Bab 38

7 1 0
                                        

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••

Dalam suasana suram yang penuh dengan rasa sakit dan penderitaan. Milky Way, Hannah, serta Ammy melanjutkan latihan keras mereka di bawah bimbingan yang kejam dari Claren. Tubuh mereka mati rasa oleh latihan yang begitu intens, dan mereka merasakan kesulitan serta kelelahan yang menghancurkan sukma. Hannah menjadi frustasi, dia berteriak dan menangis sambil mendorong tubuh Milky yang tergeletak lemah di tanah.

"Hei, Gila! Kenapa kamu tidak bilang dari awal jika Akame Claren akan mengambil alih pelatihan kita?" teriak Hannah dengan gila dan rasa frustrasi memuncak karena latihan keras yang hampir membunuh serat-serat jiwanya.

"Diamlah, Hannah. Mendapat pelatihan dari seorang Highest Human seperti Akame Claren adalah sesuatu yang luar biasa," ujar Ammy yang terbaring lemah di samping Milky, kekuatannya telah habis. "Apakah kau sudah teler?" Ammy yang sepertinya hampir gila, tiba-tiba terkekeh mangguk-mangguk.

"Kamu sendiri juga teler, anjing!" teriak Hannah, merasa marah. Kemudian, Hannah mencoba untuk menjejalkan sepatunya ke dalam mulut Ammy. "Aku akan membunuh kau suatu saat nanti!"

Sementara itu, Milky hanya terdiam di tanah, mendengarkan perdebatan antara Hannah dan Ammy. Ia merasa semakin stress setelah melalui latihan keras yang membuatnya muntah darah.

Milky mengingat saat-saat kejam ketika Claren mulai memerintahkannya untuk mengambil posisi kuda-kuda kokoh dan tanpa belas kasihan sedikit pun, Claren langsung menendang bokongnya karena kesalahan kecil. Milky terjatuh berulang kali, dan mulutnya dipaksa untuk menerima kodok buntal sebagai hukuman setiap kali dia mengeluh. Sementara itu, Hannah dan Ammy hanya dimintai untuk bermeditasi sejenak sebelum bertarung satu sama lain sampai mereka kehabisan tenaga.

Tiba-tiba, Claren muncul di depan mereka, dan Hannah segera berdiri tegak dengan wajah penuh ketakutan. Sementara itu, Milky dan Ammy hanya tersenyum pasrah dengan tubuh yang lunglai karena sudah kehabisan tenaga.

"Milky Way, aku sungguh minta maaf," ucap Claren dengan senyuman polos di wajahnya. "Kodok buntal yang aku masukkan ke dalam tubuhmu ternyata sangat beracun. Namun, aku mendapat informasi jika kamu memiliki kekuatan Regenerasi yang sangat cepat. Setelah ini, mulutmu akan mengeluarkan busa dan kamu akan segera sembuh," ucap Claren dengan wajah santai, tanpa menunjukkan satu pun belas kasihan.

Hannah berkata dengan pelan. "Apa kamu mencekoki dia dengan kodok Zuma?" tanya Hannah, mencoba menyembunyikan kecemasan dirinya.

"Aku baru tahu namanya kodok Zuma," balas Claren dengan penuh kepolosan.

"Ehh, tidak, tidak," kata Hannah dengan pelan. Namun, dalam hatinya Hannah berkata, "Si makhluk sialan yang satu ini bisa saja membuatku mati dalam satu serangan. Sialan, wajahnya yang polos dan senyumannya yang manis tampak terlihat begitu mengerikan, ya."

Tiba-tiba, Milky mengeluarkan busa dari mulutnya. Dengan tatapan kosong, dan mulut yang menganga lebar, Milky jatuh terhuyung dan wajahnya seketika mencium tanah. Claren dengan begitu gembira menginjak punggung Milky, dan berkata dengan cara seperti ini, Regenerasi Milky akan semakin efektif.

"Dia akan kehabisan napas jika kamu terus menginjaknya seperti itu, goblok!" teriak Hannah yang tidak dapat lagi menahan emosinya. "Lihatlah, Milky tersedak oleh busa di dalam mulutnya."

"Tidak apa-apa," ujar Claren dengan senyuman mengerikan. "Aku adalah pelatih yang sangat keras, jadi diamlah dan nikmati pelatihan yang kuberikan."

Ketika Milky bangun dari pingsannya, ia melihat sekeliling dengan tubuh yang bersih dan bersemilah, tanpa bekas luka sedikit pun. Tapi tiba-tiba, Hannah muncul di hadapannya dengan mata melotot dan memohon pertolongannya. "Milky! Tolong aku! D-dia benar-benar gila, dia akan membunuhku, dan aku dengan susah payah berhasil melarikan diri dari latihannya yang tidak masuk akal!" teriak Hannah dengan suara yang dipenuhi tekanan dan ketakutan.

Tiba-tiba, Claren datang dan menarik rambut Hannah dengan begitu kejam, membuat Hannah menjerit ketakutan. "Ehh, Milky sudah bangun, ya?" tanya Claren dengan senyuman mematikan yang terarah langsung kepada Milky. "Ayo kemari, dan lanjutkan latihan ini!"

Di tempat lain, Ammy masih terhuyung sendirian di tengah Distrik tempat latihan. Ammy melihat sekelilingnya, gedung Divisi 1 yang menjadi tempat khusus pelatihan Akame Claren. Ammy teringat bahwa salah satu murid Claren yang juga pernah disiksa di tempat ini, berhasil naik tingkat menjadi seorang Upper Human Tingkat 1, hanya dengan melakukan meditasi perubahan Stryke yang dibantu langsung oleh Claren. "Yosh, aku pasti bisa menghadapi ini!"

Ammy memberikan semangat kepada dirinya sendiri, merasa harus terus maju dan mencapai level Upper Human Tingkat 1. Namun, tiba-tiba Hannah dan Milky terlempar ke arahnya. Ammy langsung terkejut dan seketika menjerit ketakutan saat menjadi sasaran kemarahan dari Hannah yang frustasi.

Claren mendekati mereka dengan sikap santai. "Kita akan keluar dari gedung pelatihan ini dan pergi menuju Subjek V1, yaitu suatu lapangan berlari sejauh enam belas kilometer," ujar Claren dengan senyuman manis, merasa puas di atas penderitaan murid-muridnya. "Tidak ada penolakan sedikit pun, ya!"

Milky bangkit dan berkata dengan pasrah. "Sebenarnya Goa bawah tanah ini sebesar apa sih?" Sambil menangis, Milky bergabung dengan Hannah dan Ammy yang tiba-tiba merasa putus asa.

Namun, Claren langsung mencambuk tubuh mereka, membuat Hannah bergidik ngeri dan melompat kesakitan. Hannah mengerti maksud Claren dan segera berlari untuk menjauh darinya. Sementara itu, Ammy dan Milky masih terdiam polos di dekat Claren. Tiba-tiba Claren memberi isyarat agar mereka juga ikut berlari, memaksa Milky dan Ammy berlari kalang kabut hanya demi menghindari hukuman gila dari Claren.

Setelah berhasil mengelilingi lapangan berlari sejauh enam belas kilometer, Claren memberikan masing-masing satu pukulan keras pada kaki mereka. Dengan sikapnya yang santai, Claren berkata, "Aduh, bagaimana bisa kalian mengelilingi lapangan itu hanya dalam waktu 1 jam 8 menit, sih. Besok, kalian harus lebih cepat dari itu." Kata-kata Claren membuat Milky menjadi stress.

"Hei, dengarlah, kalian aku latih begini, karena kalian telah aku pilih untuk menjadi anggota dari kelompok Medusa yang aku pimpin. Mungkin saja, kalian belum mengetahui apa itu Medusa. Para tetua membentuk Medusa sebagai kelompok elit yang akan menangkap SCP atau entitas yang menyebabkan kecelakaan pesawat leluhur kita. Para tetua menyadari akan bahaya dari entitas itu, maka mereka membentuk kelompok ini guna menentukan nasib entitas tersebut, antara mati ataupun ditangkap," kata Claren dengan lembut.

"Untuk Hannah dan Ammy, kalian sudah menunjukkan performa baik selama menangkap beberapa SCP. Maka dari itu, latihan kalian akan aku batasi satu bulan sekali, ya. Sementara untuk Milky, aku akan melatihmu setiap hari." Claren memandang Milky, melihat ekspresinya yang tampak tidak setuju. "Aku tahu kamu tidak setuju. Namun, Milky, perlu diketahui jika tubuhmu itu memiliki dua buah entitas berkekuatan dahsyat. Aku harus mengajarimu untuk dapat mengendalikan keduanya dan memanfaatkan seluruh kekuatanmu itu dengan metode yang jauh lebih efektif."

Milky mendengus kesal. Namun, di wajahnya tidak lagi tersirat rasa tidak setuju. Milky menyadari akan potensi kekuatannya, dan dia sendiri sudah bertekad untuk terus berlatih bersama Claren selagi bisa. Milky menarik napas dalam-dalam, memandangi dendamnya yang terbujur kaku di atas memori dan luka besar pada belenggu sanubarinya. Dengan wajah penuh ketegasan, Milky menyentuh dua telapak tangan Claren, dan bertekad kuat untuk terus berlatih.

 Dengan wajah penuh ketegasan, Milky menyentuh dua telapak tangan Claren, dan bertekad kuat untuk terus berlatih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bimasakti - Dark Beggining Of AllCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang