Kabar kepergian Jeviar tentu menjadi mimpi buruk yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Bahkan Harsa juga tidak menyangka akan hal itu, karena sebelumnya yang ia lihat Jeviar bahkan masih mampu mengemudikan mobil dan membawa Joviar ke rumah sakit.
Luka ditubuh Jeviar memang tidak sebanyak Joviar, tapi luka itu sama parahnya dengan luka tusuk milik Joviar. Terlebih kesalahan penganan pada luka Jeviar juga ikut andil dalam hal ini. Karena kesalahan itu Jeviar banyak kehilangan darah.
Bahkan setelah mendapat luka-luka itu, Jeviar masih harus melawan orang itu, dan beberapa kali lukanya mendapat pukulan serta tendangan dari lawannya. Bisa kalian bayangkan sesakit apa Jeviar saat itu.
Setelah Joviar menghajarnya berkali-kali, ternyata orang itu tidak sepenuhnya pingsan. Ia masih sanggup menusukkan pisaunya ke arah Joviar dan bahkan setelahnya ia masih sanggup berkelahi dengan Jeviar. Walaupun pada akhirnya ia tumbang juga, tapi kekuatan yang ia miliki tidak dapat diremehkan.
Setelah dirasa orang itu benar-benar tak sadarkan diri, Jeviar menjadikannya tawanan untuk bisa keluar dari gedung itu. Ia mengancam para penjaga disana dengan menodongkan pisau ke arah leher tuannya itu.
Berhasil, dengan cara itu ia mampu keluar dari gedung itu. Ia mengambil alih salah satu mobil yang ada disana dan buru-buru membawa Joviar ke rumah sakit.
Seharusnya ia langsung mendapat penanganan sesampainya dirumah sakit, tapi karena terlalu khawatir dan panik, ia lebih mendahulukan Joviar dan melupakan kondisi dirinya yang sama parahnya dengan Joviar. Seharusnya dengan kondisi seperti itu, Jeviar akan kesulitan untuk bergerak. Tapi saat itu ia bahkan mampu memapah Joviar, menyetir mobil, dan bahkan masih menunggu dalam waktu yang cukup lama sampai akhirnya ia baru mendapat perawatan.
Mungkin kalian pernah mendengar atau menonton sebuah kisah, dimana seorang ayah korban dari bencana alam yang sudah tertimpa bangunan masih mampu untuk ikut serta dalam pencarian anak-anaknya. Dan setelah merasa anak-anaknya aman, ia akhirnya meregang nyawa, karena luka yang ia punya sebenarnya memang sudah sangat parah.
Adrenalin dan insting untuk bertahan hidupnya membantu tubuhnya untuk tetap bergerak dan bertahan. Begitu juga yang terjadi pada Jeviar. Ia bahkan sampai melupakan semua rasa sakitnya.
Dokter sudah berusaha semaksimal mungkin agar Jeviar bisa bertahan. Tapi ia sudah banyak kehilangan darah dan lagi lukanya juga sudah terinfeksi karena tak kunjung mendapat pertolongan, dan diperparah dengan pukulan dan tendangan yang sepertinya memang sengaja ditujukan pada luka itu oleh lawannya.
-----------------------
Sudah seminggu sejak kepergian Jeviar, selama itu juga Joviar sama sekali tidak mau membuka suara. Ia lebih banyak tidur atau melamun selama ini. Ada saat dimana ia berada di ruang itu sendirian, di saat-saat seperti itu ia akan menangis, menangisi kepergian Jeviar.
Teman-temannya datang silih bergantian, mencoba untuk menghibur Joviar agar tidak terlalu larut dalam kesedihan. Mereka sama-sama berduka, sama-sama merasa kehilangan sosok Jeviar yang ceria.
Bohong jika mereka bilang mereka sudah ikhlas saat ini. Mereka sadar bahwa ini semua memang guratan sang pemilik semesta untuk Jeviar, tapi ada sisi egois dari mereka yang masih menginginkan Jeviar untuk berada disini.
Hari ini hari kepulangan Joviar dari rumah sakit. Semua teman-temannya menyempatkan hadir untuk ikut menjemput Joviar.
Kini mereka telah sampai dikediaman Arin, Harsa membantu Joviar untuk turun dari mobil, sedangkan yang lain membantu menurunkan barang-barang Joviar.
Harsa menuntun Joviar untuk melangkah ke kamarnya, diikuti Arin dibelakangnya. Saat melewati kamar Jeviar, ia menghentikan langkahnya. Sejenak ia memandangi kamar itu, bayangan-bayangan tentang Jeviar tiba-tiba berputar dikepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Emergency Calls
Fiksi Penggemar- Pelangi memang muncul setelah hujan, tapi tidak setiap hujan memunculkan pelangi - Mereka kira kebahagiaan adalah milik setiap manusia, tapi ternyata kebahagiaan hanya milik kesayangan semesta. Our emergency calls, tempat mereka mencurahkan semua...
