JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA AGAR MENDAPATKAN NOTIFIKASI. CERITA INI ASLI DARI PIKIRAN SAYA SENDIRI DAN DIMOHON UNTUK TIDAK MEMBANDINGKAN LAPAK SAYA & ORANG LAIN, TERIMA KASIH.
"Nanti janji ya, nikah sama kakak," ucap seorang laki-laki yang be...
"Kamu harus meyakinkan hatimu bahwa apa pun yang telah ditetapkan Allah adalah yang paling tepat dan paling bermanfaat untukmu."
( Imam Al-Ghazali)
🌹🔪🌹🔪🌹🔪
Air Mata Penyesalan by SeltaApriani
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
AMP
Bintang-bintang terlihat indah di malam hari. Seorang laki-laki sedang menatapnya dari balkon kamar sambil tersenyum tipis. Satu bintang terlihat sangat terang di antara bintang yang lain. Lingkaran tangan mungil mengintari kaki jenjang milik sang lelaki.
Gabriel semakin tersenyum karena ia tau tangan siapa itu. Kepalanya menunduk melihat gadis kecil yang amat cantik. Lalu ia berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan gadis kecil ini.
Bunga mencium pipi Gabriel sambil tertawa khas anak-anak. Masih ingat kan Bunga ini siapa? Bunga adalah nama yang diberikan oleh Alifa besar untuk Alifa kecil waktu di rumah sakit, agar mereka tidak keliru saat ingin memanggil. Jadi Bunga ini adalah Alifa kecil, anak angkat Gabriel.
"Papa, Umi." Tunjuknya pada bintang. Gabriel mengikuti arah telunjuk Bunga lalu tersenyum.
"Sini sayang." Ia menggendong Bunga dengan sebelah tangan.
"Tu tu Umi." Kemudian Bunga bertepuk tangan.
"Umi udah di surga jadi kita do'akan ya, sayang? Umi pasti senang melihat Bunga yang udah memakai jilbab kayak gini." Gabriel mencium gemas pipi tembem milik Bunga.
"Bunga mau ke sulga."
"Nanti kita semua akan menyusul. Jadi tugas kita di dunia sekarang adalah memperbanyak amal ibadah ok?"
"Bunga mau gini." Ia mengambil bagian bawah jilbab lalu dia tutupkan ke bagian hidung hingga mulut.
Gabriel terkekeh pelan. "Kamu mau pakai cadar, hm?"
"Iya, mau pakai cadal kayak kak Alifa."
"Ok, tapi sempurnakan dulu yang wajibnya ya anak Papa."
"Ye ye ye Bunga pakai cadal."
"Sekarang ayo tidur."
Gabriel membawa anak angkatnya ke atas ranjang untuk tidur. Gadis kecil berusia 5 tahun ini sangat lincah pikir Gabriel.
Dilain tempat yaitu rumah kediaman pak Bagas, seorang pria sudah tidak mempunyai semangat hidup lagi dengan keadaan tubuh yang sudah mulai kurus, rambut juga sudah mulai panjang, namun masih terlihat tampan. Saat ini ia sedang duduk di lantai kamar tepat di samping nakas.