Kini apartemen Skylar ditinggali oleh tiga orang. Diantara ketiganya, Satya lah yang paling rajin, karena didikan disiplin dari orang tuanya. Waktu menunjukkan pukul 06.00 tapi baru Satya yang terbangun. Ia sudah berulang kali membangunkan Nata tapi sama saja, ia masih meringkuk dikasurnya.
Semalam selepas makan bersama, mereka mengobrol sebentar dan tak lupa mengabari teman yang lain bahwa Satya kini tengah bersama mereka. Dan akhirnya ketujuh insan itu merencanakan untuk kumpul bersama di apartemen Skylar hari ini.
Setelah itu Harsa pamit untuk pulang dan menyisakan mereka bertiga. Tak lama dari itu juga Skylar lantas tidur karena merasa ngantuk akibat pengaruh obat yang ia konsumsi.
Tersisa Nata dan Satya, mereka tidak langsung tidur, tetapi malah bermain PS yang ada di apartemen Skylar hingga hampir tengah malam. Hal inilah yang sepertinya membuat Nata susah bangun pagi ini.
"Nat, gue itung sampe tiga kalo lo ga bangun gue lempar ke jendela, satu, dua, tig-", ancaman Satya terpotong.
"Iya bang, Nata bangun nih", ucap Nata sambil duduk tetapi matanya masih terpejam.
"Jangan iya-iya doang, langsung ke kamar mandi biar ga ngantuk. 15 menit lagi jam tujuh", bohong Satya yang sukses membuat Nata langsung lari ke kamar mandi.
Setelah itu ia lantas pergi ke kamar Skylar yang juga belum bangun. "Skylar bangun, lo harus minum obat pagi ini, heh", ucapnya sambil menggoyangkan tubuh Skylar.
Tak seperti Nata, Skylar langsung bangun. Matanya mengerjap beberapa kali untuk memperjelas penglihatannya. "Skylar belum beli sarapan bang, gimana mau minum obat? Nanti siang ajalah minum obatnya.", ucapnya dengan suara yang masih parau.
"Gue geplak lo kalo sampe ga minum obat. Gue liat tadi di dapur lo ada oatmeal lo bisa makan itu dulu, udah ayo bangun. Keluar dari kamar biar ga kegoda buat tidur lagi", ucapnya sambil menarik tangan kanan Skylar.
Kini Satya dan Skylar sudah ada di meja makan, mereka tengah menunggu Nata yang masih sibuk siap-siap. Tak lama muncul Nata dengan seragam yang sudah melekat di badannya. Nata tampak buru-buru.
"Sini Nat sarapan dulu, cuma sama oatmeal tapi karna gue ga bisa masak", ajak Satya.
"Gausah bang, Nata udah telat", jawab Nata sambil memakai kaos kakinya.
"Ck, lo masuk jam tujuh. Liat coba jam tangan lo, masih jam berapa ini", Mendengar perkataan Satya ia lantas melihat jam yang melingkar di tangannya.
"Hah? Masih 06.15. Kata bang Satya tadi jam 06.45, ih ngeselin lo bang", ucap Nata sambil menghampiri keduanya, sedangkan Satya hanya tertawa.
"Udah-udah, ini sarapan sama oatmeal dulu. Ntar kalo kurang lo beli dikantin lagi aja, nih duitnya", Satya memasukkan beberapa uang kedalam saku milik Nata.
"Eh? Makasih abangg", ucapnya pada Satya. Ketiganya lantas sarapan bersama. Tentu diiringi dengan obrolan ringan.
"Nata, lo beneran ga dicari sama orang tua lo?", tanya Satya.
"Engga bang, aman"
"Lo tinggal sendiri ya? makanya orang tua lo ngga nyariin. Lo ngekos?", tanya Satya lagi.
"Engga", jawab Nata singkat.
"Terus lo tinggal dimana? ngga mungkin panti asuhan kan?", ucap Skylar dengan asal.
"Iya bang", jawaban Nata kali ini sukses membuat keduanya melongo.
"Jangan bercanda, ga lucu tau", ucap Satya dengan sedikit emosi.
"Yaudah kalo ngga percaya. Yey, selesai. Bye abang-abang, Nata sekolah dulu. Minta tolong beresin mangkoknya yaa, makasihh", ucapnya sambil meninggalkan Skylar dan Satya yang masih termenung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Emergency Calls
Fanfiction- Pelangi memang muncul setelah hujan, tapi tidak setiap hujan memunculkan pelangi - Mereka kira kebahagiaan adalah milik setiap manusia, tapi ternyata kebahagiaan hanya milik kesayangan semesta. Our emergency calls, tempat mereka mencurahkan semua...
