih bang Harsa, ngagetin", ucap Jeviar yang memang kaget karena Harsa yang membuka pintu tiba-tiba.

"Abang mau ngobrol bentar sama Skylar, kalian boleh tolong keluar dulu ngga", pinta Harsa sambil sebisa mungkin menahan untuk terlihat biasa saja.

"Kenapa bang? Kenap-", ucapan Joviar terputus.

"Please", pinta Harsa dengan tatapan yang cukup tajam pada Joviar. Joviar yang paham langsung mengajak keempatnya keluar ruangan.

Di dalam tersisa Harsa dan Skylar, Harsa lantas mendekat kearah Skylar yang kini nampak keheranan.

"Skylar, abang mau nanya, tolong jawab jujur", ucap Harsa serius yang hanya diangguki oleh Skylar.

Our Emergency Calls Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang