"Sebagai subjek eksperimen, kamu tidak pantas untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan."
•
Di depan pintu gerbang SMA yang megah, sebuah babak baru dalam perjalanan kehidupan Milky telah dimulai. Hatinya penuh harap dan penasaran, menghadapi dunia sekol...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
Pagi itu, aku terbangun dengan perasaan yang benar-benar berbeda. Hati ini berdebar dengan kencang saat aku ingat bahwa hari ini aku akan pergi ke sekolah bersama Ameena, gadis yang telah sukses merebut hatiku.
Aku berusaha untuk tenang. Namun, senyum tak terbendung mulai merajut wajahku saat aku melihat pesan singkat pada sebuah kertas di dalam tasku yang diberikan Ameena, mengingatkanku untuk bertemu di depan gerbang sekolah. "Tulisannya lucu sekali, ya." Aku bermonolog, membuat semua orang yang ada dalam kamar terdiam.
Dengan hati-hati, aku mempersiapkan diri, memilih pakaian terbaik dan memeriksa penampilanku di hadapan cermin, menata rambutku. Rasanya seakan-akan hari pertama sekolah lagi, tetapi kali ini ada getaran khusus yang memenuhi kegairahan di dalam diriku.
Saat akhirnya aku tiba di gerbang sekolah, hatiku melompat kegirangan saat melihat Ameena berdiri di sana dengan senyuman manis menghiasi wajahnya. Hatiku berbunga-bunga saat aku mendekatinya, dan bersama-sama kami berdua melangkah menuju kelas.
"Apa kau tak apa-apa?" tanya Ameena.
"Apa maksudnya?" tanyaku, kembali.
"Kita berdua adalah dua murid yang paling populer, bisa jadi ada beberapa orang yang akan membenci," ucapnya.
"Tetapi, kita adalah Gaya sentripetal dan sentrifugal, Ameena," sanggahku.
Ameena tersenyum. "Haha, mungkin, kita memiliki cinta yang merupakan pusat lingkaran sentripetal, sementara kepopuleran adalah sentrifugal bagi kita berdua. Tetapi, apa pun itu, aku akan melawan sentrifugal karena cinta adalah lingkaran yang lebih kuat dari tarikan gravitasi Black Hole sekali pun."
Aku menyahut kata-katanya. "Dua pasangan yang tidak seharusnya bersama mungkin mengalami gaya sentripetal, yang membuat mereka terus berusaha mendekati satu sama lain, tetapi juga mengalami gaya sentrifugal yang mendorong mereka untuk menjauh karena alasan tertentu, Ameena, kamu memang cakap dalam hal ini," sambutku sembari tersenyum.
Sesaat kaki kami beriringan, aku merasakan pandangan orang-orang yang tertuju padaku. Bisikan-bisikan kecil mulai terdengar mengelilingiku. Aku merasa sedikit canggung, tapi juga berbangga karena aku dan Ameena telah menjalin suatu hubungan asmara.
Ketika kami memasuki kelas, suasana menjadi hening seketika. Teman-teman sekelas kami terlihat terkesima saat melihat kami datang bersama. Aku bisa merasakan sorotan mata mereka, dan senyuman-senyuman yang tercurah ke arahku. Ada yang memuji kami dengan suara lirih, dan tangan-tangan kecil mulai bertepuk dengan riang di udara.
"Lihatlah itu, pasangan baru guys!"
"Wah, hebat sekali, ya," ungkap Eric.
Hati ini dipenuhi kebahagiaan dan terima kasih atas dukungan yang telah kami terima. Aku duduk di kursiku dengan Ameena di belakangku, wajah kami masih kemerahan karena malu. Meski begitu, tatapan kami saling berpaut dengan kebahagiaan yang tidak bisa terucapkan dalam kata-kata.