Single Mom: Bab 29

13.8K 892 54
                                        

Ini hari kedua Airin dirawat di rumah sakit, besok jika badannya sudah tidak panas lagi ia akan diperbolehkan pulang. Padahal Airin ingin pulang hari ini, tapi Intan tidak mengizinkannya.

"Papa!" pekik Aera saat melihat Reyhan datang.

Airin yang sedang memejamkan matanya langsung membuka matanya mendengar ucapan putrinya. Syukurnya ia tetap mengenakan hijab, hanya saat malam hari menjelang tidur saja ia melepaskan hijabnya.

"Hallo kesayangan papa ..." Reyhan menggendong Aera membawanya menghampiri Airin. "Pucat banget bibir kamu."

"Namanya juga sakit, Mas ..." jawab Airin.

"Papa beli apa?"

"Buah-buahan sama snack untuk Aera dan Abang. Eh, tapi Abang kemana?"

"Abang ikut nenek pulang, tapi cebental aja kok," jawab Aera.

Reyhan duduk di sofa sambil memangku Aera sesekali ia mencium pipi putrinya. "Lusa papa mau ke Thailand, Aera mau ikut papa pulang gak? Papa lama di sana, siapa tau Aera mau menghabiskan waktu bareng papa."

"Aela boleh ikut ke lual negli?"

"Kok tau Thailand itu luar negeri?" tanya Reyhan sambil menjawil hidungnya.

"Tau lah, Thailand kan kampung halaman Lica Unnie," jawab Aera dengan nada sedikit sombong.

"Lisa? Teman Aera? Aera punya teman orang Thailand?"

"Ih bukan teman Aela, Pa! Lica Unnie yang Aela makcud Lica BalckPink!" Airin terkekeh mendengar jawaban putrinya.

"Oalah ... Lisa BlackPink ya? Kirain papa teman Aera hehe ... Lisa itu yang punya mata kucing?"

"Itu bukan Lica Unnie, tapi Jennie Unnie. Lica Unnie tinggi, cantik, teluc punya poni anti badai, wajahnya cepelti balbie lucu hihi ..."

"Masih lucu dan cantikkan anak papa kok," ucap Rayhan lalu mencium Aera.

"Ih Papa ... cium-cium Aela teluc. Jadi, Aela boleh ikut Ndak?"

"Gak boleh, nanti Aera sama siapa di sana? Papa kerja, Sayang ... Nanti kapan-kapan kita liburan ke sana mau? Papa janji deh. Ke Korea pun papa turuti."

"Benelan, Pa?" tanya Aera mendongak menatap sang papa.

Reyhan mengangguk. "Iya! In syaa Allah ..."

"Acik ... Aela tunggu!"

"Hayo loh, nanti Aera tagih keinginannya," ucap Airin.

"Kalau ada waktu luang, ada sih niat pengen ngajak anak-anak liburan. Sama Adel juga."

Tok ... Tok ...

Terdengar ketukan pintu, tidak lama kemudian pintu terbuka, ternyata Arkan yang datang.

"Om Ganteng!" ucap Aera. "Macuk, Om!" lanjutnya

Arkan mengangguk kecil sambil tersenyum saat Reyhan menatapnya.

"Loh, Mas? Sudah pulang dari Jakarta? Katanya hari Minggu pulangnya," ucap Airin.

"Urusan di sana sudah selesai, jadi bisa langsung pulang cepat," jawab Arkan. "Kaget waktu ummi ngasih tau kamu masuk rumah sakit. Sekarang gimana?"

"Sudah mendingan, Mas ..."

"Bisa sakit juga kamu?" Arkan terkekeh.

"Aku juga manusia loh," jawab Airin

"Silakan duduk," ucap Reyhan.

"Iya." Arkan duduk di sofa yang sama dengan Reyhan, karena hanya ada satu sofa di ruangan itu, tapi panjang. "Abang di mana?" tanyanya menatap Aera.

Airin, Single Mom (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang