Besoknya mereka mulai mencari-cari informasi bagaimana prosedur pengaduan dan laporan, serta mencari bagaimana alurnya. Sedangkan Arjuna mencoba mencari cara untuk bisa membongkar kejahatan mereka semua.
Selama ini Arjuna yang selalu menjadi kepercayaan Shaka untuk menyelesaikan semua masalahnya dengan polisi, nama Arjuna mungkin juga sudah dikenal oleh banyak polisi. Tapi ingat, hanya polisi yang tidak bertanggung jawab saja yang mengenal Arjuna secara dekat.
Harsa, Joviar, dan Satya nampak sibuk dengan usahanya mencari informasi itu. Terlebih Satya, selain ikut membantu dalam hal itu, ia juga harus terus berlatih ice skating, karena sebentar lagi ia akan ikut dalam kompetisi ice skating.
Ini adalah kompetisi pertamanya setelah kejadian itu, kompetisi pertamanya setelah kepergian Saga. Walaupun masih dalam lingkup kota, tapi ia senang karena akhirnya ia bisa berjuang kembali bersama cinta pertamanya.
-------------------
Pagi ini Skylar tengah sarapan dengan Satya didepannya yang sibuk dengan handphonenya. Skylar tau jika Satya tengah sibuk dengan urusannya, jadi ia berniat untuk berangkat sendiri kali ini.
Selesai sarapan, ia mengambil kunci mobil, dan melangkah keluar apartemen. Sebelum pintu apartemen benar-benar terbuka, kunci mobil ditangannya dirampas oleh Satya.
"Gue anter, bang Harsa suruh gue nganter jemput lo biar ga banyak bertingkah", ucap Satya yang lantas melangkah keluar dari apartemen.
"Ish, emang dikira gue bakal ngapain?", ucapnya kesal dan kemudian keluar mengikuti langkah Satya yang kini tengah menunggunya di lift.
Satya mengantarnya sampai ke depan gerbang sekolah. Mereka sudah sampai daritadi, tapi Skylar masih belum turun.
"Turun !! Ngapain masih disini?", suruh Satya.
"Gue tiba-tiba males sekolah bang, pulang aja yuk. Toh hari ini cuma bahasa sama sejarah, gue ga suka", pinta Skylar.
"Gak, tetep harus sekolah. Lo tu abis ini ujian, jangan males-malesan. Atau gue bilangin bang Harsa, biar kena omel lo", ancam Satya.
"Dih? Ngaduan. Iyaaa, nih gue turun. Makasih bang, daah", ucapnya sambil keluar dari mobil.
Hari ini Skylar merasa malas untuk pergi sekolah karena hari ini tak ada mata pelajaran favoritnya.
Pelajaran pertama telah ia lewati, meskipun ia merasa sangat bosan. Ia berniat untuk skip pelajaran kedua, jadi ia bilang pada ketua kelas jika dirinya sakit dan izin untuk tidak mengikuti pelajaran.
Ia tidak sepenuhnya bohong, karena sebenarnya ia memang merasa sakit walaupun hanya sedikit. Skylar melangkahkan kakinya menuju taman belakang sekolah yang jarang dikunjungi para siswa.
Ia mendudukkan dirinya di kursi yang ada dibawah pohon. Ditatapnya langit yang nampak cerah dengan sedikit awan yang menghiasinya. Cuaca hari cukup panas, sinar matahari memancar dengan teriknya, membuat siapapun yang berada pada naungannya merasa kepanasan.
Skylar mencoba memejamkan matanya, mencoba untuk merilekskan diri. Baru saja ingin terpejam, sayup-sayup ia mendengar suara berisik dari arah kanannya. Ia mencoba mempertajam pendengarannya, benar, suara itu dari sana. Ia menangkap suara hantaman, caci makian, dan benturan disana. Merasa ada yang tidak beres ia kemudian mendekat ke sumber suara.
Kini ia berada di tempat, dimana suara itu berasal. Di lorong yang cukup sempit ini ia melihat seorang siswa laki-laki yang tengah dipukuli oleh beberapa siswa. Anak itu tampak mengenaskan dengan beberapa luka ditubuhnya.
"Woi !! Berenti lo", teriak Skylar.
Mereka yang tadinya sibuk memukuli siswa itu, lantas menoleh ke arah Skylar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Emergency Calls
Fanfiction- Pelangi memang muncul setelah hujan, tapi tidak setiap hujan memunculkan pelangi - Mereka kira kebahagiaan adalah milik setiap manusia, tapi ternyata kebahagiaan hanya milik kesayangan semesta. Our emergency calls, tempat mereka mencurahkan semua...
