Hari ini hari sabtu. Pagi ini Harsa kembali datang ke apartemen Skylar untuk mengantar Nata ke panti asuhan. Sambil menunggu Nata yang tengah bersiap-siap, Harsa lantas mengobrol bersama Skylar.
"Gimana? Masih suka sakit ga kepalanya?", tanya Harsa.
"Udah jarang sih bang. Tapi bang, gatau kenapa sekarang Skylar jadi lebih gampang cape. Bahkan kemaren Skylar cuma ikut Bang Satya ke ice rink, rasanya udah cape banget", keluh Skylar
"Coba besok waktu kontrol kamu tanyain ke dokter, besok abang temenin kontrolnya", tanya Harsa.
"Gausah bang, Skylar sendiri aja", tolak Skylar.
"Beneran?", tanyanya lagi yang lantas diangguki oleh Skylar.
"Ini Nata lama banget ngapain sih? Udah ditungguin daritadi juga. Bentar bang, Skylar nyusulin Nata dulu", ucap Skylar sambil melangkah menuju kamar Nata.
Tak lama dari itu Skylar muncul bersama Nata yang telah rapi. "Bang Skylar ikut aja yuk!! Bang Satya juga lagi pergi kan? Masa sendiri disini?", ajak Nata.
"Gausah lah, kalian aja. Gapapa, biasanya ge sendiri"
"Yaudah istirahat aja jangan kebanyakan main game, mau nitip apa pulangnya? Kalian bertiga ga bisa masak kan", tanya Harsa
"Mana bisa ngegame pake satu tangan. Gausah bang, nanti Skylar bisa pesen sendiri", tolak Skylar
"Yaudah, bye bang, jangan kangenin Nata", ucapan Nata yang dibalas dengan tatapan jijik oleh Skylar. Setelah itu keduanya pergi meninggalkan Skylar sendiri di apart.
Skylar lantas pergi ke kamar, ia berniat untuk tidur lagi. Langkahnya terhenti saat berada di depan kaca.
"Lo ngrepotin orang banget. Gausah banyak tingkah makanya, gausah sok keren. Lo katanya gasuka utang budi, tapi selama ini lo selalu ngrepotin orang lain", tunjuknya pada dirinya sendiri di cermin. Ia terus bermonolog didepan cermin, merutuki dirinya sendiri, hingga akhirnya kepalanya kembali sakit.
"Ah.. sialan", ia lantas buru-buru melangkah ke arah nakas, mengambil obat yang diresepkan dokter padanya. Setelah itu ia merebahkan tubuhnya dikasur, mencoba menutup matanya, berharap dengan begitu rasa sakitnya bisa hilang.
-----------------------
Kini Harsa dan Nata telah sampai di panti asuhan. Harsa mengajak Nata untuk keluar dari mobil, tapi ia hanya diam seperti enggan untuk turun dari mobil.
"Ayo !! Kenapa? Kepalanya berisik lagi?", tanya Harsa untuk memastikan. Nata hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Terus kenapa?"
"Nata takut kalo ibu ga bolehin bang, Nata gamau tinggal disini lagi"
"Sekarang jangan mikirin itu dulu ya, kita temuin ibu pantinya dulu", ucap Harsa menenangkan. Dengan langkah berat akhirnya Nata keluar dari mobil mengikuti Harsa. Keduanya lantas pergi menuju ruangan tempat pemilik panti berada.
Disana Harsa menyampaikan permintaan maafnya karena Nata yang sering pergi dari panti, ia juga menjelaskan kemana saja Nata selama ini agar mereka tidak salah paham.
"Sekali lagi saya minta maaf bu, karena saya juga baru tau tentang kondisi Nata kemarin", ucap Harsa.
"Iya nak gapapa, ibu juga paham. Ibu hanya takut kalau sewaktu-waktu Nata kambuh, dan gaada yang bisa dia mintai tolong. Tapi sepertinya Nata senang pergi bersama kalian. Nyatanya gejalanya tidak pernah kambuh saat bersama kalian", ucap ibu Panti pada mereka berdua. Sedari tadi Nata hanya diam, dia belum mengeluarkan sepatah katapun, hingga akhirnya ibu panti mendekatinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Emergency Calls
Fanfiction- Pelangi memang muncul setelah hujan, tapi tidak setiap hujan memunculkan pelangi - Mereka kira kebahagiaan adalah milik setiap manusia, tapi ternyata kebahagiaan hanya milik kesayangan semesta. Our emergency calls, tempat mereka mencurahkan semua...
