Bab 27

41 24 66
                                        

Ark 1: Tragedi di kota Runville

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ark 1: Tragedi di kota Runville

Bagian 11: Sang Pengendali Kayu

Bagian 11: Sang Pengendali Kayu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

~✿~

Ketika aku memalingkan tubuhku, tanpa peringatan, sejumlah pilar kayu muncul dengan tiba-tiba, menjulang tinggi dan meliuk seperti ular ganas di atmosfer. Salah satu pilar kayu dengan cepat menyergap tangan kananku, melilit erat, dan dengan kuat menarik tubuhku ke udara. Rasanya seperti terperangkap di dalam cengkeraman tak berwujud yang mencekik napasku.

"Argh!" Aku tak dapat menahan jeritan.

Tidak lama kemudian, pilar kayu lain mengancam mendekatiku dengan cepat. Namun, dengan kekuatan dan tekad yang tidak tergoyahkan, aku berhasil membebaskan diriku dari jeratan itu. Meskipun jari-jariku terluka dan harus rela melepaskan sebagian dari diriku, tapi seketika mereka pulih tanpa cacat sedikit pun. Aku terjatuh dari ketinggian yang mencengangkan, akhirnya mendarat dengan agak kasar di atas satu pilar kayu yang sedang bergerak secara horizontal. Dengan hati-hati, aku melanjutkan langkah majuku, tidak tahu arah yang kulewati.

"Sialan, aku harus bagaimana?!" Aku bermonolog, tak tahu harus bertindak apa. "Pilar-pilar kayu ini sangat cepat!"

Saat aku melihat sekeliling dengan penuh kewaspadaan, mataku sontak tertuju pada salah satu pilar kayu yang mendekatiku. Ujung pilar itu berbentuk sangat aneh, seperti akar pohon yang bergulung membentuk spiral dengan batang kayu yang mengeras. Pilar-pilar kayu tersebut menyerupai kepala naga yang ganas dalam film-film legendaris. Meskipun bukan kepala naga sebenarnya, tetapi kehadiran mereka seperti akar-akar pohon yang tumbuh menjadi pilar dan terus memanjang serta merayap di udara. Satu tujuan jelas mengemuka, yaitu menyerangku.

Tanpa ragu, aku melompat ke samping untuk menghindari serangan pilar kayu yang mendekatiku dengan ganas. Namun, tak lama kemudian, pilar kayu lain muncul dengan kekuatan penuh dari arah belakangku, menghantam tubuhku dengan kejam pada sisi kiri. Rasanya seolah tubuhku terbelah menjadi dua oleh struktur keras dari geligi tajam, spiral pilar kayu tersebut.

Bimasakti - Dark Beggining Of AllCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang