Hari ini hari ulang tahun Jean, hari sebelumnya mereka semua selesai menyiapkan semua keperluan untuk perayaan ulang tahun Jean. Awalnya Jean kekeh minta orang tuanya untuk datang, tapi setelah mendapat beberapa tawaran dari Harsa, akhirnya ia menurut.
Sore ini mereka tengah berkumpul di panti, menunggu Skylar yang tengah mengambil kue bersama Harsa. Sedari tadi perasaan Skylar tidak enak, ia merasa ada yang mengikuti mereka dari belakang. Jalanan cukup ramai, tapi ia tau jika orang itu tengah mengikutinya bersama Harsa.
"Mm.. Bang, mampir minimarket dulu yo? Bentar aja, ada yang mau Skylar beli", ia mengajak Harsa mampir untuk menghindar dari orang yang mengikutinya tadi.
"Ngapain? Ini nanti mereka nungguin. Mau beli apa emang? Lilin? Kan udah ada, nanti aja ya?", tolak Harsa.
"M-minum, yaa ?!! Pengin beli minum, haus banget", Harsa merasa aneh dengan Skylar. Ia masih belum sadar jika ada yang mengikutinya dibelakang.
"Kan bisa minum di panti nanti, lagian tinggal deket kok ini", Harsa masih menolaknya.
"Bentar aja bang. Ini haus banget", Skylar mencoba meyakinkan Harsa.
Akhirnya Harsa menurut, ia mampir di mini market sekitar sana. Setelah Harsa memarkirkan mobil, ia bingung, kenapa Skylar tidak segera turun.
"Katanya mau beli minum, kok ga turun?", Skylar tak menjawab, ia masih terus melihat kearah belakang lewat spion, memastikan bahwa orang itu telah melewatinya. Akhirnya orang itu tidak lagi mengikutinya.
"Eh, gajadi deh bang. Itu antri banget males, nanti yang lain nungguin"
"Dih? Tadi maksa minta berenti, sekarang kok--", ucapan Harsa terpotong.
"Balik aja bang, ini nanti kuenya benyek kelamaan gini", Harsa menurut, walaupun merasa aneh dengan sikap Skylar.
---------------------------------------
Acara ulang tahun selesai dilakukan, kini mereka tengah berada di halaman belakang basecamp untuk sekedar membakar jagung dan daging. Selesai dari panti merayakan ulang tahun Jean, mereka berniat menginap di basecamp malam ini.
Beberapa dari mereka sibuk membantu Joviar memasak, dan sisanya menemani Jean membuka kado-kado yang ia dapat. Di ulang tahunnya kali ini ia mendapat banyak kado dari anak-anak panti, ia merasa sangat senang, melupakan keinginannya untuk merayakan ulang tahun bersama orang tuanya.
Harsa tengah membantu Joviar memanggang daging, tiba-tiba getaran dari sakunya mengalihkan atensinya.
"Bentar Jov, gue angkat telepon dulu ya nanti gue bantu lagi", Joviar mengangguk sebagai jawaban. Setelah itu ia pergi sedikit menjauh dari mereka untuk mengangkat telepon.
"Halo Jun, kenapa?", sapanya pada orang diseberang sana yang ternyata adalah Juna.
"Laporan yang kita buat beberapa hari lalu, udah di proses polisi. Dan ini lebih cepat dari perkiraan kita", ucap Arjuna diseberang sana.
"Oh, good then. Kabar bagus dong", ucap Harsa santai.
"Iya, lo hati-hati ya Sa, gatau kenapa gue ngrasa ga enak. Dan lagi, tadi pas gue pergi, gue ngrasa ada yang ngikutin, gue sampe harus muter jauh tuh biar dia gatau rumah gue"
"Hah? Tapi lo ga diapa-apain kan?", tanya Harsa khawatir.
"Engga, aman. Untuk beberapa hari kedepan mungkin kita gausah ketemu, gue takutnya nanti mereka juga tau temen-temen lo, itu bisa bahayain mereka
Eh tapi lo aman kan? Maksud gue, gaada yang mencurigakan atau orang yang ngikutin lo kan?", tanya Arjuna.
"Engga, aman. Gue daritadi juga sama yang lain kok. Yaudah Jun, gue mau balik ke yang lain dulu, kabarin aja kalo ada info-info gitu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Emergency Calls
Fanfiction- Pelangi memang muncul setelah hujan, tapi tidak setiap hujan memunculkan pelangi - Mereka kira kebahagiaan adalah milik setiap manusia, tapi ternyata kebahagiaan hanya milik kesayangan semesta. Our emergency calls, tempat mereka mencurahkan semua...
