jennie pov
"ingat bahwa kau masih perlu beristirahat,dan jangan lupakan obat obatmu" ujar rose pada bambam,dan itu berhasil membuatnya mengangguk.
"bawa dia kesini setidaknya 5-7 hari lagi,aku akan memeriksanya" ujarku pada lisa.
"nee" jawab lisa.
"ah sial" gumam ryujin yg dapat terdengar olehku.
"wae?" sahut lisa yg ternyata turut mendengar.
"itu berarti aku tidak bisa kesini untuk cuci mata lagi" jawabnya.
"yakkk" ucap seulgi setelah menyikutnya.
pertemanan mereka terlihat seru dan akrab.
"bermainlah dengan gang motormu itu,berkelahi dan kemari agar kau dapat mencuci matamu" sahut rose membuat kami terkekeh.
"aniyo chaeyoung-ah,kenapa kau berbicara begitu" ucap ryujin membuatku sedikit menggeleng.
"yakk kalian sudahlah,lebih baik kita segera pergi agar bambam dapat kembali beristirahat" sahut jinan.
setiap hari bertemu mereka,itu cukup membuatku dapat menghafal nama mereka.
"t-tapi lisa,tidakah kau akan mengajakku hangout sebentar? aku jenuh" sahut bambam.
"kau gila? kau bahkan masih dalam tahap pemulihan" sahut rose.
"dok?" tanya lisa padaku membuatku sedikit mengangguk.
"tidak lama,tidak merokok,tidak alkohol,dan tidak sampai kelelahan" ujarku membuat lisa mengangguk dan bambam tersenyum senang mendengar ucapanku.
"dengar itu chipmunk" ledek bambam pada rose.
"yakk!!" ucap rose.
"apa benar tidak apa dok?" tanya jinan.
"asal tidak melanggar apa yg ku ucapkan tadi" jawabku.
"lalu kemana kita? basecamp?" tanya seulgi pada lisa,membuat lisa menggeleng cepat.
"cafe milik jisoo saja" jawab lisa.
"yasudah kajja" ucap ryujin diangguki teman temannya.
"lisa,pastikan hal hal seperti ini tidak akan terulang lagi pada bambam,padamu atau teman teman gilamu ini" ujar rose.
"yakkk,siapa yg gila huh" sahut jinan.
"mian jika kau tersinggung" jawabnya.
"aihsss,cepatlah" ujar seulgi membuat mereka mengangguk.
"gomawo dok,permisi" ucap bambam padaku membuatku mengangguk.
merekapun kini melangkah menjauh dariku dan rose.
namun tidak dengan lisa.
"wae?" tanya rose pada lisa yg tidak ikut pergi dengan teman temannya.
"tidak ingin bicara denganmu" jawab lisa membuat rose memutar malas bola matanya.
"aku permisi dulu unnie" ucap rose padaku sebelum ia meninggalkanku berdua dengan lisa.
"gomawo" ucap lisa.
"nee" jawabku.
"kau memiliki nomorku,hubungi aku jika kau merindukanku" ucapnya membuatku mengangkat sebelah alisku. "bercanda" sambungnya.
"jaga dirimu,dan temanmu itu" ucapku membuatnya mengangguk.
"tapi aku serius,hubungi aku" ucapnya. "hubungi aku jika sesuatu terjadi" sambungnya kini membuatku mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
my weaknesses (jenlisa)
Teen Fictionapa kelemahan dari seorang lalisa manoban yang dingin,cuek,dan hanya mementingkan dirinya sendiri? dan apa obat yg dibutuhkan untuk mengobati rasa sakit yg dimiliki oleh seorang dokter cantik yg bernama kim jennie itu?
