18. Air Mata Penyesalan

4.5K 144 12
                                        

🌹السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 🌹

Selamat membaca jangan lupa berikan vote dan komen.

🌹بسم الله الرحمن الرحيم 🌹

"Orang yang paling sibuk dengan Allah, dia akan menjadi orang yang beristirahat diakhirat. Orang yang paling sibuk dengan makhluk, dia akan menjadi orang yang sibuk dengan hisabnya."

🌹🔪🌹🔪🌹🔪

Air Mata Penyesalan
by LieWeyWey.

Air Mata Penyesalanby LieWeyWey

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

AMP



Gabriel berjalan menuruni anak tangga rumah dengan membawa koper yang berada ditangannya. Dia menarik koper yang berisi dengan pakaian itu menuju ibunya yang sudah berdiri di ruang keluarga. Ibu Liana menatap anak satu-satunya itu dengan sayu, rasa tidak rela ketika putranya ini ingin pulang ke Jerman menyeruak begitu saja.

Gabriel melepaskan kopernya untuk menghampiri sang ibu. Laki-laki itu memeluk perempuan yang sudah melahirkannya dengan sayang dan dibalas dengan pelukan yang erat oleh wanita itu. Ibu Liana menangis dipelukan anaknya, melihat itu Gabriel melepaskan pelukan mereka untuk menghapus air mata ibunya.

Ibu Liana menggenggam tangan Gabriel yang berada di pipi. "Kenapa kamu ingin kembali ke Jerman lagi, Nak?"

Gabriel menatap ibunya yang tidak rela jika dia kembali ke tempat sang nenek. "Gabriel ingin melupakan perempuan yang aku cintai, Ma, dan aku juga akan kembali setelah diri ini berhasil melupakannya."

"Semoga kamu berhasil melupakannya dan cepat kembali."

Gabriel mengangguk lalu memeluk ibunya lagi. Tidak lama, laki-laki itu melepaskan pelukannya karena pesawat yang akan membawa dia ke Jerman akan berangkat.

"Gabriel pergi dulu, do'akan Gabriel selamat sampai tujuan, ya, Ma? Do'akan Gabriel pada Tuhan yang Mama yakini," katanya dengan nada bergetar ketika di kalimat akhir.

Ibu Liana mengangguk sambil meluruhkan air matanya ketika mendengar kalimat terakhir dari sang anak. Kenapa perasannya tiba-tiba aneh.

"Gabriel pamit."

"Hati-hati, Nak."

Gabriel tersenyum lalu keluar menuju mobil yang sudah ada seorang supir di dalamnya. Sebelum masuk ke dalam mobil, laki-laki itu menghela nafas dan tersenyum. Kaki jenjangnya membawa diri itu untuk masuk. Ibu Liana melihat putranya dari luar pagar dia melambaikan tangan pada anak itu.

Mobil yang ditumpangi oleh Gabriel bergerak menuju sebuah tempat yang kini menjadi tujuan dari laki-laki itu. Gabriel melihat ke arah luar jendela mengamati kendaraan yang berlalu-lalang. Dia membuka ponselnya, entah sudah berapa kali laki-laki itu melihat foto perempuan yang dia cintai hari ini.

Air Mata Penyesalan Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang