Annyeong yeorobundeul,sorry baru up. Sebelum baca jan lupa follow dulu akun ini dan tap bintang kalian. Bintang kalian semangat saya.
Happy reading ...
"Ayo cepat pake. Keburu datang. Tapi itu topi siapa?" si ketua kelas keheranan melihat topi di tangan Najma. Tanpa memperdulikan pertanyaan sang ketua kelas, Najma memakai topi itu dan berjalan ke depan di mana seharusnya dia berbaris.
Upacara berjalan dengan lancar. Hanya saja di depan sana ada beberapa murid pelanggar tanpa atribut lengkap yang berbaris di barisan yang spesial untuk mereka. Ada sekitar 11 orang termasuk Taqi dan Anzar. Oh, soal Anzel dia sudah kembali sekolah, dan jangan tanya lagi dia di mana saat upacara berlangsung. Dia gak datang saat upacara tapi bakalan jadi siswa paling pertama pas masuk kelas. Yup dia gak ikutan upacara malah asik main hp di kelas, tentu saja dengan berbagai alasan yang dimodif sedemikian rupa oleh mulutnya. Lagi sakit lah, ini lah itu lah pokoknya malah bikin jengkel orang yang dengar. Dan tentang Virgan, dia itu anggota OSIS dan dia gak mungkin lewatin momen upacara hari Senin, lumayan buat caper ke para Guru biar dapat nilai plus.
Selesai upacara para murid kembali ke kelas masing-masing. Sebelum Guru datang setiap kelas melakukan absen pagi. Memanggil nama-nama mereka meskipun kadang diiringi kebohongan. Bilang gak masuk karena izin padahal mah main. Ya izin main sih mungkin. Bilang sakit, padahal janji temu sama ayang. Benar-benar menyesatkan. Positif thinking aja mungkin dia sakit karena rindu.
Sebelum pelajaran kedua usai, Najma sudah mendapat pesan dari Anzel.
Lucifer.
Bawain gue rokok esse blue!
Gue tunggu di kelas
Karena dua hari gak bertemu Anzel di sekolah dan sedari pagi Najma tidak melihatnya. Najma jadi keenakan, gak harus berurusan sama Anzel. Tapi melihat pesan barusan yang dikirim Anzel, Najma kembali tersadar bahwa sekarang ini dia babu Anzel selama sebulan ke depan.
Sesuai permintaan Anzel. Setelah kelas bubar dan waktu istirahat tiba Najma langsung bergegas ke toko yang menjual rokok tersebut. Meski ada banyak rintangan untuk membeli Najma tetap mendapatkannya, tentu saja dengan berbagai kebohongan yang masuk akal. Najma menggerutu dalam hati "Ternyata rokoknya mahal juga segini mah cukup buat kuota selama 2 minggu."
Tanpa memusingkan lagi perihal rokok dan takut Anzel sudah menunggu, dari toko itu Najma langsung bergegas pergi ke kelas Anzel.
Sampai di kelas Anzel. Najma dikejutkan dengan apa yang sedang Anzel dan para bestinya lakukan. Najma memandang mereka tak percaya.
"Dia lagi berantem? Padahal mukanya udah bonyok gitu."
"Yo bro! Bawa pesenan kita kan," ujar Virgan sembari mendekati Najma.
"I-ini ada apa?" Najma masih belum bisa menguasai diri, karena pemandangan yang dilihat.
"Kk-kkenapa gak panggil guru?" tanya Najma tapi malah ditertawakan Anzel and the gang.
Anzel menghentikan aksinya-memukuli teman sekelasnya. Lalu menghampiri Najma dan mengambil sebungkus rokok yang ada di genggaman Najma dengan kasar. Saking kasarnya sampai membuat Najma tersungkur.
"Aww ... sialan," Najma mengumpat.
Melihat Najma tersungkur sontak membuat Anzar dan Taqi bereaksi dan itu membuat Anzel senang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Najma Sagara (END)
RandomKarena kekeliruan dalam mengenali presensi tubuh, Najma salah memeluk sembarang orang. Kesalahan itu menjadi alasan garis hidup Najma bersinggungan dengan Anzel, seorang badboy yang mengidap haphephobia. Banyak hal rumit terjadi setelah tragedi itu...
