Saya senang banget liat vote part di atas tembus 50 jadi tambah semangat nulis cerita ini. Jangan bosan ngasih vote ya, vote kalian itu suntikan semangat untuk saya.
.
.
Kalau ada typo kasih tau ya ....
.
.
Selamat membaca!
***
Mobil Airin melaju kencang di tengah hutan. Hari sudah malam, suasana jalan sangat sepi dan gelap karena tidak ada lampu yang menerangi. Airin sudah biasa pulang malam hari, ia tidak takut melewati jalanan yang sepi dan gelap karena sudah terbiasa. Jalanan itu akan ramai dilewati saat pagi hari atau menjelang siang. Orang yang melewati jalan itu adalah para petani yang ingin pergi ke kebun mereka.
Pintu gerbang terbuka lebar, mobil Airin memasuki halaman villa. Di halaman, ada empat pria yang sedang duduk berjaga sambil mengobrol.
"Malam, Bu."
"Malam juga. Nih martabak untuk kalian, bagi ke yang lain ya," ucap Airin menyodorkan dua kotak martabak.
"Iya, Bu. Terima kasih!"
Airin mengangguk, lalu masuk ke dalam. Kedua anaknya sudah masuk terlebih dahulu.
"Sudah makan malam, Dek?" tanya Laila yang sedang menonton TV.
"Sudah, Mbak. Tadi makan di rumah kakek." Airin duduk di sofa yang berbeda. "Mana mbak Ika? Tumben gak nonton."
"Dia di kamar, katanya lagi pengen nonton drama Korea di laptop."
"Tuh, makan Mbak martabak. Tadi nyempetin singgah dulu, si kembar pengen."
"Sudah datang kamu. Mau ibu bikinin sesuatu?" tanya Inah.
"Gak, Bu. Sini duduk, nih ada martabak."
"Ibu kenyang, baru saja makan. Aera Aiden mau Nenek bikinin susu?" Inah beralih menatap ke arah si kembar yang berbaring di atas kasur bulu.
"Nanti caja, Nek ..." jawab Aera fokus menatap layar televisi. "Loli, cini ... Aela cudah pulang." Aera memanggil kucingnya yang sedang melalui living room.
Meow ...
"Loli sudah mau makan, Mbak?" tanya Airin menatap kucing milik putrinya.
"Sudah, makanya tuh dia mau jalan-jalan. Kemarin berbaring aja," jawab Laila.
"Loli ndak cakit lagi kan?" Aera memangku kucing itu sambil mengelus bulu lembutnya. "Kalau Loli macih cakit, Aela bawa ke doktel mau ndak?"
Meow ...
"Ndak mau kan? Makanya, jangan cakit-cakit!" Airin dan Laila terkekeh mendengarnya, mereka tidak heran dengan Aera yang suka mengajak kucingnya bicara.
"Twin, ayo ngaji!" ucap seorang wanita cantik memakai hijab berwarna pink.
"Kak Azizah?!" ucap si kembar menatap wanita itu. Gadis itu adalah baby sitter mereka, tidak hanya itu, Azizah juga mengajari si kembar mengaji, kadang juga ia mengajari membaca, menulis dan berhitung. Untuk saat ini, si kembar belajar di rumah, umur mereka belum genap lima tahun, Airin berencana menyekolahkan kedua anaknya saat umur lima tahun.
"Kapan kamu pulang, Zah?" tanya Airin.
"Sore tadi, Kak. Ayo kita ngaji!"
"Loli ikut ya?" Aera sudah bersiap membawa kucingnya ke lantai atas.
"Iya, boleh."
"Jangan bercanda ya!" ucap Airin. "Dengar dan perhatikan Kak Azizah baik-baik!"
"Iya, Bunda." Kedua anaknya langsung mengikuti Azizah menuju lantai atas, tempat mereka belajar mengaji.
KAMU SEDANG MEMBACA
Airin, Single Mom (End)
RomanceTiga hari setelah resmi bercerai, Airin baru tahu bahwa dirinya tengah hamil. Ia merahasiakan kehamilannya dan memilih mengasingkan diri tinggal di sebuah villa yang ada di hutan Kalimantan Selatan. Di sana Airin memulai kehidupan barunya bersama a...
