HAII GAYS AKU KEMBALI.
INI PART TERAKHIR DARI CERITA AKU GAYS
Happy reading...
____
Hari-hari terus berlanjut. Tak ada yang berubah di antara mereka, hubungan mereka masih baik-baik saja bahkan lebih baik. Kalaupun memang ada yang berubah, itu hanya status hubungan mereka saja. Tadinya status pacar sekarang berubah menjadi teman.
Padahal hubungan mereka sudah lama berakhir. Tapi desas-desus tentang hubungan mereka masih terus berlanjut bahkan dilebih-lebihkan. Mungkin karena melihat interaksi keseharian antara mereka masih baik nyaris seperti orang berpacaran, siapapun tak akan percaya kalau mereka hanya berteman.
Keseharian mereka juga tak ada yang spesial. Hanya sering terlibat belajar bersama di perpustakaan, makan semeja di kantin dan sering pulang bersama. Selebihnya mereka fokus dengan urusan masing-masing. Anzel fokus mengejar nilai untuk kelulusan—sejak hari itu Anzel bertekad untuk berubah— dan Najma fokus belajar untuk ujian akhir.
Sedangkan, hubungan Anzel dengan Virgan menjadi sedikit memburuk setelah Virgan mengakui kesalahannya—menyebar tentang hubungan Anzel dan Najma juga pelaku penyiraman Najma dulu. Adapun dengan Taqi, mereka masih berteman, hanya saja sedikit renggang tidak seakrab dulu.
Mengenai Anzar, tak ada satupun yang tahu tentang kepastiannya, kecuali Najma. Hari itu Erik sempat mendatangi Najma di sekolah dan mengatakan tentang Anzar, sekaligus mengembalikan ponsel Najma yang tertinggal pada tragedi malam itu.
"Najma Kakak kesini, ingin minta maaf atas nama Anzar. Kakak tahu kesalahan Anzar tidak bisa dimaafkan, jadi tak usah kamu maafkan. Tapi Kak Erik mohon, tolong jangan benci Anzar, dia ... ah sudahlah kamu juga tahu kondisinya. Dan Kak Erika juga minta maaf karena tidak bisa menjadi Kakak yang baik untuk kamu juga untuk Anzar. Tapi Kak Erik jamin Kakak benar-benar sayang sama kamu dan ingin menjadi Kakak yang baik untuk kamu. Soal Anzar, kamu tak perlu khawatir dia sedang dalam pengawasan yang baik. Jadi kamu bisa bebas ketemu Ibu tanpa takut ketemu Anzar." ucap Erik panjang lebar kala itu.
"Terimakasih Kak. Aku tahu kondisi Anzar, dulu dia sempat cerita padaku. Jadi aku tidak bisa membenci Anzar, dia mengingatkanku akan diriku. Aku ... hanya kecewa saja."
"Na, jadi gak?!" suara Robin yang sedikit tinggi menyadarkan Najma dari alam khayal.
"Ah iya sorry,"
Sejenak Najma terhanyut dengan kenangan lampau. Mengingat hari ini adalah acara kelulusan sekaligus pelepasan untuk angkatan Anzel dan Robin, otomatis pikirannya melanglang buana ke arah Anzar, karena Anzar juga termasuk kedalam angkatan mereka. Apa kabar dengan Anzar? Apa dia baik-baik saja? Apa dia sudah sembuh?
"Nana, apa yang lo pikirin? Kalo lo terus bengong kia bisa kesiangan!" seru Anzel yang sudah duduk dengan gusar di atas motor, tidak sabar menunggu Najma yang malah bengong. Apa kabar Anzel, kalau Najma bilang barusan bengong karena mikirin Anzar. Apa dia akan tetap slay seperti itu atau seperti dulu mencak-mencak ngamuk gak jelas.
Najma tersenyum simpul mengingat kekonyolan Anzel beberapa bulan lalu, tak sadar kalau laki-laki yang sedang menjadi tema pikirannya tengah menatap heran ke arahnya.
"Na, lo kenapa? Lo kesambet?" tanya Robin sambil meraba dahi Najma. Siapa tahu Najma demam makanya barusan senyam-senyum gak jelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Najma Sagara (END)
OverigKarena kekeliruan dalam mengenali presensi tubuh, Najma salah memeluk sembarang orang. Kesalahan itu menjadi alasan garis hidup Najma bersinggungan dengan Anzel, seorang badboy yang mengidap haphephobia. Banyak hal rumit terjadi setelah tragedi itu...
