Bab 41

7 1 0
                                        

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••

Dalam keadaan bersimbah keringat panas, Milky dan Claren beristirahat di atas tanah yang lembut. Mereka sedang memulihkan napas mereka setelah sesi latihan yang melelahkan. Langit-langit Goa memancarkan keindahan lampu remang, menciptakan atmosfer yang cukup tenang. Namun, ketenangan mereka terputus oleh peristiwa yang mengejutkan di langit-langit Goa itu.

Claren memandang ke atas dan melihat lampu remang di langit-langit Goa yang tiba-tiba mati. Sebelum mereka sempat mencerna apa yang terjadi, terdengar suara alarm mengerikan menggema di sekitar mereka. Bunyi itu terdengar memekik dalam telinga, mengguncang ketenangan waktu istirahat mereka.

Milky merasa adrenalinnya langsung terpacu. Tubuhnya mulai bergetar dan keringat dingin membasahi wajahnya. Ia mendekati Claren dengan langkah ragu, tatapan cemas terpancar dari matanya. "Hei, apa yang sedang terjadi di sini?" Suaranya terdengar bergetar.

Claren meraih telapak tangan Milky dengan erat dan memandang wajahnya dengan penuh tekad. "Kita harus pergi ke pusat markas sekarang," kata Claren dengan suara yang tenang, namun penuh urgensi. Seraya menuntun Milky keluar dari Distrik tempat mereka berlatih. "Sepertinya, ada salah satu SCP dengan klasifikasi Keter yang baru saja kabur dari dalam sel di fasilitas Distrik penangkaran. Kita harus pergi ke tempat itu untuk mengecek situasinya."

Sesampainya di depan fasilitas Distrik penangkaran, pandangan mereka seketika membeku. Mereka disambut dengan suatu pemandangan yang sangat mengerikan. Beberapa mayat tergeletak di tanah, menciptakan kesan kehancuran yang begitu menyeramkan. Claren memandang salah satu mayat dengan kesedihan di matanya. "Mereka adalah para manusia yang dijadikan Agen," ucapnya dengan nada sedih. "Mereka berpakaian seperti tentara, hanya memiliki kekuatan super yang tidak terlalu berguna. Seharusnya, para 'Dewan' mengirim pasukan Agen dari bangsa Ziyorish untuk menyelesaikan ini," tambahnya dengan rasa frustrasi yang tergambar jelas di raut wajahnya.

Melihat Claren yang sedang terpaku pada mayat-mayat di depannya, Milky merasa tertarik untuk memahami lebih dalam. Ia menyentuh salah satu mayat dengan hati-hati, lalu menggunakan kekuatan Telepatinya untuk merasakan dan melihat detik-detik terakhir sebelum orang itu meninggal. Namun, begitu ia terhubung dengan memori yang mengerikan itu, reaksi alami tubuhnya tidak bisa dibendung. Milky langsung tersentak dan jatuh ke lantai, menjauh dari mayat dengan ekspresi ketakutan yang tergambar di wajahnya.

Claren segera mendekati Milky dengan kekhawatiran mendalam. "Apa yang terjadi, Milky?" tanyanya dengan pelan.

Milky berusaha mengontrol dirinya dan berkata dengan suara yang lemah, gemetar. "Sebelum kematiannya, orang ini, dia bertemu dengan sesosok aneh. Itu seperti patung berjalan dengan anggota badan yang kerdil dan tulang yang terlihat jelas. Serta yang paling mengganggu adalah bekas cat semprot di wajahnya yang memberikan kesan wajah tolol," ungkap Milky, matanya memandang ketakutan ke arah Claren.

Claren segera menyadari hal apa yang baru saja menyebabkan kekacauan ini. Suara lirihnya dipenuhi kemarahan. "Satu tujuh tiga. Sialan! Anomali aneh itu selalu melarikan diri," ucap Claren dengan amarah yang meledak-ledak. "Aku pikir, sepertinya dia melarikan diri saat beberapa personel junior sedang membersihkan kandangnya."

SCP-173. Nama itu bergema di dalam benak Claren. SCP itu adalah patung humanoid berukuran sekitar 1,9 meter, terbuat dari beton dan semen. Sifat anehnya yang paling mencolok adalah kemampuan uniknya untuk bergerak dengan kecepatan luar biasa ketika tidak ada orang yang melihatnya secara langsung. SCP-173 hanya akan berhenti bergerak dan mematung begitu ada mata manusia yang mengamatinya langsung. Itulah mengapa setidaknya harus ada dua personel yang selalu mengawasi SCP-173, agar ia terkendali.

Namun, SCP-173 juga dikenal sebagai makhluk yang agresif dan mematikan. Ia akan menyerang dan membunuh manusia dengan kejam saat tak terlihat. Claren tahu betapa berbahayanya SCP ini jika lepas kendali. Ia mengerti betul betapa pentingnya menjaga keamanan dan mengendalikan anomali tersebut.

"Kecepatan dan kekuatan SCP-173 sangat menakutkan. Ia dapat melompat dengan kecepatan kilat menuju korban yang tidak melihatnya, menyerang dan menghancurkan korban itu dengan cara yang sangat brutal. SCP-173 juga dikenal sebagai makhluk yang sangat agresif dan mematikan. Oleh karena itu, pengawasan ketat diperlukan untuk menjaga agar ia tetap terkendali," kata Claren dengan telapak tangan yang erat menggenggam telapak tangan Milky. "Ayo, kita harus menangkapnya, Milky!"

"Baiklah!" teriak Milky, tegas.

Di dalam SCP Foundation, SCP-173 diklasifikasikan sebagai anomali kelas Keter, karena potensi berbahayanya terhadap nyawa manusia. Ia harus diawasi dengan ketat dalam sel khusus, tidak pernah dibiarkan sendirian atau kehilangan pengawasan. Penanganan SCP-173 memerlukan prosedur khusus yang ketat untuk mencegah pelarian atau bahaya yang ditimbulkan olehnya.

Dengan langkah yang tegap, Claren mengambil sikap kepemimpinan. "Kita harus segera menemukan SCP-173 dan mengamankannya kembali," ucapnya dengan tegas. "Kehidupan banyak orang tergantung pada tindakan kita. Kita tidak boleh membiarkannya lolos."

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bimasakti - Dark Beggining Of AllCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang