Kini Jenan dan Jean telah sampai didepan rumah sederhana yang menjadi basecamp mereka. Mereka? Ya, rumah ini merupakan basecamp milik Jenan dan keenam temannya yaitu Skylar, Joviar, Jeviar, Nata, dan dua orang lagi yaitu Harsa dan Satya.
Di depan rumah itu berjejer beberapa motor milik teman-temannya. Hanya ia yang menggunakan mobil karena tidak mungkin membawa Jean menggunakan motornya yang tinggi itu. Setelah dirasa mobilnya terparkir dengan baik, Jenan lantas turun kemudian membukakan pintu untuk Jean. Keduanya kemudian masuk kedalam rumah tersebut.
Begitu masuk, ia langsung di sambut dengan heboh oleh Skylar yang langsung berlari menghampiri Jean.
"AAAA ANAK KUCINGKU DATENNGGGG", Jean yang melihat itu lantas beringsut mundur dibalik kaki Jenan. Walaupun sudah beberapa kali bertemu namun sikap Skylar yang ini tetap membuatnya tak nyaman.
"Eh... Adek kenapa ngumpet, gapapa sini-sini itu cuma bang Skylar, gausa takut. Yuk duduk sama abang di situ", Jenan yang melihat adiknya sedikit ketakutan lantas mengajaknya duduk di sofa, sedangkan Skylar malah tertawa melihat Jean yang ketakutan.
"HAHAHA, Jeann, masih takut aja. Jenan lo apain Jean sampe dia takut sama gue. Lo doktrin aneh aneh ya? lo jelek-jelekin gue ke dia ya? wah parah", merasa dituduh Jenan lantas menepok jidat Skylar.
"Ya menurut lo siapa yang ga takut kalo baru dateng langsung dikejar setan modelan kaya lo", Skylar yang mendengar itu hanya tertawa, ia tidak sakit hati walaupun dikatai setan oleh Jenan, karena ia tau itu hanya bercanda dan ucapan Jenan memang sering kali menusuk.
Entah bagaimana bisa, seseorang dengan muka yang imut memiliki mulut yang sangat pedas, bahkan Skylar yang hobi nyinyir kalah dengan Jenan.
Skylar kemudian mendekati Jean, kali ini dengan lembut. "Jean, abang minta maap ya bikin Jean takut. Jean bawa mainan apa hari ini? Main sama abang yu?", Jean menyetujui ajakan Skylar. Mereka kemudian duduk didepan tv dan bermain bersama.
Jenan mengarahkan pandangannya ke seluruh sudut rumah ini, ia merasa janggal. Banyak motor didepan tapi kenapa hanya Skylar yang terlihat disini. Ia lantas bertanya pada Skylar.
"Bang yang lain mana? Kok cuma lo doang"
" Nata sama bang Harsa ada di kamar lagi mabar, kalo yang lain didapur kayanya", mendengar hal itu Jenan mengangguk lantas pergi ke dapur menghampiri temannya yang lain.
Di dapur terlihat Joviar yang tengah memasak mie instan bersama Jeviar. Sedangkan Satya terus menganggu Joviar. Seperti yang ia lakukan saat ini, dengan sengaja Satya menambahkan 7 buah cabe kedalam mie yang Joviar masak. Tentu Joviar marah. Asal kalian tahu, kesabaran Joviar yang paling tipis diantara mereka bertujuh.
"SAT !! Lo kalo ga bisa diem gue siram juga ni pake air panas. Ini mie tinggal satu malah lu cemplungin cabe banyak banget. Ga mau tau pokoknya lu yang ngabisin"
"Gak gamau, harusnya lo makasih sama gue, mie itu susah dicerna dan gabaik kalo numpuk di badan makanya gua kasih banyak cabe biar lo mules dan itu mie cepet keluar", balas satya sambil tertawa dan lari ke halaman belakang.
"Satya anjing, jijik anjir depan makanan bahas begituan. Sini ga lo, abisin ini mie nya, lo yang naro cabe juga, Satyaaa!!!!", Joviar lantas menyusul Satya ke halaman belakang. Sudah bisa dipastikan bahwa perang dunia akan segera di mulai.
Jeviar yang melihat itu lantas berniat mengejar mereka berdua. Tapi sebelum keluar kedua matanya menangkap sosok Jenan yang tengah tertawa di pintu dapur. Ia lantas mengubah niatnya dan menghampiri Jenan.
"Eh Jenan? Sendiri? Jean dirumah sama siapa?", tanya Jeviar pada Jenan beruntun.
"Engga kok bang sama Jean juga, dia lagi main sama Skylar. Ayo bang susulin mereka berdua perang udah mau dimulai tuh, ayo kita nonton", mereka lantas pergi menuju ke halaman belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Emergency Calls
Fiksi Penggemar- Pelangi memang muncul setelah hujan, tapi tidak setiap hujan memunculkan pelangi - Mereka kira kebahagiaan adalah milik setiap manusia, tapi ternyata kebahagiaan hanya milik kesayangan semesta. Our emergency calls, tempat mereka mencurahkan semua...
