Yuhuuu hai hai hai aku kembali lagi.
Di part ini ada baper-bapernya oyy.
Yu
Happy reading...
Setelah membantu Najma membawakan buku, Anzel tidak langsung kembali ke kelas. Dia membelokkan langkahnya ke atap sekolah. Saat ini dia ingin menikmati kesendiriannya. Hanya sendiri. Tanpa gangguan siapapun.
Anzel mengeluarkan rokok elektrik dari saku celananya. Menghisapnya dan menikmati sensasi kenikmatan dari benda di tangannya itu. Matanya terpejam menikmati setiap hembusan yang ia keluarkan. Setelahnya ia tersenyum.
"Rasa mint memang yang terbaik."
Drrrt! Drrrt!
Ponselnya bergetar. Layarnya menampilkan foto seorang perempuan cantik tengah tersenyum dengan tulisan 'Ellen is calling'
"Berisik."
Tangannya tergerak menolak panggilan dari kontak bernama Ellen itu. Dia juga mengaktifkan mode pesawat agar tidak ada lagi yang mengganggunya.
Masih tersisa waktu dua jam untuk menunggu gadis yang disukainya selesai belajar. Dia juga terlalu malas untuk masuk jam pelajaran. Hari ini jadwal pelajaran Bahasa Inggris yang gurunya cerewet na'udzubillah.
Anzel kembali mengambil ponselnya menonaktifkan mode pesawat dan mulai berselancar di aplikasi favorit sejuta umat. Yup aplikasi youtube. Dengan lincah tangannya menari-nari di atas keyboard. Menulis 'ceramah singkat tentang sholat' di kolom pencarian. Setelah meng klik ikon cari, layarnya menampilkan berbagai video dengan durasi yang berbeda-beda.
Anzel mengambil headset bluetooth dari sakunya. Dia tersenyum mengingat sebelah headset itu masih ada pada Najma. Dia belum mengembalikannya. Mungkin lupa. Pikir Anzel.
Dia memakai headset bluetoothnya. Menautkannya dengan perangkat bluetooth di ponselnya. Lalu mengklik video paling atas dengan durasi waktu terpanjang.
Ia duduk bersila. Matanya ia fokuskan untuk melihat video di ponsel tanpa berniat men skip nya. Kadang alisnya berkerut, matanya menyipit lalu mengangguk-angguk. Kadang juga dia memundurkan kembali ke menit sebelumnya saat dirasa kurang paham.
Ceramah singkat dengan durasi 40 menit 9 detik sudah ia rampungkan. Tangannya kembali mengetik 'bimbingan sholat untuk pemula' di kolom pencarian. Setelah merasa ada yang cocok dia memutar video itu. Dia juga ikut mempraktekan apa yang dicontohkan dalam video itu. Berkali-kali dia menjeda videonya untuk memastikan gerakan yang dilakukannya tidak ketinggalan.
Setelah dirasa sudah cukup mengerti. Anzel kembali mengklik kolom pencarian. Kali ini dia mengetik 'belajar bacaan sholat untuk pemula'. Matanya menyipit kala video yang dia putar hanya menunjukkan susunan kalimat arab. Dia tidak mengerti dia belum pernah belajar Bahasa Arab. Sekalipun saat ada pelajaran Pendidikan Agama Islam. Dia selalu keluar kelas tanpa mengikuti pelajarannya. Dia berasumsi itu pantas dilakukan untuk toleransi supaya tidak mengganggu orang lain. Tapi kayaknya mulai sekarang dia harus mengikuti pelajaran itu. Kan di dalamnya ada pelajaran Bahasa Arab. Jadi dia bisa sedikit belajar kosa kata Bahasa Arab.
Anzel menghembuskan nafasnya kasar. Matanya memandang langit yang kian membiru. Matahari juga sudah kian meninggi.
"Ternyata susah," gumamnya.
Dia melirik jam di sudut ponselnya. Menunjukkan pukul 09:13 sebentar lagi waktu istirahat pikirnya.
Karena gerah. Dia membuka seluruh kancing kemeja seragamnya. Memperlihatkan kaus hitam yang selalu dia jadikan dalaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Najma Sagara (END)
DiversosKarena kekeliruan dalam mengenali presensi tubuh, Najma salah memeluk sembarang orang. Kesalahan itu menjadi alasan garis hidup Najma bersinggungan dengan Anzel, seorang badboy yang mengidap haphephobia. Banyak hal rumit terjadi setelah tragedi itu...
