Single Mom: Part 8

21.3K 1.2K 29
                                        

Setelah menjemput kedua sahabatnya di hotel, Airin langsung mengajak mereka ke villanya. Semua barang-barang Nadine dan Tasya sudah berada di mobilnya, untuk beberapa hari ke depan, mereka menginap di villa.

"Kenapa masuk hutan? jangan bilang lo tinggal di hutan?"

"Iya, villa gue di hutan, di tengah hutan."

"Hah?! Gak takut tinggal di hutan? Hutan, Rin ..." ucap Tasya.

Airin terkekeh. "Gue gak sendiri kok, ada yang nemenin."

"Kalian gak takut?" Nadine menatap Aiden yang ada di pangkuannya, sedangkan Aera, duduk bersama Tasya.

"Kenapa takut? kami ndak takut," jawab Aera.

"Apa gak bahaya, Rin? Takutnya ada maling, apalagi di hutan."

"Ada bodyguard yang jaga keamanan, jadi gue gak takut."

"Pernah gak maling silaturahmi?"

"Pernah, syukurnya langsung ketahuan. Dia mau naik ke atas pagar. Sekarang pagar diganti tembok besar."

"Itu villa Lo?"

"Iya." Airin menekan klakson mobil, tidak lama kemudian gerbang terbuka.

Nadine dan Tasya terperangah melihat villa mewah milik sahabatnya.

"Wow ... Wow ... Wow! villa lo keren banget, Rin! Gila ... gue sampai melongo melihatnya."

"Biasa aja liatnya! Villa keluarga kalian lebih dari ini!" Airin keluar dari mobilnya, menuju bagasi mobil mengambil koper kedua sahabatnya.

"Biar saya saja yang bawa, Bu," ucap seorang pria menghampiri Airin.

"Taruh di kamar samping kamar si kembar ya, Gas."

"Siap!" Pria itu langsung membawa dua koper sahabatnya.

"Mereka yang jaga villa?" tanya Tasya.

"Iya, selalu berjaga, tapi gantian. Ayo masuk."

"Selamat datang Onty!" ucap Aera saat mereka memasuki villa.

"Aw  ... makasih sambutannya cantik." Nadine mencubit pipi Aera, entah sudah berapa kali wanita itu mencubit pipinya.

"Eh, ada tamu," ucap Laila.

"Iya nih, Mbak. Mereka sahabatku, ini Nadine dan itu Tasya. Nah, Nad, Sya, mbak cantik itu Mbak Laila, kalau tuh yang lagi jalan ke sini Mbak Ika. Ada dua orang lagi yang tinggal di sini, Azizah sama Bu Inah," ucap Airin.

"Mau mbak bikinin minuman gak nih?"

"Gak usah, Mbak. Tadi waktu di toko Airin sudah minum kok," jawab Tasya.

"Ajak kami keliling dong, Rin!" pinta Nadine.

"Oke. Nak, kalian istirahat dulu gih sama Mbak Laila. Hari ini aktif banget, pasti lelah." Si kembar langsung menuruti perintah sang bunda.

"Luas banget villa Lo. Gimana rasanya tinggal di sini? kok betah?"

"Rasanya damai, tenang ... gak ada suara kendaraan. Suasananya juga kalau pagi sejuk dan segar."

"Itu buah nangka ya?" tanya Tasya. Saat ini mereka ada di halaman belakang.

"Bukan, kalau nangka buahnya besar dan bulat, kalau itu namanya cempedak, bentuknya panjang. Itu enak loh dibikin cekodok. Kulitnya juga bisa dimakan, dijadiin lauk. Mbehhh enak banget! Nanti kalian harus coba makan lauk kulit cempedak, tapi kulit yang sudah difermentasi. Bijinya juga bisa dimakan! Biasanya di rebus."

"Wah, bisa dimakan semuanya dong? Pohonnya bisa dimakan juga gak?" tanya Nadine.

"Bisa kok, cobain deh, enak!" jawab Airin. "Ngapain makan pohon? Kurang makanan kah?" Tasya tertawa mendengarnya.

Airin, Single Mom (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang