Hai, aku datang.
Betah-betah disini ya.
Jan lupa vote.
Happy reading ...
Ah iya bagaimana mungkin Najma bisa lupa apa yang di katakan Ray. Begitu tersadar Najma langsung melepaskan tangannya dari genggaman Anzel.
"Maaf Kakak pasti gak nyaman,"
"Maksud lo apa-ah sudahlah lo pasti udah tahu. Tapi lo ngapain hujan-hujanan nanti lo drop lagi kayak terakhir kali."
"Aku suka hujan. Tapi Kakak tahu dari mana?"
Anzel terkejut dia baru saja mengatakan hal yang tidak seharusnya.
"Apa mungkin yang waktu itu, ... Kakak?"
Anzel gelagapan.
"Waktu itu, apaan?" senatural mungkin Anzel menyembunyikan raut wajahnya.
"Yang bawa aku ke klinik itu Kakak? ... ah iya. Gak mungkin, Kakak kan gak mungkin gendong aku."
"Ya gak mungkin lah."
"Oh bukan yah. Tapi kenapa Kakak balik lagi?"
Sejenak Anzel terlihat sedang berpikir, wajahnya tampak sangat serius. Lantas dia berbalik begitu saja memunggungi Najma. Sukses kegajean Anzel membuat Najma terheran-heran.
"Apa Kak Anzel serandom ini?" batin Najma.
Suara derasnya hujan di sore itu menjadi satu-satunya pemecah keheningan di antara mereka. Bisa saja Anzel pulang lebih dulu karena klinik tempat orangtuanya kerja hanya berjarak belasan meter dari sana. Tapi entah dengan alasan apa Anzel lebih memilih tetap tinggal disana menemani Najma.
Untuk mengurangi rasa canggungnya Najma memilih menyumpal telinganya dengan earphone. Menikmati alunan lagu yang dinyanyikan biasnya sambil sesekali mengetuk-ngetuk kaki dan mengikutinya bernyanyi. Najma tampak sangat menikmatinya.
geudaeui songireun hyanggiroun rosyeon
geonjohan nae mameul eorumanjyeo
geudaeui nunbicheun pureun bicckkal ocean
siwonhan padoe momeul deonjyeo
Saking asiknya Najma lupa kalau Anzel masih di sampingnya. Anzel mengambil sebelah earphone dari telinga Najma, dan memakainya. Najma sangat terkejut.
"Judulnya only you kan?" Anzel menoleh diiringi senyuman. Melihat senyum Anzel Najma deg-degan sendiri. Najma tahu Anzel ganteng, tapi dia baru sadar kalau Anzel seganteng ini apalagi kalau senyum, poin ganteng nya jadi makin plus.
"Kakak iKONic juga?" Najma tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya karena judul lagu yang di tebak Anzel benar. Itu lagu milik iKON yang berjudul only you. Tentu saja itu membuat Najma berpikir kalau Anzel itu satu fandom dengannya.
"Bukan sih, cuma penikmat lagunya." mendengar pernyataan Anzel wajah Najma ditekuk seketika. Salah Najma sudah berharap lebih pada Anzel. Kalau saja Anzel satu fandom dengannya mungkin mereka bisa sedikit nyambung. Pikirnya. Apa sih yang Najma harapkan dari Anzel?
"Sebenarnya gue di doktrin sih sama seseorang." Ada raut kerinduan yang terpancar dari senyuman dan nada bicaranya. Najma jadi bertanya-tanya siapa seseorang yang Anzel maksud? Sampai-sampai Anzel mengatakannya dengan mata terpejam seperti itu. Apa dia pacarnya?
KAMU SEDANG MEMBACA
Najma Sagara (END)
RandomKarena kekeliruan dalam mengenali presensi tubuh, Najma salah memeluk sembarang orang. Kesalahan itu menjadi alasan garis hidup Najma bersinggungan dengan Anzel, seorang badboy yang mengidap haphephobia. Banyak hal rumit terjadi setelah tragedi itu...
