10. First love

1.6K 146 15
                                        

Jadwal kepulangan Skylar diundur. Awalnya dokter bilang ia hanya perlu dirawat 3 hari, tapi karena beberapa kali kondisi Skylar menurun, ia baru keluar dari rumah sakit setelah 7 hari. Dan selama 7 hari itu juga mereka tidak mendengar kabar soal Satya.

Hari ini jadwal kepulangan Skylar, beberapa dari mereka menjemput Skylar dirumah sakit sedangkan sisanya menunggu di apartemen milik Skylar, tentu setelah mendapat kunci dan izin dari Skylar.

Selama 7 hari di rawat, teman-temannya bergantian menjaganya. Namun diantara semua teman-temannya itu, Harsa lah yang setiap hari tampak di rumah sakit, entah menginap atau hanya sekedar mampir. Bukan tanpa tujuan ia melakukan itu, karena hanya ia yang mengetahui kondisi Skylar yang 'sebenarnya' jadi sebisa mungkin ia menyempatkan untuk mengecek Skylar setiap hari.

Sebelumnya Skylar juga sudah menghubungi orang tuanya, namun hanya ayahnya yang mengangkat telepon darinya. Ia pikir kali ini ayahnya akan menawarinya untuk hidup ditempat yang sama bersama ayahnya, tapi ternyata tidak. Ayah Skylar hanya bilang bahwa ia akan menambah uang saku Skylar sehingga cukup untuk menjalani semua prosedur pengobatannya. Miris, bukan itu yang Skylar mau.

Kini mereka tengah berkumpul di apartemen Skylar. Kondisi Skylar sudah cukup baik, walaupun tangannya masih perlu penopang dan kepalanya masih terbalut perban walaupun tak sebanyak sebelumnya. Mereka tengah duduk bersama di ruang tamu sambil memakan cemilan yang sebelumnya mereka beli.

"Akhirnyaaaa, gue keluar juga dari rumah sakit, demi apapun gue kek orang sakit disana, tiduraaan mulu", keluh Skylar.

"Ya kan lo emang sakit tolol, ini kayanya kemaren pas operasi dokter masangnya kurang pas nih, keliatan agak gesrek soalnya", ucap Joviar sedikit ketus.

"Bang tolong bahasanya dijaga, ada anak piyik disini", tegur Nata sambil menunjuk Jean yang sedari tadi memperhatikannya.

"Hehe, Jean jangan dengerin abang ya, jangan ditiru juga", ucap Joviar sambil memegang kedua bahu Jean.

"Tolol" ucap Jean, yang membuat mereka semua kaget.

"Heh, Jeannn!!", teriak mereka bersamaan. Detik berikutnya suasana manjadi ramai, beberapa dari mereka menyalahkan Joviar dan sisanya menasehati Jean dan menyuruhnya minta maaf. Tak berapa lama keadaan kembali normal, mereka kini tengah fokus menonton televisi.

"Satya masih belum ada kabar ya?", tanya Joviar.

"Belum bang", ucap Nata mewakili.

"Eh.. tapi guys, waktu itu gue pernah ga sengaja liat orang yang mirip banget sama Satya, dia di rawat juga di rumah sakit itu, kamar nya juga ga terlalu jauh dari Skylar. Niatnya di hari berikutnya gue mau ngecek lagi sih buat mastiin, tapi malah lupa sampe sekarang hehe", ucap Jeviar sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Tuh kan bener bang, waktu itu yang Skylar liat bang Satya", sahut Skylar sambil melirik ke arah Harsa.

"Lo liat dimana?", tanya Jeviar

"Di parkiran deket taman rumah sakit", Jawab Skylar.

"Apa mungkin karena dia sakit jadi ga bisa ngabarin kita. Eh tapi kayanya mustahil, orang kaya Satya sakit tu kayak aneh ga sih, gak cocok", ucap Joviar ngasal yang lantas mendapat hadiah pukulan dari teman-temannya.

"Bisa jadi sih Jov, udah dua saksi yang lihat. Tapi kita nunggu kabar dulu aja dari Satya, ga lama lagi juga tu anak bakal muncul", ucap Harsa menenangkan teman-temannya.

Setelah itu mereka kembali asyik menonton tv. Cemilan didepan mereka sudah hampir habis, padahal tadinya mereka membeli cemilan yang sangat banyak, 2 kresek besar.

Mereka masih asyik menonton, tiba-tiba terdengar celetukan dari Nata, "Ih dingin banget, bang Skylar kaki lu dingin banget".

Harsa yang mendengar itu lantas menoleh ke arah Skylar, dilihatnya Skylar yang masih menanggapi celetukan Nata dengan candaan sambil mengepalkan tangannya dengan erat karena menahan sakit, keringat dingin pun membasahi pelipisnya. Harsa yang paham lantas mengambil tindakan untuk membantu Skylar.

Our Emergency Calls Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang