"Sebagai subjek eksperimen, kamu tidak pantas untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan."
•
Di depan pintu gerbang SMA yang megah, sebuah babak baru dalam perjalanan kehidupan Milky telah dimulai. Hatinya penuh harap dan penasaran, menghadapi dunia sekol...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
Sebandung indera membelalak padaku. Membuatku sejenak terdiam di pojok kanan ruangan kelas, duduk di bangku paling depan. Wali kelas memberikan pujian karena kecerdasanku. Namun, aku merasa ragu apakah teman-teman sekelas yang sama pintar sepertiku, malahan merasa terancam atau tidak.
"Dia pintar sekali, ya," kata para murid.
"Si rangking satu bakalan terkalahkan."
Bunyi lonceng pulang menggema. Aku mengambil napasku dalam-dalam. Tiba-tiba, beberapa siswa berandalan mendekatiku. Hatiku berdegup-degup dan aku enggan menatap wajah mereka. Teringat dengan pengalaman mengerikanku selama di panti asuhan.
Keributan para murid yang hendak pulang, menggelorakan senandung suram yang menusuk telingaku. Aku menaikkan kepala dengan senyuman terpaksa. Mengulurkan tangan dan menyapa mereka dengan ramah. "Apa kabar, teman-teman? Mungkin kalian belum tahu, namaku Milky Way. Aku senang bisa bertemu dengan kalian," ungkapku dengan suara yang lembut.
Para siswa berandalan itu hanya berdecak, kemudian mengernyitkan keningnya, lalu pergi meninggalkanku dengan jantung berdegup kencang. Aku mengambil napasku, masih merasa tegang, tapi sedikit lega. Pandanganku melayang ke luar jendela, melihat dedaunan yang berguguran dengan kecantikan warna oranye yang muda.
Hari ini, sudah tanggal 3 Januari 2365. Pemanasan global sukses mengacaukan kehidupan manusia, dan puncaknya pada tahun 2100-an. Tetapi, berkat keluarga Kavinsky, dengan penemuan mesin berkecepatan Cahaya yang begitu luar biasa, pada akhirnya lebih dari setengah populasi manusia meninggalkan bumi dan menetap di planet-planet pilihan setiap Negaranya.
Hanya orang-orang miskin dan tidak berdaya yang ditinggalkan di bumi. Namun, ada beberapa orang kaya dan menengah yang memilih tinggal di bumi dengan alasan tertentu. Setelah bertahun-tahun berlalu, situasi di Bumi mulai membaik. Meskipun, terdapat perubahan musim yang tidak mampu dijelaskan oleh para ilmuwan berbakat.
Namun, menurutku, perubahan iklim dan musim disebabkan karena sumbu bumi yang berubah sebab terjadinya gerakan Massa es dan juga air ketika pemanasan global meraih puncaknya.
Aku berjalan meninggalkan gedung sekolah bersama Resa dan Ameena. Mereka terus mengobrol tanpa henti, cerita mereka tidak ada habisnya, sehingga aku mulai merasa kelebihan beban mendengarkannya. Ameena berusaha keras untuk terlihat keren, membanggakan dirinya sendiri dengan ucapan yang mencuri perhatianku. Sementara Resa menatapnya dengan sinis, dan dengan kepekaanku aku dapat melihat ekspresi sinis tersebut.
"Kalian tahu, aku ini adalah orang yang sangat baik, lho. Seringkali aku itu menyumbangkan makanan dan bahkan memberikan 100 dolar kepada mereka yang membutuhkan," ujar Ameena dengan postur tubuh yang menawan, seolah berusaha menarik perhatianku.