Part ini awalnya sangat panjang, tapi akhirnya saya bagi menjadi dua saja. itu juga yang menjadi alasan saya baru bisa mempublikasikannya. Butuh waktu cukup lama untuk menyelesaikannya, ditambah mood kurang baik, cukup sulit menjabarkan ide.
Kalau ada typo kasih tau ya ...
Selamat membaca
.
.
.
Airin terbangun karena merasakan tangannya sangat pegal. Ia membuka matanya dan terkekeh pelan saat melihat Aera ternyata menjadikan lengannya sebagai bantal. Airin mengusap lembut kepala putrinya sambil merapikan rambutnya yang berantakan, setelah itu ia mengusap-usap pipi bulatnya karena gemas.
Perlahan Aera terusik juga dan membuka matanya sambil mengucek matanya.
"Eh, tumben bunda usap pipinya kebangun, biasanya susah dibangunin."
Aera memeluk Airin dan mengusap-usapkan wajahnya di dada sang bunda setelah itu kembali memejamkan matanya.
"Selamat ulang tahun anak bunda ..." ucap Airin sambil mengusap-usap kepalanya.
Aera kembali membuka matanya menatap sang bunda. "Hali ini Aela ulang tahun?" tanyanya.
Airin terkekeh lalu mencium pipi anaknya. "Iya, Sayang," jawabnya. " Ciye yang lagi ulang tahun ... umur Aera sudah berapa sih?" tanya Airin pura-pura tidak tahu.
"Empat tahun!" jawab Aera dengan semangat.
"Engh ..." Aiden menggeliat, lalu perlahan membuka matanya.
"Selamat ulang tahun Abang ..." Airin langsung mencium pipi sang putra.
Aiden tersenyum. "Abang cama Aela ulang tahun ya? Hampil caja Abang lupa," ucapnya. "Celamat ulang tahun Aela adik abang ..."
"Celamat ulang tahun juga Abang kecayangan Aela!"
Airin tersenyum lebar, semenjak kedua anaknya bisa berbicara, mereka saling memberikan ucapan selamat ulang tahun, padahal ia tidak pernah menyuruh mereka. "Sini peluk bunda." Aiden pun langsung memeluknya.
Aera dan Aiden saling bertatapan. "Telima kacih cudah menjadi bunda telbaik untuk kami," ucap keduanya bersamaan. Airin terharu mendengar ucapan kedua anak kesayangannya, sungguh ia sangat bersyukur memiliki mereka.
"Sekali lagi selamat ulang tahun anak-anak bunda ... tanpa terasa sekarang Abang dan Aera sudah empat tahun hmm ... doa bunda dan harapan bunda masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Semoga putra-putri bunda diberikan umur yang panjang, diberikan rezeki yang berkah dan hati yang selalu bersyukur. Semoga kelak menjadi anak yang soleh dan solehah, terus jadi anak baik, kesayangan bunda dan keluarga, terus jadi anak kebanggaan bunda ya, Nak. Bunda bersyukur banget ... banget, Allah kasih dan hadirkan kalian berdua dalam kehidupan bunda. Kalian kebahagiaan bunda, kalian semangat bunda, kalian kesayangan bunda. Bagi bunda, kalian adalah mutiara terindah yang ada di dalam hidup bunda tak ada yang bisa menggantikannya dengan apapun. Bunda sayang kalian ... Terima kasih sudah menjadi anak yang baik dan pintar."
"Abang juga cayang Bunda ... cayang banget!"
"Aela juga! Wove you, Bunda ... muah." Aera mengecup singkat bibir bundanya.
Airin memeluk erat kedua anaknya sambil memejamkan matanya menikmati pelukan hangat dari dua kesayangannya. "Love you too ... Nah, sekarang ayo kita mandi. Setelah itu shalat subuh."
Keduanya mengangguk tanpa menolak, pagi ini mereka sangat bersemangat karena hari ulang tahun mereka. Tanpa mereka ketahui, Airin sudah menyiapkan kejutan kecil untuk kesayangannya.
Setelah selesai mandi dan shalat, Airin mengajak kedua anaknya langsung ke lantai bawah.
Sesampainya di lantai bawah, Aiden dan Aera kaget melihat suasana yang begitu berbeda. Keluarga-keluarganya sudah bangun dan terlihat sudah mandi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Airin, Single Mom (End)
RomanceTiga hari setelah resmi bercerai, Airin baru tahu bahwa dirinya tengah hamil. Ia merahasiakan kehamilannya dan memilih mengasingkan diri tinggal di sebuah villa yang ada di hutan Kalimantan Selatan. Di sana Airin memulai kehidupan barunya bersama a...
